
Denis ternyata memang berniat mengiping, sedari tadi dia mencari tempat yang cocok agar bisa menguping tanpa ketahuan mereka.
Dia tidak tahu jika wanita yang diincarnya itu telah dijodohkan, lelaki itu memang mempunyai misi tertentu setelah mendapatkan Gita. Itupun jika dia mampu menaklukan hati wanita itu.
"Oh iya, kado yang terakhir gue kasih, itu isinya apa Git?." Tanya Nisa.
"Gak tau, ada di kamar gue, belum gue buka. Males ah." Jawab Gita.
"Padahal buat gue aja Git, gue suka lo dikasih surprise gitu, tapi sayang gue gak punya pacar." Keluh Nisa.
"Hmm.. ya cari lah, masa jodoh terus aja ditungguin tanpa usaha.hehe.." ejek Gita
"Haha.. bener juga sih. Ok kalau Gitu mulai sekarang lo harus bantuin gue dapetin jodoh gue."
"Lah.. kenapa bawa-bawa gue?."
"Lo kan calon adik ipar gue, hehehe.."
"Ya ampun, kak Angga maksud lo? Gue gak janji ya, karena gue tahu sifat kak Angga tuh dinginnya 11 12 deh sama si Reza, , bedanya kalau Reza terkadang nanggepin salah satu cewek yang ngefans sama dia, sementara kakak gue enggak sama sekali ya, dia susah digoda." Ucap Gita panjang lebar.
"Iya gitu? Kok gue ragu ya?hehe.. kalau menurut gue Reza itu so cakep, so tajir, sedikit pecicilan ya, nyebelin juga.. tapi karena ganteng ya ok ok aja sih. Hehe, , tapi kalau kakak lo itu sempurna." Ucap Nisa sambil membayangkan wajah Angga.
"Hemm.. terserah lo aja deh."
Denis yang mendengarkan percakapan itu sedikit kesal, ternyata kado yang berkali-kali ia berikan sama sekali tidak menarik perhatian Gita, dia harus mengubah strateginya.
Mereka kembali ke kelas karena mata kuliah kedua akan segera mulai.
Begitupun Denis, dia berada satu kelas dengan Gita tahun ini, tapi karena Gita orangnya cuek, dia sama sekali tidak menyadari laki-laki itu adalah teman satu kelasnya.
Saat pelajaran dimulai, Dosen meminta untuk mengerjakan tugas kelompok.
Denis yang beruntung, ternyata dia satu kelompok dengan Gita. Membuat dia tersenyum senang sambil menyusun sebuah rencana.
***
Siang itu Reza makan di salah satu Restoran dekat dengan perusahaannya.
"Hai kak Reza." Ucap Meta yang tiba-tiba datang dan duduk di salah satu kursi yang satu meja dengan lelaki itu.
"Masih berani kamu muncul di hadapan gue?."
"Memangnya kenapa kak? Aku salah apa?" Jawab Meta yang pura-pura tidak tahu.
"Kenapa kamu kemarin masuk ke kamar gue tanpa izin?."
"Aku udah izin kak sama tante Maya."
"Lalu kenapa kamu lancang membuang semua barang milikku dilemari dan menggantinya?."
__ADS_1
"Itu model keluaran baru kak, bisa pesan ditambah foto juga, ya aku pesan saja buat kakak, aku baik kan?."
"Tapi gue gak suka."
"Tapi Meta suka kalau kak Reza memakainya apalagi ada foto aku disitu." Jawab Meta sambil tersenyum manja, dia sama sekali tidak takut dengan amarah Reza.
"Sudahlah, ngobrol sama lo tuh gak nyambung, malah bikin gue pusing."
Reza berdiri dan segera meninggalkan tempat itu, sementara Meta terus memanggil namanya. Reza teringat sesuatu, dia kembali ke arah Meta.
Meta yang senang dia berharap Reza memaafkannya dan melanjutkan makan siang bersama.
Ketika jarak mereka sekitar 1 meter, Reza berkata.
"Sekalian nanti bayarin makanan gue. Ok..!" Ucap Reza lalu membalikkan badannya dan berlalu pergi.
