
Pagi ini Pangeran Ceng berpakaian dengan cepat,
"Astaga, kemarin aku sibuk sekali sehingga lupa mengintrogasi mereka."
Pangeran ceng pun pergi ke penjara istana dengan berkuda, dia tidak ingin naik tandu dan jika berjalan pasti melelahkan.
Saat melewati paviliun milik Raja Deon, dia menyempatkan untuk mampir, dan bertanya mengenai perihal introgasi itu, tapi saat pelayan pribadi Deon menyambut dan memberitahu bahwa Raja tidak ada, ada kekecewaan di raut wajah pangeran ceng.
"Ternyata dia lagi sibuk dengan istrinya itu,, mungkin aku harus menginterogasi sendiri lalu menemuinya di paviliun Ratu.. baiklah, baiklah semangat Ceng..!" ucap pangeran Ceng
Dia melanjutkan perjalanan menuju penjara dengan berkuda sedikit kencang karena ia ingin cepat menyelesaikannya,
Setibanya disana ia melihat masih ada lebam di mata mereka, bahkan sekarang meski lebamnya tidak sebesar kemarin tapi yang tadinya lebam biru kini berbekas menghitam..
"Hahahaha… sehari tak bertemu kalian semakin mirip panda." Pangeran ceng tertawa
Penjahat-penjahat itu menatap sinis pada pangeran Ceng
"Hehe.. aku hanya bercanda agar kalian tidak tegang, , sebenarnya pada malam itu apa yang terjadi pada kalian?" Tanya pangeran Ceng
"Tidak ada" jawab singkat salah satu dari mereka
"Kalian pikir aku bodoh? Kalau tidak ada apa apa dari mana luka kalian berasal?" Tanya pangeran Ceng
"Kami hanya saling bertengkar dan saling memukul di bagian yang sama." Jawab salah satu dari mereka
"Hahaha… astaga lalu aku akan percaya semudah itu?" Pangeran Ceng tertawa kesal
"Baiklah, jika kalian tidak mau berbicara, aku akan memberi hukuman penggalan besok..!" Ancam Pangeran Ceng
Para pengawal-pengawal itu mulai berbisik bisik dan panik, mereka memang tidak begitu mempercayai pangeran, tapi mereka juga memikirkan jika kemungkinan Pangeran Ceng berbicara serius.
Pangeran Ceng berpura-pura ingin meninggalkan tempat itu, dan pada akhirnya...
"Tunggu…!" Ucap mereka kompak
"Ada apa? Jika kalian tidak mau bicara buat apa aku lama-lama disini,, aku kan seorang pangeran tentu saja aku sangat sibuk." Ucap pangeran Ceng dengan membusungkan dada
"Sebenarnya kami diserang seseorang saat ingin mengepungnya." Ucap salah satu dari mereka
"Siapa?" Pangeran Ceng penasaran
"Ah, , aku ti--dak tahu yang jelas kami hanya se--dang, berjaga berkeliling saat orang itu berlagak mencurigakan, tentu kami mengepungnya." Jawab salah satu dari mereka tapi dengan sedikit terbata-bata hingga pangeran Ceng meragukannya
"Sepertinya kalian memilih dipenggal, aku pergi." Ucap pangeran Ceng sambil melangkah pergi
Mereka panik, dan mulai berbicara dan menceritakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Apa..? Astaga,aku sedikit meragukan kalian, apa kalian tidak bisa melawan satu perempuan?" Pangeran Ceng menatap curiga
"Pangeran, kali ini kami sungguh menceritakan yang sebenarnya." Salah satu dari mereka meyakinkannya
"Baiklah aku akan memastikan terlebih dahulu, dan selama itu kalian akan tetap disini." Ucap pangeran Ceng lalu ia pergi
Para pengawal-pengawal itu saling menyalahkan, mereka bahkan mengakui kalau mereka ingin menjebak Ratu Anggrek atas perintah Selir Mey.
Mereka sungguh bingung, jika tidak mengaku mereka dihukum, jika mengaku pun mereka tetap saja menerima hukuman meski lebih ringan, sungguh serba salah,belum lagi mereka tidak tahu dengan tindakan apa yang akan Selir Mey lakukan pada mereka yang membocorkan rahasianya.
Mereka hanya bisa pasrah, dan berbaring lesu ditempat itu. . Sungguh menyedihkan.
Pangeran Ceng memacu kudanya lagi, ia berkuda dengan kencang, ia sungguh ingin menanyakan langsung pada Ratu Anggrek.
