Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Takut


__ADS_3

Angga, Gita dan Nisa kini berada di satu mobil yang sama.


Angga yang sedang menyetir mobil tampak sedang senyum-senyum sendiri, membuat Gita dan Nisa bertanya-tanya.


"Kak, kakak kenapa, lagi jatuh cinta ya? Senyum-senyum sendiri, serem tau." Ucap Gita


"Mana ada, kakak jatuh cinta sama siapa?, kakak gak papa cuma teringat sesuatu yang lucu aja tadi."


"Emangnya ada yang lucu tadi, apa kak? Aku kepo nih." Tanya Gita penasaran.


Begitupun dengan Nisa yang memasang telinganya dengan tajam agar dia dapat mendengar dengan jelas jawaban dari Angga.


Angga diam beberapa saat, dia malah tersenyum lagi.


"Anak kecil gak usah tau."


"Nyebelin.. ya udah akan aku anggap kakak orang gila yang sedang tertawa sendirian. Hahaha.. ya kan Nis?." Gita meledek.


Angga hanya memperlihatkan ekspresi dinginnya dengan mata tajamnya pada 2 perempuan di belakangnya tanpa berkata apapun, membuat dua sahabat itu diam seketika menghentikan tawanya.


Angga kembali fokus menyetir kembali, berharap cepat sampai.


Saat mobil itu berhenti di rumah Nisa, dia menyuruh Gita menunggu sebentar, mengambil kado misterius yang sempat terbawa oleh Nisa.


"Nih Git..! Lo ambil trus lo buka, gue tadinya penasaran cuman.. itu kan buat lo jadi gue gak ngintip sama sekali ko isinya apa. Hehe.." Ucap Nisa sambil memberikan kado yang dipegangnya.


"Makasih ya kak Angga udah nganterin Nisa." Ucapnya lagi menghampiri kaca mobil, Nisa berusaha menampilkan senyum termanisnya, tapi laki-laki itu tak menjawab, hanya anggukan kecil saja yang didapat Nisa.


Ya ampun, kaku banget nih babang nya Gita, tapi.. gue suka. Batin Nisa


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan pulang yang memang hanya butuh beberapa menit lagi. Karena jarak rumah Nisa dan Gita tidak terlalu jauh.


Sepanjang perjalanan kini Angga yang dibuat penasaran dengan isi kado itu dan cerita apa yang ada dibalik itu semua, namun Gita tidak bergeming, dia hanya diam, karena kakaknya pun tadi melakukan hal yang sama padanya.


Haha.. tuh kan giliran kak Angga sekarang yang kepo, gue biarin aja lah, biar dia mati penasaran. Pikir Gita.


***


Keesokan harinya Gita bersiap-siap pergi ngampus, ternyata Reza sudah ada di dalam rumahnya.


Dia datang bahkan sarapan bersama keluarganya, Reza juga bersikap manis yang berlebihan pada kak Angga.


Ada apa dengannya? Batin Gita.


Hingga saatnya sarapan itu selesai dan Gita pamit pada keluarganya untuk pergi ke kampus.


Bu Hanna menyayangkan penampilan Gita yang berubah seperti biasanya lagi. Padahal sebelumnya dia sudah senang dengan perubahan Gita, tapi itu sudah menjadi keputusan anaknya.


Reza pun tak masalah dengan penampilan Gita yang dulu, karena mau berpenampilan bagaimanapun Gita ya tetap Gita.


Saat mobil Reza melintasi bagian halaman kampus, mata para mahasiswa tertuju pada mobil hitam itu, mobil yang memang biasa dipakai Reza.


Semua berbisik saat melihat Gita yang keluar dari mobil itu, mereka sangat menyayangkan jika Reza yang populer di kampus dekat dengan gadis biasa bahkan berpenampilan aneh.

__ADS_1


Karena Reza buru-buru, dia tidak sempat mengantar sampai ke dalam. Tapi itu justru membuat Gita lega.


Tapi baru juga mobil hitam itu pergi, sudah ada beberapa wanita yang menghadangnya.


"Hey.. lo Gita kan? Lo punya hubungan apa sama kak Reza? Cantik enggak, miskin pula tapi begitu percaya diri mendekati Reza."


"Bukan urusan kalian. Lagipula gak ada kerjaan banget sih kalian, demi si Reza kalian ngelakuin ini, yang bahkan dia sama sekali tidak peduli sama kalian. Ya ampun"


"Berisik lo! udah miskin belagu pula."


Gita tidak mau pagi-pagi menambah keributan, dia berjalan melewati mereka.


Bukk..


Gita tak menyangka jika salah satu dari mereka membuat wanita itu terjatuh.


Sial… mereka bener-bener ngajakin ribut. Pikir Gita


Tiba-tiba ada lelaki yang menolong Gita, membantunya berdiri, bahkan memarahi para wanita itu, yang membuat mereka membubarkan diri.