Meta merasa sangat kesal dia berteriak melihat punggung laki-laki itu perlahan menjauh.
"Kak Reza…"
Reza kembali ke kantor dengan aura suram, bahkan setiap karyawan yang menyapanya dia biarkan begitu saja.
Sampailah dia di ruangannya.
"Bos kenapa?" Tanya Roni
"Gue habis ketemu cewek rese." Jawab Reza.
Reza terus saja melihat jam di dinding, dia tidak sabar ingin bertemu Gita, menjemputnya saat pulang kuliah.
Ketika waktunya tiba Reza mengembangkan senyum manisnya, bahkan ketika bertemu karyawan dia tersenyum dan bilang.
"Cepat pulang, dan hati-hati dijalan..!"
Membuat para karyawan merasa bingung.
"Mood si bos lagi naik turun, kayak cewek yang lagi PMS aja." Ucap salah satu karyawan wanita.
"Bener, jadi serba salah ya kita? Tadi giliran ditanya eh ketus, pas di biarin eh dia yang nanya senyum-senyum."
"Makanya kalian harus lihat dulu mood si Bos lagi seneng apa kesel, kalianlah yang harus lebih tahu sebelum bertindak, kalian lah yang salah!" Ucap Roni yang berjalan beberapa menit setelah Reza.
Para karyawan kini hanya menunduk saat Roni memberikan nasehat.
Ya.. Bos memang selalu benar. Hehe
***
Reza kini sudah memasuki area kampus, bahkan kini dia turin dari mobilnya, berniat menyusul dan mencari Gita, bahkan dia kini membawa sekuntum bunga mawar merah. Dia mendadak menjadi romantis.
__ADS_1
Dia berjalan menyusuri setiap ruangan, mengenang masa dulu saat dia masih berkuliah.
Ah masa lalu, gue ngerasa semakin tua mengingat gue sudah gak ngampus lagi. Haha..
Gumam Reza.
Tiba-tiba bunga yang dipegang Reza ia jatuhkan begitu saja, dengan cepat dia berlari ke arah Gita yang sedang dipeluk oleh seorang laki-laki.
Dia menjauhkan dua insan itu, lalu..
Buk
Buk
Buk
Tapi laki-laki itu tak mau mengalah, sehingga terjadilah perkelahian yang tidak direncanakan.
"Hentikan..!" Teriak Gita
Namun keduanya terus saja saling memukul, sementara Wina dan temannya yang lain malah bersorak ria.
"Kak Reza.. ayo kak Reza pukul dia..!"
"Kak Reza.. kak Reza.. kak Reza." Begitu berisik suara mereka bersorak.
"Apa mereka kira mereka lagi berlatih cheerleader gitu ya Git, malah teriak-teriak begitu? Gimana dong Git, pisahkan mereka dong..!" Ucap Nisa khawatir.
"Biarin aja lah.. udah disuruh berhenti tapi masih begitu, biarin mereka babak belur." Jawab Gita
"Lo jangan kejam Gitu dong!."
"Trus gue harus gimana?." Tanya Gita, dia juga bingung.
Akhirnya dia menggunakan cara jitu, menggunakan cincin ajaibnya.
Dengan dua kali sentuhan secara secepat kilat membuat dua laki-laki yang sedang berkelahi tadi ambruk, pingsan tak berdaya, membuat para wanita berteriak lagi.
"Kak Reza…"
"Ya ampun, tapi itu jalan satu-satunya." Ucap Gita
"Lo apain mereka?." Tanya Nisa.
"Gue gak tahu, mereka pingsan sendiri." Gita berkelit.
Akhirnya dua laki-laki tadi segera dibawa ke ruangan UKS, semua orang merasa khawatir. Mengira perkelahian dua lelaki itu sangatlah sengit dan bertenaga kuat menyebabkan keduanya pingsan.
Sementara Gita yang mendengar pernyataan itu, hatinya tergelitik.
__ADS_1
Mereka cuma pingsan, aduh mereka lebay sekali, lagi an apanya yang kuat, si Reza kalau diadu sama gue pasti KO dia.. haha
Bersambung...