
Pria misterius tadi, berpura-pura membetulkan sesuatu, tangannya memang memegang peralatan untuk menservice AC, namun matanya mencari keberadaan seseorang.
Dia datang setelah Reza pergi, karena pria itu hanya mampir sebentar.
Apakah dia memang tidak ada disini? Tapi si Bos ingin anak itu ketemu hari ini, astaga. Pikir lelaki itu
"Maaf non, apakah saya bisa menggunakan toiletnya sebentar?." Pria itu
"Boleh, sebelah sana Mas, lurus belok kanan ya..!" Gita
"Iya , makasih non." Pria itu
"Sama-sama." Gita, dia melanjutkan kegiatannya menonton drakor ditemani cemilannya.
Pria tadi dengan segera menyusuri bagian rumah, berharap dia menemukan sesuatu itu, agar segera mendapatkan bayaran dari bos nya.
Tidak ada wanita yang seperti di foto tadi, apa aku salah rumah? Pikir lelaki itu
Kirana yang sedang asyik menyiram bunga-bunga yang berada di taman belakang, karena hari juga sudah sore, tanaman itu harus disiram.
Kirana sama sekali tidak mempunyai firasat buruk. Dia begitu merasa hari ini sangatlah menyenangkan, setidaknya ia tidak melihat wajah papanya dan juga Jani yang membuat emosinya meluap karena rasa sakit.
"Tante, bunganya cantik-cantik ya?." Kirana
"Iya, kan tante yang merawat setiap hari, kalau Gita mana mau dia. Hehe." Hanna
"Emm kak Gita gak suka bercocok tanam ya tante?." Kirana
"Iya, ya.. tante hanya ingin saja berkebun untuk menghilangkan kejenuhan tante, lagi pula tante bete kalau dirumah sudah tidak ada anak-anak, rasanya sepi.hehe." Hanna
"Oh gitu ya tante, kak Gita dan kak Angga apa mereka suka bertengkar?." Kirana
"Itu sih sering… hahahha tante juga merasa heran, ada saja yang mereka ributkan, tapi bikin suasana rumah rame." Hanna
"Aku pengen deh punya saudara, biar gak ngerasa sendiri begini tante." Kirana
"Jangan sedih gitu dong, kan banyak yang peduli sama kamu, harusnya kamu bersyukur akan hal itu." Hanna
"Iya tante, alhamdulillah.hehe" Kirana
"Tunggu disini ya, tante bawain minuman dingin dicampur ice cream, biar mood kamu bisa happy..!hehe..." Hanna
Kirana hanya mengangguk pelan, dia begitu menyukai sosok Hanna, ibu yang lembut namun bisa mengerti, bisa dijadikan sahabat atau teman curhat, nyaman jika mengobrol dengannya. Meski sedikit cerewet saat mengomeli anaknya, namun bagi Kirana itu adalah bentuk kasih sayang.
Karena saat dia tinggal bersama Jani, ibu itu tidak pernah mau duduk berbincang dengannya, hanya berbicara seperlunya saja.
Jika dia mendapatkan nilai yang bagus atau jelek, ibunya itu tidak peduli, tidak mengomel seperti layaknya ibu yang lain.
Dulu memang Kirana merasa heran, kenapa ibunya berbeda, namun kini setelah dewasa dan setelah dia tahu kebenarannya dia kini mengerti bahkan sangat paham akan hal itu.
Hanna datang membawa minuman segarnya itu, membuat Kirana membuyarkan lamunannya tentang masa lalu.
__ADS_1
Mereka menikmati minuman itu bersama, membiarkan Gita sendirian dengan drama koreanya.
"Aku ajakin kak Gita dulu ya tante?." Kirana
"Gak usah, dia memang fokus kalau lagi nonton film kesukaannya, gak bisa diganggu.hehehe." Hanna
"Oh, kalau libur kak Gita suka nonton." Kirana
"Iya, bisa seharian loh, kalau tante ajak ngobrol gak pernah nyaut, dia emang gak peduli dengan dunia nyata saat fokus dengan film nya itu." Hanna
"Hehehe.. kak Gita lucu ya tante, saking serunya kali ya?." Kirana
"Iya, biarin aja, nanti kalau lapar juga dia makan, ambil makanan sendiri sambil lanjut nonton, kalau ada Angga sih sudah digangguin terus tuh." Hanna
"Kak Angga belum pulang ya?." Kirana
"Iya, sebentar lagi." Hanna
Mereka berbincang dengan asyiknya, sampai tidak menyadari ada yang memperhatikan mereka.
