Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
# Gea Dan Gio


__ADS_3

Episode Ekstra 5


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya, jagain anak kita!" Reza


"Iya, sayang.. kamu kaya yang gak tahu aja kelakuan mereka seperti apa," keluh Gita.


"Hehe, iya makanya jagain, jangan sampai lengah dan kamu jadi korban mereka!" Reza


"Iya…" Gita


"Gea, Gio… sini sayang, Papah berangkat kerja dulu ya?" Reza


"Iya Pah, hati-hati." Gea


"Pah, pulangnya bawa mainan ya!" Gio


"Hmm, oke, asal kalian jangan nakal di rumah. Kasian Mamah kalian." Reza


"Siap kapten" Gio


Reza pun berangkat kerja meninggalkan istrinya itu, yang harus mengurus 2 bocah kecil yang terkadang manis dan terkadang menyeramkan.


Bagaimana tidak menyeramkan, disaat baru saja 5 menit kamarnya dibersihkan ternyata sudah mereka buat berantakan lagi, membuat Gita pusing, dan akhirnya membiarkan semuanya berantakan.


Dia sebenarnya ingin mempekerjakan baby sitter, tapi semua baby sitter hanya bertahan 1 minggu, itu pun yang paling lama. Membuat Gita terpaksa mengurus mereka berdua sendirian, dan untuk pekerjaan rumah seperti memasak, menyetrika, ada Bi Mina yang siap sedia disana.


Reza dan Gita pindah ke sebuah rumah yang lumayan besar, mereka ingin anak-anaknya tumbuh di lingkungan bertetangga, bersosialisasi, ada halaman luas, dan ada kolam renang. membuatnya dengan segera pindah dari Apartemen itu.


"Gea, Gio, mandi yuk! Udah siang nih.." Gita


"Mau pake air anget Mah." Gea


"Aku air dingin." Gio


"Aku Mau duluan dimandiin Mamah." Gea


"Aku duluan." Gio


"Aku duluan." Gea


"Astaga, bagaimana kalau mandi bersama saja, biar cepet juga..!" Gita


"Gak mau." Jawab mereka kompak.


"Oke, Mamah mandiin Gio dulu pake air dingin, lalu Gea pake air hangat." Gita


"Tapi, kalau aku gak duluan aku gak mau mandi hari ini," Gea ngambek.


Astaga aku pusing sekali, kenapa mereka lahir di hari yang sama, di rahim yang sama, jika apa yang mereka suka selalu bertolak belakang?. Pikir Gita


Gita berdiam diri sejenak, dia harus memikirkan cara lain.


Dia mencoba berpura-pura menangis di hadapan mereka.


"Hu...hu.. hu.." Gita


"Mamah kenapa nangis?" Gea


"Mamah gak mau jadi Mamah kalian lagi, kalian gak nurut sama Mamah, lebih baik Mamah nak cari anak baru.. hiks… hiks.." Gita


Ayo, mempan, kalian harus luluh! Pikir Gita


"Mamah jangan sedih! Gio janji gak akan nakal lagi, Gio tetap anak Mamah kan?" Gio


"Hu… hu...hu.." Gita yang masih berpura-pura menangis dengan ditutupi tangannya.


"Gea ngalah deh Mah, biar Gio yang mandi duluan." Gea


"Kamu duluan aja Gea!" Gio


"Gio dulu..!" Gea


"Gea dulu..!" Gio


Astaga, mereka bertengkar lagi? Tadi pengen duluan sekarang mereka berdua pengen mandi terakhir? Mamahh…. Tolongin Gita. Batin Gita


Seakan mendapat keajaiban, bel rumah pun berbunyi.


Tingnong


Tingnong


Tingnong


Bi Mina yang berjalan berlenggak lenggok ingin membuka pintu, langsung disenggol Gita.


"Biar aku aja yang buka Bi."


"Non Gita….. Bibi sampai jatuh Non." Bi Mina

__ADS_1


Bodo ah mau jatuh mau ngegelinding juga, yang penting Mamah dateng. Pikir Gita


"Mamah…." Gita berhambur memeluk ibunya.


"Kayak gak ketemu setahun aja." Hanna


"Mamah itu bagaikan berkah, penolong aku pokoknya." Gita


"Penolong? Mamah curiga, ada apa?" Hanna


"Itu Mah, anak-anak ribut terus, aku pusing Mah." Gita


"Ya udah biar Mamah yang urus." Hanna


Gita akhirnya bisa bernafas lega, dia berharap ibunya akan disini sampai sore hari agar dia bisa bersantai. Jika boleh memilih, dia akan memilih bekerja di kantor papanya dari pada mengurus Gea dan Gio.