Sebenarnya Gita mampu membuat mereka pergi, tapi dia sedang tidak ingin menghamburkan tenaganya.


"Makasih.." Ucap Gita pada lelaki itu, lalu Gita melangkah pergi.


Lelaki tadi mengangguk lalu berteriak, "Denis… ingat Gita namaku Denis, aku yakin kita akan ketemu lagi."


Gita tak menghiraukannya dan berlalu pergi.


Gue tahu kalau lo itu bukan orang biasa, gue harus dapetin lo. Gumam Denis


***


Kalau untuk Reza sepertinya dia mulai suka tapi masih tidak mau mengakuinya pada Gita ataupun orang tuanya, dia hanya mengakuinya saat menggertak Angga saja yang dipikirnya adalah saingannya.


Malam ini bu Maya dan bu Hanna mempersiapkan sesuatu, makan malam dan tiket nonton untuk anak-anak mereka. Acara yang disusun dan berharap semuanya lancar.


Saat Gita pulang, dia didandani bu Hanna tanpa keluar satu alasan dari ibu itu.


"Kenapa harus dandan sih mah? Ada acara apa?."


"Udah kamu tenang aja, pokoknya beres deh."


"Apanya coba yang beres? Sedikit kepo sih, tapi ya sudahlah gimana mamah deh, anggap aja Gita bonekanya mamah. Huft." Keluh Gita.


"Hahaha… Gita-Gita."


Kini wanita itu pasrah, memakai baju pilihan ibunya, didandani ibunya, bahkan memakai softlens yang baru pertama kali ia pakai.


"Mah.. perih mah."


"Bentar, bentar kamu jangan panik dulu, ini gapapa ko sayang."


Setelah benda itu terpasang, Gita mengedip-ngedipkan matanya.

__ADS_1


"Ko terasa mengganjal gini ya mah? Gak enak dipakai loh mah, apa ukurannya kegedean?."


"Itu cuma perasaan kamu aja Git, nanti juga lama-lama biasa."


"Lagian kenapa harus pake ini segala sih mah?."


"Mamah cuma mau kamu berpenampilan cantik, coba deh kamu ngaca..!"


"Hmm.. iya seperti bukan Gita."


"Ya udah Gih berangkat, nanti kamu dianter sama kak Angga."


"Ok deh kalau sama kakak aku gak masalah."


Gue kira mau ketemu si Reza rese, ternyata sama kak Angga, alhamdulillah. Batin Gita


Mereka akhirnya pergi bersama, Gita sempat heran melihat penampilan kakaknya yang biasa saja, tidak ada istimewa-istimewanya, sementara dia harus berdandan bahkan sampai 1 jam penuh.


Tapi Gita mulai berpikir positif, dia mencoba menikmati malam ini.


Kak Angga memesan 2 tiket nonton, dan menyuruh Gita masuk lebih dulu karena Angga beralasan akan pergi ke toilet. Padahal dia menunggu Reza untuk memberikan tiket yang satunya lagi.


Ternyata film sudah mulai, Reza mulai mencari nomor kursinya, dia sempat kesulitan karena keadaan lampu yang sudah dimatikan.


"Kak Angga lama banget sih, tuh film nya dah mulai, duduk cepat..!" Ucap Gita tanpa menoleh ke arah Reza, menganggap itu adalah kakaknya.


Reza sama sekali tak bersuara dan tak menjawab ucapan Gita.


Lebih baik gue dianggap kakaknya. Batin Reza langsung duduk disebelah Gita


Ternyata yang Gita tonton adalah film horor, itu memang salah satu film kesukaannya selain film action, bahkan Angga pun mempunyai selera yang sama.


Berbeda dengan Reza, kini dia berkeringat dingin, matanya terus terpejam tak mampu meneruskan film yang ia tonton.


"Kak seru ya, ih tapi kurang greget, lucu kak lihat deh masa kepalanya copot trus menggelinding." Ucap Gita sambil tertawa, lalu melingkarkan tangannya pada Reza yang dia anggap Angga.


Apanya yang lucu? Dia pikir ini film komedi apa?, ya ampun kapan filmnya selesai? Batin Reza


Saat adegan menegangkan Reza sempat membuka matanya dan dia berteriak histeris bahkan bersembunyi dibalik pundak Gita.


"Ya ampun, aku kaget kak, sejak kapan kakak takut film horor?." Gita merasa heran. Tapi karena film itu seru menurut Gita, ia mengabaikan seseorang yang bersembunyi di balik tubuhnya dan melanjutkan menonton.


Saat film selesai, dan lampu dinyalakan, betapa terkejutnya saat melihat Reza yang meringkuk dengan tangan bergelayut manja di tangan Gita, bahkan sedikit terasa badannya bergetar.


"Reza, ngapain lo disini? Mana kak Angga?."


Tanya Gita.


Tapi Reza tak menjawab pertanyaan itu, Gita dan Reza berdiri dan berniat keluar ruangan.


Buukk…


Seseorang terjatuh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2