Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Ke kampus bersama


__ADS_3

Keesokan harinya saat Gita berniat pergi ke kampus dan baru saja ingin keluar dan membuka pintu.


"Astagfirullah.." ucap Gita, lalu dia menunduk dan mengangkat kedua telapak tangannya dan membaca ayat kursi cukup keras.


"Kau pikir aku hantu, hah?." Ucap Reza kesal.


Reza datang untuk menjemput Gita, dia diperintahkan ibunya melakukan itu selama 1 bulan sesuai perjanjian.


Reza begitu kesal saat dapat perlakuan seperti itu dari Gita, dia benar-benar bisa stress menghadapi wanita seperti itu, jika biasanya ia menghadapi wanita manja yang suka belanja lama, namun ini berbeda, lebih menyebalkan untuknya.


"Upss sorry..hehe, lagian lo dateng gak bilang-bilang sih, mau ngapain?."


"Jemput lo lah.."


"Cie, ceritanya lagi deketin gue nih?." Goda Gita.


"Amit-amit… gue cuma disuruh nyokap, gue gini juga cuma sebulan, dan setelah itu END. Gue akan bebas dari cewek jadi-jadian kaya lo. Paham?."


"Gue juga males kali deket-deket sama lo, ihh dasar cowok murahan"


"Gue murahan? Gue itu tampan, populer, makanya banyak cewek yang ngejar-ngejar gue. Yakin deh, di hidup lo gak pernah ada cowok yang ngejar-ngejar gitu kan? Haha.."


"Berisik, cepet jalan..! Katanya mau nganterin gue."


"Iya terpaksa."


Mereka pun akhirnya pergi bersama, naik mobil milik Reza, tapi karena lelaki itu tidak ingin merasa malu, akhirnya Gita diturunkan di belokan sebelum kampus mereka.


Gita benar-benar kesal, tapi dia akhirnya mau turun karena dia juga tidak mau jika nanti di hadang cewek-cewek yang cemburu padanya karena ke kampus bersama Reza.


Gadis itu berjalan dan terus berjalan, tanpa terasa dia sudah sampai di taman kampus, dia duduk dan mulai minum. Dia berjalan cukup jauh membuatnya sedikit lelah.


Nisa yang melihat sahabatnya itu, langsung datang menghampirinya.


"Hey Git, lo udah sampe duluan ja sih.. tumben gak kesiangan? Hehe.."


"Hmm.. jangan bercanda deh, gue lagi kesel sama orang pengen makan tu orang."


"Pagi-pagi udah emosi aja, kesel sama siapa sih?."


"Sama cowok murahan."


"Hahaha.. biasanya cewek yang murahan, lah ini… gimana maksudnya sih Git?."


Gita akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpanya dimulai dari acara makan malam sampai kejadian pagi ini, sahabatnya itu malah menanggapinya dengan tertawa lepas.


"Gue gak lagi ngelucu Nis, gue lagi ceritain kesialan gue, harusnya lo ikut prihatin..!"

__ADS_1


"Hehe.. maaf maaf, ya udah sih cuma sebulan kan? Nanti lo tinggal bilang gak mau deh sama ortu lo..!"


"Tapi Nis, sebulan itu kan lama, baru sehari aja ketemu sama tu orang udah bikin wajah gue kerutan, bikin darah tinggi gue naik, gue gak tahan Nis."


"Sabar... yuk ah masuk, mata kuliah bentar lagi mulai."


Gita berjalan dengan langkah yang pelan, kakinya terasa berat dan terasa jika ia menyeret kakinya itu, hari ini dia benar-benar kehilangan semangat pagi karena kedatangan Reza.


Selama Dosen memberikan penjelasan, pikiran Gita melayang, dia juga memikirkan cara agar bisa secepatnya membatalkan perjodohan itu, dia tak sanggup jika harus bertemu setiap hari bahkan selama sebulan dengan Reza.


Nisa mengajak sahabatnya yang sedang galau itu untuk makan di kantin kampus karena Dosen pun sudah selesai dengan materinya, tapi Gita malah meletakkan kepalanya itu diatas meja.


"Gue gak laper Nis, gue mau tidur aja disini, gue gak semangat nih." Ucap Gita lalu dia memejamkan matanya.


"Ayolah.. kalau lo gak makan nanti sakit, ayo cepet..!" Ucap Nisa memaksa.


Dia menarik tangan sahabatnya itu, menyeretnya sampai ke kantin kampus dan duduk disana.