"Bi, tolong bereskan kamar saya dan kamar anak-anak ya!" Gita


"Tapi Non." Bi Mina


"Beresin aja, kan ada pawang Gea dan Gio sekarang." Gita


"Hahaha, ibu Hanna maksudnya Non? Jangan gitu Non sama ibu sendiri!" Bi Mina


"Kenyataan Bi, mereka akan seperti anak kucing saat bersama neneknya." Gita


Benar saja, saat Gita ke kamar mandi, dia melihat Gea dan Gio mandi bersamaan dengan ceria sambil bernyanyi, mereka akur guyyss…


Mereka anak-anakku bukan sih? Pikir Gita


***


Disaat Gita dan Reza mengajak anak-anak mereka ke pasar malam, Gea dan Gio begitu antusias, Gita memegangi tangan Gea agar tidak hilang, begitupun dengan Reza yang fokus pada Gio agar tidak lepas dari pandangannya.


Mereka menaiki komedi putar, namun mereka ingin papa dan mamanya ikut naik juga.


"Iya Mamah akan ikut naik, Papah juga 'kan?" Gita


"Hehe, iya, iya.." Reza


Mereka melakukan dua ronde putaran, Reza sudah mulai pusing, begitupun Gita, namun anak-anak mereka masih ingin bermain, membuat para orang tua itu terpaksa melakukannya 1 ronde lagi.


Astaga, aku ingin muntah. Batin Reza


Ya ampun, aku mulai pusing, tahan Gita, tahan! Batin Gita


Sementara Gea dan Gio masih semangat 45, membuat Reza dan istrinya itu menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ini liburan apa siksaan? Pikir Reza


Anehnya Gea dan Gio masih baik-baik saja, tak sedikitpun merasa pusing, sementara Gita menyeret anak-anaknya ke tempat yang aman lalu dia berhenti tepat di depan pedagang es jeruk dan langsung meminumnya sampai habis setelah membayarnya.


"Ah segar.." Gita


"Mamah kenapa?" Gea


"Gapapa, Mamah sedikit pusing dan perlu minuman segar, hehe." Gita


"Papah Mana?" Gio


"Astaga, tadi ke toilet, ayo kita susul saja!" Gita


Disana ada Reza yang sedang berdebat dengan beberapa preman pasar malam.


"Lo berani nyenggol gue? Lo berani sama gue?" Preman


"Maaf bang, gak sengaja." Reza


"Abang, abang, sejak kapan gue punya adek kaya lo." Preman


"Maaf om, saya benar-benar gak sengaja." Reza


"Om? Emangnya gue seperti om-om di mata lo?" Preman


Serba Salah nih, gue bingung. Gita istriku, cepatlah datang! Batin Reza


Dia tidak kuasa melawan 4 preman sekaligus, jika hanya satu sih tidak masalah untuknya.


Gita datang menghadang mereka, "jangan ganggu suami gue, pergi kalian!" 


"Hahaha, istrinya so so an romantis belain suaminya." Preman


"Hahaha…" semua preman tertawa.


Namun Gita sudah siap dengan cincinya, dengan empat gerakan dia bisa membuat semuanya ambruk.


Gea dan Gio yang baru pertama kali melihat aksi ibunya itu, mereka merasa terkejut sekaligus bangga, mereka langsung mengidolakan ibu mereka sendiri.


"Wah, Mamah hebat, mulai sekarang Gea penggemar berat Mamah." Gea

__ADS_1


"Gio juga akan jadi fans Mamah mulai sekarang." Gio


"Kalau Papah? Siapa yang jadi fans Papah?" Reza


Gea dan Gio saling berpandangan lalu mereka dengan kompak mengangkat kedua bahu mereka, membuat Reza kecewa.


Mereka melanjutkan petualangan, mereka penasaran dengan rumah hantu, Reza yang takut dia berniat menunggu diluar.


Namun Gio mengejek Papanya, membuat Reza terpaksa ikut. Anak-anak itu tidak mau digendong, mereka hanya saling berpegangan tangan.


Saat ada penampakan hantu.


