Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Bergetar Lalu Kecewa


__ADS_3

Saat Andra tiba disana, dia melihat pemandangan yang aneh, anaknya sedang menyiram bunga bersama Jani dan Kirana, tersenyum bahagia, begitu manis dan menggemaskan.


Kenapa anakku bisa memiliki dua kepribadian? Pikir Andra


Kini matanya fokus ke arah Jani, tanpa sadar andra tersenyum melihat Jani yang tengah bahagia menyiram bunga-bunganya.


Andra melangkah mendekati mereka, membuat Dafa seketika berubah, dia melepaskan selang air yang dia pegang.


Sepertinya Dafa takut jika Andra akan memarahinya, dia sadar jika dia seharusnya ada di Kantor kakaknya dan bukan malah pergi ke rumah orang lain.


"Maaf Pah.." Dafa


"Maaf untuk apa? Apa kamu sudah puas bermain? Ayo kita pulang..!" Andra


"Kenapa terburu-buru sekali, tidak mampir dulu?" Jani


"Tidak usah repot-repot, hari sudah sore, sebaiknya saya mengajak Dafa pulang, terimakasih karena sudah menjaga anak saya." Andra


"Ah iya sama-sama, saya suka." Jani


"Suka?" tanya Andra, pria itu sepertinya salah paham.


"Hem, maksud saya, saya suka dengan anak-anak, termasuk Dafa, dia anak yang baik dan menggemaskan." Jani


"Hehe, saya permisi ya Bu, eh Dek, hmm.. saya permisi mau membawa Dafa pulang, sekali lagi terimakasih." Andra


Pria itu segera pergi dari sana, dia takut melakukan kesalahan lagi, dan Dafa hanya tertawa sambil mengikuti ayahnya yang grogi itu.


***


Waktu tak terasa berlalu begitu cepat, 6 bulan berlalu, perusahaan yang dipimpin Gita semakin maju, Baskoro yang sudah sembuh dia juga membantu banyak hal agar Gita menjadi pemimpin yang hebat.


Mereka menjadi partner yang kompak, jik dulu saat Baskoro dan Angga berbicara mengenai bisnis, Gita akan pergi begitu saja karena tidak tertarik dan tidak mengerti.


Namun sekarang, bahkan Gita akan berdebat dengan gigih saat pendapatnya lebih bagus dari mereka. 


Malam ini akan diadakan syukuran di kediaman Baskoro, keluarga itu mengundang anak panti asuhan tempat dimana dulu Angga ditemukan, syukuran itu juga sebagai rasa syukur atas keberhasilan Gita dan kesembuhan Baskoro, tak lupa Angga juga menambahkan acara pengajian untuk almarhum ibunya.


Ponsel Gita berbunyi, pertanda ada pesan masuk.

__ADS_1


| Git, aku lagi di indonesia nih, kita ketemuan yuk..! | Nisa


| Siapa? | Gita


| Nisa, masa kamu lupa? | Nisa


| Lo bukan Nisa yang gue kenal. | Gita


|Sama temen sendiri ko lupa sih? Aku Nisa anaknya Pak Damar, yang cerewet itu, yang dulu suka sama kak Angga, puas? | Nisa


| Hahaha, nah gue baru yakin ini lo. Abis bahasa lo aneh, aku kamu segala, biasanya juga gue lo. Hmmm | Gita


| Hmm, sore ini bisa ketemuan? | Nisa


| Gak bisa, gue ada acara syukuran nanti malam.| Gita


| Yaudah aku ikutan aja, soalnya besok siang aku udah balik lagi ke luar negeri. | Nisa


| Oke, gue tunggu di rumah..! | Gita


Gita bengong, dia merasa temannya sedikit berbeda, namun dia percaya jika tadi benar-benar sahabatnya.


Mereka juga mendapatkan bantuan gratis dari Reza, calon anggota keluarga baru mereka. Persiapan sudah 100%, saatnya menunggu kedatangan para tamu undangan.


"Assalamu'alaikum.." Nisa


"Waalaikumsalam, cari siapa ya?" Angga


"Emm cari Gita, Kak." Nisa


"Oh, tunggu sebentar ya..!" Angga


Angga memanggil Gita untuk menemui temannya didepan, tapi sepertinya Angga tidak mengenali Nisa, entah dia lupa atau karena penampilan gadis itu yang berbeda.


Gita juga nampak kaget, penampilan Nisa kini benar-benar tertutup, Nisa memakai gamis dan juga kerudung yang panjang. Sahabatnya itu sepertinya benar-benar berhijrah, membuat Gita terharu, mereka berpelukan melepaskan rindu.


"Ayo masuk Nis..!" Gita


"Lo sama siapa kesini?" Gita

__ADS_1


"Aku sendirian, naik taksi online Git." Nisa


"Hmm, oh yaudah nanti pulangnya biar sopir aku yang anterin." Gita


"Iya.." Nisa


Acara pun dimulai, semua berjalan lancar, anak panti asuhan juga semuanya hadir membuat Angga merasa senang dengan kehadiran mereka.


Saat pengajian untuk almarhum ibunya, semua orang membacakan lantunan ayat al-quran.


Nisa duduk diantara Gita dan Angga, suara Nisa begitu merdu, mampu menggetarkan hati pria disebelahnya itu, Angga mulai melirik ke arah Nisa memperhatikan gadis itu lebih lama.


Cantik, hatinya pasti juga cantik, calon istri solehah nih. Pikir Angga


Saat para tamu sudah pergi, semua pelayan membereskan sisa acara tersebut. Nisa pamit pulang kepada semua anggota keluarga Baskoro, termasuk Angga, ada juga Reza disana, sementara Maya dan Sanjaya pulang lebih dulu.


Nisa diantar oleh supir keluarga Gita, seperti yang dijanjikan olehnya.


"Git, temen kamu siapa namanya? Dia udah punya calon belum?" Angga


"Hmm, dia Nisa temen aku dulu pas kuliah Kak, masa gak kenal sih?" Gita


"Masa sih? tapi beda." Angga


"Hmm Kakak dari dulu gak menganggap Nisa ada sih, padahal dulu dia suka sama Kakak." Gita


"Hmm, dulu Kakak belum niat menikah Git, tapi pasti sekarang dia sudah punya calon ya Git?" Angga


"Dulu selera dia itu Kak Angga, tapi sekarang dia udah berubah lebih baik, pasti selera dia lebih tinggi sekarang, levelnya bukan Kak Angga lagi, hahahahaha…" Gita


Seketika Angga murung, padahal dia baru pertama kali tertarik dengan perempuan, tapi adiknya itu mematahkan semangatnya.


Hati Angga benar-benar bergetar mendengar suara merdu Nisa, namun sepertinya Angga terlambat, lelaki itu berpikir jika Nisa sudah tidak tertarik padanya.


Nisa bukannya tidak tertarik, tapi dia sudah tidak mau bersikap seperti dulu yang begitu berharap pada laki-laki, dia akan pasrah dengan takdirnya, sekarang dia lebih sibuk memperbaiki diri, berharap mendapatkan jodoh yang terbaik.


Angga memasuki kamarnya, membaringkan tubuhnya diranjang, dia menatap langit-langit, masih terngiang suara merdu gadis itu. Suara yang kini dia rindukan, begitu menggetarkan , tapi menenangkan.


aku melewatkanmu, tapi jika suatu saat aku mendapatkan kesempatan kedua, maka saat itu tiba, aku akan menghalalkanmu Nisa, batin Angga.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2