Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Hari Ke 2 Bekerja


__ADS_3

Bu Hanna dan Gita menghentikan tawanya tanpa menjawab pertanyaan Pak Baskoro. Lalu mereka duduk di meja makan yang berbentuk bundar itu, memang sengaja bu Hanna memesan meja makan yang tidak terlalu besar dan berbentuk bundar agar satu keluarga terasa dekat saat makan.


Memang bu Hanna tidak terlalu suka kemewahan, dia lebih terkesan lebih suka kesederhanaan dan mementingkan hal-hal kecil yang membuat keluarga semakin hangat dan harmonis.


"Pah, ko makan duluan sih, gak nungguin mamah dulu?"


"Mamah sih lama, papah udah lapar mah, Gita bangunin dong mah..! dia belum sarapan kan? Temennya juga masa dianggurin gini sih kan gak enak mah." Ucap Baskoro


"Anggur kan enak pah, haha.. ini Gita juga kan ikut sarapan, papah tega bener gak ngenalin anaknya sendiri."


Pak Baskoro berpikir sejenak, terdiam, dia belum bisa memahami ini semua.


Suaranya mirip anak gadisku, tapi kok seperti orang lain ya.. tapi.. tapi..sedikit mirip mamah waktu gadis. Pikir Baskoro


"Gita, dia Gita mah? Ko papah merasa pangling ya?"


"Iya dong, kan mamah yang dandanin Gita, bagus kan pah?."


"Dua jempol buat mamah, kayak disulap gitu ya. Kamu ternyata cantik Git, jadi inget mamah kamu waktu muda.hehe"


"Memang sekarang udah gak cantik pah?" Bu Hanna mulai merajuk


"Masih mah, selalu cantik ko. Hehe."


"Ya ampun, pagi-pagi Gita udah serasa nonton sinetron deh. . Gita udahan aja deh sarapannya, udah mau jam 8 juga nih mah."


Gita terburu-buru minum teh manis hangatnya, pagi ini cukup dengan sarapan Roti saja.


Dia berpamitan pada orang tuanya dan bergegas pergi diantar oleh sopir keluarganya.


Setelah kepergian Gita, Baskoro benar-benar penasaran dengan apa yang dilakukan istrinya hingga anaknya itu berubah menjadi cantik


Lalu bu Hanna memperlihatkan video yang didownload dari youtube, dimana video itu memutar bagaimana cara merias wajah agar terlihat cantik.


Baskoro hanya senyum heran melihat perubahan wajah wanita dalam video itu, mengerikan juga ya, bagaimana kalau ada wanita yang dihapus make up nya ternyata wajahnya jelek, termasuk penipuan kan? Pikirnya


***


Hari ini Reza diberi tahu oleh ibunya, kalau dia tidak perlu mengantar jemput Gita karena wanita itu pergi bekerja ke kantor ayahnya untuk pertama kalinya.


Hahaha.. benarkah? Gadis seperti dia apa bisa bekerja di kantor? Aku jadi penasaran. Batin Reza


Kabar itu seakan membuat mood pagi Reza menjadi lebih baik dan semangat, dia terus saja membayangkan hal-hal konyol tentang Gita yang bekerja di kantor.


Dengan penampilan Gita, dengan kemampuan Gita, tentu saja Reza meragukan keberhasilannya bekerja.


Sepanjang jalan dia terus tersenyum, bahkan sampai di kantor pun masih saja tersenyum, membuat karyawan yang melihat menjadi heran.


"Ada apa dengan bos muda? Sepertinya lagi kasmaran, bukannya tiap hari wajahnya selalu datar? Aneh ya?"


"Bener-bener.. lagi dapet undian kali."


"Udah kaya dia, gak butuh keberuntungan undian kali, emangnya kita-kita.. haha"

__ADS_1


Para karyawan tertawa senang pagi ini bergosip tentang bos mereka, sementara Reza yang baru tiba di ruangannya bersin-bersin.


"Haciim…"


"Haciim.."


Ya ampun, banyak sekali fans yang mengagumiku, mungkin mereka sedang membahas kegantenganku. Batin Reza dan tanpa sadar dia tersenyum sendirian, merasa bangga pada dirinya sendiri.


Dia mulai duduk dan membaca beberapa dokumen yang harus ia tandatangani. Nanti siang pun dia akan menemui klien nya di sebuah cafe, itu bukan masalah untuknya karena dia sudah berpengalaman berbisnis dan berinteraksi dengan klien agar tercapainya kesepakatan yang tentu saja saling menguntungkan.


***


Anggita yang baru sampai dikantor mendapat banyak perhatian, karena dia datang bersama pak Surya dan penampilannya yang cantik juga baru pertama para karyawan melihat penampilannya seperti itu, bahkan semua karyawan tidak ada yang mengenalinya yang kemarin sempat ke kantor juga.