Sesampainya disana, jelas ada Raja disana,
"Pantas saja kau tidak ada di paviliun mu, ternyata kau disini .. hhemm." Ucap Pangeran Ceng
"Mau apa kau kemari?" Tanya Raja ketus
"Jangan galak-galak begitu, aku hanya ingin menjenguk." Jawab Pangeran Ceng
"Sudah-sudah kalau kalian hanya ingin bertengkar, kalian keluar saja..!" Ratu mulai berbicara dengan masih menutup mata
"Kau mengganggu waktu tidur istriku." Raja Deon kesal
"Astaga,.. kalian ini." Ucap Ratu, ia langsung bangun dan duduk di hadapan mereka dengan mata melotot
"Iya kami akan diam." Jawab mereka
"Kau yakin hanya ingin menjengukku? Karena baru kali ini aku mendapat kunjungan darimu Ceng." Tanya Ratu
"Kenapa rasanya Anggrek yang sekarang berbeda ya, dia lebih galak dan barusan dia memanggilku hanya dengan menyebut Ceng saja" gumam Pangeran Ceng dalam hati
"Apa kau sudah membaik? Aku tidak mau mengganggumu, lain kali saja aku akan menanyakan hal itu padamu, sebaiknya aku pergi." Ucap pangeran Ceng
"Ah aku baik-baik saja, hanya sedikit demam." Ratu sebenarnya penasaran dengan apa yang menyebabkan pangeran ini datang
"Hanya demam, jelas-jelas kau sakit, makanya jangan main hujan-hujanan seperti itu lagi, seperti anak kecil saja." Ucap Raja Deon melirik Ratu Anggrek
"Jadi kau sakit karena itu, tapi aku juga suka hujan-hujanan, lain kali kita main bersama." Jawab pangeran Ceng sambil tersenyum senang
"Astaga…" ucap Raja sambil menggelengkan kepalanya
"Tentu saja pasti akan menyenangkan, jangan ajak dia..!" Jawab Ratu sambil menunjuk Deon
"Hahahahhaa.." pangeran Ceng tertawa
__ADS_1
"Apa? Sudah aku rawat, aku menunggumu sampai tak tidur jadi ini balasanmu?" Tanya Raja Deon kesal
"Hmmm… aku ingin berbicara serius dengan Ceng, bisakah kau menunggu diluar..!" Perintah Ratu
"Astaga.. astaga kau benar-benar keterlaluan" jawab Raja, meski begitu ia tetap patuh melangkah keluar
Saat pangeran Ceng menatap Deon, deon menatap tajam dengan kemarahan, Pangeran Ceng langsung memalingkan wajahnya karena itu menakutkan baginya.
"Haruskah aku menanyakan langsung padanya tentang hal itu? Aku sedikit ragu tapi penasaran juga." Gumam pangeran Ceng sambil melamun
"Hem… apa yang membawamu kemari?" Tanya Ratu serius
"Begini, hari ini aku mengintrogasi pengawal yang waktu malam kemarin berada di paviliun belakang, paviliun yang kosong itu.. mereka bilang kau yang menyerangnya, apakah itu benar?" Pangeran Ceng bertanya dengan berbisik karena tidak ingin ada yang mendengarnya selain mereka.
"Hhmm… iya, itupun jika kau mempercayainya." Jawab Ratu
"Benarkah? Aku tidak pernah melihatmu berlatih beladiri atau semacamnya, kau kan Anggrek yang lemah, lembut dan anggun, bahkan pendiam." Tanya Pangeran Ceng sedikit bingung
"Jika kau tidak percaya, anggap saja mereka berbohong padamu." Jawab Ratu
"Astaga, aku jadi bingung." Ucap pangeran Ceng
"Kau kan sudah bertanya, dan aku juga sudah menjawabnya, sekarang pulanglah…! Aku ingin beristirahat.oohh kepalaku.." jawab Ratu ia sengaja ingin pangeran Ceng segera pergi sebelum bertanya yang lain lagi.
"Tapi…." Pangeran Ceng sebenarnya masih ingin tetap tinggal
Ratu berbaring, tidur menyamping membelakangi pangeran Ceng, Karena ia tidak enak hati mengganggu Ratu yang sakit, terpaksa ia pun keluar dari kamar Ratu.
"Ya sudah aku pergi, semoga kau lekas sembuh dan kita bisa main hujan bersama."
Pangeran Ceng keluar melangkahkan kakinya dengan lemas.
Saat ia membuka pintu,
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Raja Deon serius
"Tidak ada, aku mau pulang dulu." Jawab Pangeran Ceng
"Mana mungkin tidak ada, kau mau main-main denganku?" Raja mulai kesal
"Hemm… aku memang menanyakan suatu hal padanya, tapi dia memberikan jawaban yang sebenarnya sama sekali bukan jawaban, ah sudahlah aku sedang tidak ingin bicara denganmu." Pangeran Ceng pun pergi
"Ada apa dengannya? Aneh sekali." Gumam Deon,
Dan Raja Deon pun masuk untuk melihat keadaan Ratu dan menemaninya lagi.
Bersambung...
__ADS_1