Karena Gita tidak menjawab saat Nisa bertanya perihal makanan apa yang mau dia pesan, akhirnya Nisa memesankan menu yang sama dengannya, tak lupa dengan level kepedasan yang lumayan pedas agar Gita semangat lagi.


Tidak lupa dia memesan es jeruk yang segar, dia berharap Gita berselera makan.


"Ayo makan Git, kalau udah dingin kan jadi gak enak..!"


Gita memakan makanannya dengan terpaksa, memang dia lapar tapi dia terlalu malas untuk melalui hari ini, apalagi hari-hari selanjutnya, yang pasti akan lebih menyiksa dirinya.


Saat lidahnya terbakar, dia mulai menyeruput es jeruk yang dingin dan asam itu, bukannya mereda tapi rasa panas di mulutnya semakin menjadi-jadi.


"Astaga, gue butuh air hangat Nis bukan air es."


"Haha… lo lucu tau kalau lagi kepedesan gitu."


"Malah ketawa lagi, bukannya ambilin airnya."


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyodorkan air teh hangat.


"Nih ambil, belum gue minum ko." Ucap Reza


Karena tak kuasa menahan panas dimulut, akhirnya Gita mengambilnya, meminumnya sampai habis.


"Lo gak masukin racun di minuman ini kan?." Tanya Gita penuh curiga.


"Lo itu udah ditolongin bukannya terimakasih malah memfitnah orang sembarangan, sini balikin air gue, kalau perlu lo muntahin lagi..!" Ucap Reza kesal.


"Sayangnya, udah gue minum dan gak mungkin gue muntahin, orang gue gak pengen muntah ko dipaksa, yu ah Nis kita balik ke kelas..!" 


Niat Gita meraih tangan Nisa lalu menyeretnya, satu dua langkah, tiba-tiba langkahnya terhenti.

__ADS_1


"Ayo Nis cepet..!"


Saat Gita menoleh, ternyata tangan yang dia pegang bukan tangan Nisa.


Ya ampun, kenapa gue bisa se'oon ini sih, dasar maemunah.. gimana dong? Gue harus gimana?


Gita melepaskan tangan itu perlahan, dia menunduk dan dengan cepat menghampiri Nisa lalu pergi melalui arah lain.


Reza hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir dengan kelakuan gadis itu.


Karena Gita mengambil arah lain, dia tidak jadi kembali ke kelasnya, dia malah diam di taman kampus.


"Aduh gue cape Git, udah ah berhenti, kita duduk disini aja dulu, lo kenapa sih? Lo salting karena ada kak Reza? Astaga jangan-jangan…. Cie.." Ucap Nisa menggoda temannya itu.


"Udah deh, lo jangan ngebayangin yang enggak-enggak..!"


"Trus gue harus bayangin yang iya-iya gitu? Haha.."


"Omes lo ah, gue malu tau, ko bisa ya gue tadi salah narik tangan dia. Hmm.."


"Haha… lucu Git, oh iya pulangnya kamu bareng dia lagi?"


"Sepertinya begitu. . Aarrgghh padahal gue udah hilang muka sama dia gara-gara tadi."


Gita mulai frustasi dengan keadaannya saat ini. Tiba-tiba datanglah 2 senior yang memang sengaja menemui Gita.


"Heh.. lo jangan sok cantik deketin Reza, pake tarik-tarik tangan dia segala lagi, ngaca dong..! Lo sama dia tuh antara bumi dan langit. Paham!."


Ya ampun, ternyata penderitaan gue belum usai, tapi...malah bertambah..


"Hahaha… gue juga gak tertarik tuh sama cowok murahan itu, ambil sana! Paling kalian cuma di manfaatin dia, bisa jadi di icip-icip doang, dinikahin kagak. Hahaha.."


Ucap Gita, dia sama sekali gak takut.


Dua wanita yang Gita tahu adalah kakak kelasnya itu kini mulai marah, saat mereka ingin bermain kekerasan, saat tangan mereka mulai meraih rambut Gita seakan ingin menjambaknya.


Gita sama sekali tidak takut, dengan cekatan dia mengeluarkan jurus bela dirinya, dua senior itu pun jatuh terjungkal, dan mereka pergi karena tak bisa melawan Gita.


"Awas lo ya..!" Ucap salah satu dari wanita itu.


Sementara Nisa hanya bertepuk tangan, dia tahu betul bahwa sahabatnya itu sangat jago, dan terkadang Nisa memanfaatkan Gita sebagai bodyguard nya. Hehe..


Sementara di balik pohon, ada seseorang yang melihat kejadian itu.


"Menarik.." Ucap laki-laki itu. 


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2