Pak Surya memperkenalkan Gita sebagai pengganti Pak Baskoro. Memberi perintah agar semua karyawan menghormati Gita dan saling bekerjasama dengan baik.


"Mohon kerjasamanya.." Ucap Gita sambil tersenyum bahkan sedikit membungkukan badannya.


Setelah selesai memperkenalkan diri, Gita beranjak pergi menuju ruangan papanya.


Para karyawan begitu senang dengan melihat Gita yang ramah, mereka bukannya kembali ke tempat masing-masing, eh malah bergosip dulu.


"Wah cantik ya? Kaya pula.. boleh juga tuh." Ucap salah satu karyawan laki-laki dengan pelan.


"Huss… dia bos kita, mana mau dia sama kamu, jangan terlalu percaya diri begitu..!" Balas karyawan wanita disampingnya sambil menahan tawa.


"Kalau ini sih aku percaya anaknya bos, kalau yang kemarin siapa ya? Hoax tuh yang nyebarin gosip kemarin." 


"Iya yah, aku main percaya begitu aja, dari penampilan aja jelas beda, bukannya kemarin yang bilang itu Wina si OB yang rambutnya sebahu itu."


Gita duduk dengan santai, dia lebih fokus dengan cermin yang ada di samping mejanya itu.


Dia masih belum bosan melihat wajahnya yang dipoles make up itu, dan rambutnya yang digerai.


Ternyata gue cantik juga ya? Ya ampun kemana aja gue selama ini? Batin Gita


Gita bahkan ingin memperlihatkan penampilan barunya pada sahabatnya Nisa, dia berencana mentraktir sahabatnya itu, saat waktu istirahat nanti.


Tok


Tok


Tok


"Masuk.." Ucap Gita


"Ini teh hangatnya bu." Ucap Wina, OB wanita itu.


"Jangan panggil ibu dong, aku terkesan tua, panggil aja nona..!" Ucap Gita


"Iya nona, saya permisi."


Ternyata dia anaknya bos besar, cantik, lalu yang kemarin? Ah mungkin adik kakak yang tidak mirip, tapi suaranya mirip sih dengan wanita yang kemarin aku temui. Pikir Wina

__ADS_1


Dia kembali ke pantry, dan disana sudah ada beberapa karyawan yang berdiri berjajar seperti wartawan yang membutuhkan informasi.


"Hey Wina, kau bilang cewek kemarin yang penampilannya sedikit aneh itu nona muda, anaknya pak Baskoro?."


"Ah, aku hanya menebaknya saja bu, tapi jelas saya mendengar pak Surya memanggilnya nona dan begitu hormat, mungkin masih keluarga bos besar."


"Tetap saja, kamu tuh jangan menyebarkan kabar hoax..!"


"Maaf, saya tidak bermaksud begitu, saya mengatakan apa yang saya dengar, selebihnya bukankah kalian yang menebak-nebaknya sendiri"


Benar juga sih.. pikir mereka


Kebetulan Gita kembali menyusul Wina setelah OB itu keluar, dia bahkan dengan jelas mendengarkan percakapan mereka dibalik pintu yang terbuka sebagian.


Gita masuk dengan cangkir teh nya.


"Bukankah belum waktunya istirahat?, wanita yang kemarin memang aku, apa penampilanku menjadi masalah untuk kalian?."


Mereka semua kaget dengan kedatangan bos baru mereka, tambah kaget lagi dengan penjelasan bos mereka.


"Tidak bu.. kami tidak keberatan." Jawab salah satu dari mereka.


"Ya sudah, kembalilah bekerja, nanti ketika istirahat aku akan membebaskan kalian bergosip lagi..!"


"Permisi bu.." 


Mereka keluar satu persatu dan hanya tertinggal Gita dan Wina.


"Ini teh nya, aku rasanya ingin coklat hangat saja, dan kalau ada berikan aku camilan juga, lain kali jangan bergosip sebelum tahu kebenarannya, dan jangan menilai orang dari penampilannya saja..!"


"Ah, iya akan saya buatkan nona, dan maaf untuk masalah barusan."


"Ok.. nanti antarkan ke ruanganku..!"


Gita lalu pergi kembali menuju ruangannya, bergelut dengan berkas-berkas dan untuk hari ini dibantu oleh pak Surya agar Gita cepat mengerti.


Gue bener-bener butuh coklat hangat, gue butuh relaksasi dengan minuman itu, astaga dokumennya kenapa masih segitu-segitu aja sih? Keluh Gita


***


Untuk visual, sebenarnya aku agak ragu ya, karena takut para pembaca gak suka. Aku kira pembaca mungkin bisa berkhayal sesuai ekspektasi kalian.


Tapi karena ada yang request, boleh lah..


Anggita dengan penampilan tomboy :




kurang lebih penampilannya seperti itu ya.. hehe


Anggita yang udah di make over oleh bu Hanna:

__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2