"Akhhhh…." Teriak Reza


"Siapa yang teriak? Mamah takut?" Gio


"Hmm, iya sedikit." Gita


Gita tidak ingin membuat suaminya itu malu di hadapan anak-anaknya, dia terpaksa berbohong. Mereka percaya? Tentu saja karena suara teriakan Reza sedikit mirip teriakan perempuan (suara teriakannya bayangkan seperti papa zola di film papa pipi zola) hehe.. bagi yang tahu aja. :D


Tak sampai disitu, saat ada penampakan lagi, Reza mencoba berlari dan keluar dari rumah hantu itu, bahkan dia sampai salah memegang tangan yang dikiranya Gio.


"Akhhhhh…." Teriak Reza saat melihat tangannya menggenggam tangan kecil milik hantu cilik (tuyul)


Reza langsung menghempaskan tangannya, namun sempat dilihat oleh Gea dan Gio.


"Papah, hantu nya gak boleh dibawa pulang Pah!" Gea


Membuat Gita tertawa seketika, "hahahaha…"


Mereka pulang dengan membawa banyak cerita, cerita seru tentunya.


Apalagi saat bertemu nenek kakeknya, mereka bersemangat sekali menceritakan ibunya yang bisa membuat 4 orang bertubuh kekar di Pasar malam pingsan semua.


"Oma, tangan mamah lebih kecil dari tangan Papah tapi kenapa mamah bisa sekuat itu?" Gea


"Itu karena mamah suka makan sayuran, apalagi bayam, makanya sekarang Gea makan sama sayur bayam ini ya..!" Bujuk Hanna


"Iya Oma, biar kuat seperti om popay juga ya?" Gea


"Popeye?" Hanna merasa bingung.


"Iya Popeye di TV itu loh Oma." Gio


"Oh iya, nah sekarang kalian habiskan makannya ya, biar kuat..!" Hanna


"Oke Oma," jawab Gio dan Gea serempak.


***


Saat malam tiba Reza menasehati anak-anaknya agar belajar membereskan mainannya sendiri, mainan yang begitu berantakan.


"Gia, Gio kalau mainnya sudah selesai, kita beresin sama-sama yuk! Nanti gosok gigi terus tidur..!" Reza


"Besok aja Pah, Gio udah ngantuk." Gio


Datanglah Gita dari arah dapur, dia ingin mengecek anak-anaknya terlebih dahulu. Melihat Reza yang seolah frustasi melihat mainan anak-anak yang berantakan, Gita langsung bertindak.


"Gio, Gea, kenapa masih berantakan, bukannya Mamah bilang harus dirapikan lagi. Dan kalian belum gosok gigi 'kan?" Gita


"Iya Mah siap, aku beresin tapi nanti Mamah nunjukin lagi ya cara membuat orang jahat pingsan!." Gio


"Hahaha, kan sekarang gak ada orang jahatnya Gio." Gita


"Papah aja Mah yang pura-pura jadi penjahat." Gea


"Tapi nanti pingsannya juga pura-pura ya?" Reza


"Gak seru dong Pah." Gio


Gita mencoba bermain dengan mereka, dia mengejar Reza terus menerus, sampai dapat, dan Reza pun pura-pura pingsan.


"Horee… Mamah hebat." Gio


"Udah kan, sekarang kalian bereskan kekacauan ini, lalu menggosok gigi dan pergi tidur..!" Gita


"Siap Kapten." Gia dan Gio kompak.


Setelah semua selesai dilakukan mereka tidur diranjang masing-masing yang saling berdampingan, Gita menyelimuti Gea, dan Reza menyelimuti Gio.


Lalu mereka mengecup kening anak-anaknya secara bergantian. Mereka saling merangkul, dan tersenyum melihat anak-anak mereka tidur terlelap setelah dibacakan sedikit dongeng pengantar tidur.


Sejak kejadian di pasar malam itu, Gita menjadi lebih mudah merawat mereka, mereka lebih menurut dan bersikap manis pada ibunya, tentu saja agar mereka diberikan pelatihan super hero ibunya itu, agar mereka bisa tangguh seperti ibu mereka.


Kehidupan Reza dan Gita lebih berwarna dengan hadirnya si Kembar. Meski mereka masih dalam tahap belajar menjadi orang tua, namun mereka mulai menikmatinya


*


*

__ADS_1


*


Jangan lupa follow akun aku ya..! (icha_violet) karena nanti akan ada kisah Gea dan Gio saat remaja, tentunya bernuansa romansa Fantasi lagi, kira-kira apa ya yang membuat cerita ini Fantasi?


__ADS_2