Apakah wanita itu yang dimaksud si bos? Pikir pria itu.
Setelah melihat keberadaan wanita yang dicarinya, pria itu berniat segera pergi dari rumah itu, namun saat dia ingin keluar, dia menabrak seseorang.
"Aduh.. " Reza
"Pak, lain kali hati-hati kalau jalan..!" Reza
"Iya, maaf tuan." Pria itu
"Saya hanya bertugas menservice AC tuan, pekerjaan saya juga sudah selesai." Pria itu
"Oh, ya sudah, bapak boleh pergi..!" Angga
Reza dan Angga kebetulan sekali datang secara bersamaan, Angga yang pulang dari kantor sedikit terlambat karena dia harus lembur beberapa jam.
Sementara Reza, dia baru saja pulang dari rumahnya, dia habis mandi dan berganti pakaian.
Reza ingin terlihat segar dan wangi saat bertemu Gita lagi.
Gita yang lagi asyik nonton sedari tadi terkejut karena kedatangan Reza,
"Loh kamu balik lagi?." Gita
"Iya, aku kan mandi dulu, biar wangi sayang." Reza
"Hmm.." Angga seakan protes saat Reza memanggil Gita sayang.
"Aduh adik kakak, masa diapelin pacarnya masih belum mandi, mandi gih..!" Angga
"Hehehe.. iya kak." Gita, gadis itu langsung berlari ke kamarnya, dia merasa malu melihat pacarnya yang sudah rapi dan wangi. Gadis itu bergegas mandi.
__ADS_1
Angga mencari keberadaan ibunya, sementara Reza menunggu di ruang tamu. Saat Angga melihat keakraban ibunya dan Kirana, Angga mengukirkan senyumannya.
Syukurlah, aku bisa melihat dia tersenyum lagi. Batin Angga
Angga menyapa ibunya, lalu pergi untuk mandi dan berganti pakaian, karena ada tamu dirumah (Reza), Hanna dan Kirana memutuskan untuk menemui dan menemani Reza.
Bu Hanna menyambut hangat calon menantunya itu, dia kembali ke dapur menyiapkan minuman dan cemilan, Bi Mina sedang sakit sehingga tidak ada pelayan khusus, hanya ada pelayan biasa yang bertugas membersihkan semua bagian rumah.
Setelah Gita dan Angga selesai berganti pakaian, mereka pun berkumpul bersama, berusaha menghibur Kirana, bahkan Gita menjadi topik utama karena beberapa tingkah konyolnya.
"Kamu tahu Za, aku punya video lucu loh, kamu mau lihat?" Angga
"Video apa?" Reza
"Iya, video apa sih?" Gita
Namun Angga malah memperlihatkan video itu pada Kirana terlebih dahulu, Kirana yang duduk disamping Angga.
"Ih Kak Angga , jahil bangt deh, mending hapus aja..!" Kirana
"Iya, nanti dihapus kalau semua sudah melihatnya." Angga
Sementara Reza dan Gita saling memandang satu sama lain, mereka penasaran dengan video yang dimiliki kakaknya itu.
Video itu diputar untuk Reza, sementara Gita tidak diperbolehkan melihatnya, membuat gadis itu kesal.
Saat video itu diputar, Reza menahan tawanya.
"Astaga, pacarku terlalu lelah rupanya.hehe."
"Maksud kamu aku?." Gita
Dia merebut ponsel Angga, melihat videonya yang sedang tertidur karena lelah di dalam mobil, bahkan mendengkur keras.
Gita merasa malu terhadap Reza, dan marah terhadap kakaknya.
Gita berdiri dan menyiapkan jurusnya, mengejar Angga terus menerus, membuat semua orang yang melihat termasuk Hanna dan Baskoro merasa heran dengan dua anaknya itu yang selalu saja berlarian di rumah.
"Apa mereka pikir inu taman bermain mah?." Baskoro
"Sudahlah, biarkan saja pah..!" Hanna
Kirana tertawa bahagia melihat tingkah adik kakak itu, sementara Reza merasa bersyukur melihat senyum Kirana, dia yakin gadis itu mulai nyaman tinggal di rumah ini.
***
Pria misterius tadi langsung menuju mobilnya dan menelepon seseorang.
"Bos , wanita yang anda cari ada dirumah ini." Pria itu
"Kirimkan alamatnya..! Dan nanti malam ikut bersamaku untuk menjalankan rencana kedua..!"
__ADS_1
"Ok Bos."
Bersambung..