
Malam ini selir Mey terlihat lebih tenang, dia tidak terlihat tegang dan marah seperti tadi siang. Dia juga mulai mau menyusui anaknya itu, membuat Rizad sedikit lega.
Rizad begitu lelah hari ini, dia berniat pulang dan tidur terlebih dahulu, menitipkan bayinya pada beberapa pelayan yang bertugas menemani selir.
Dia hanya takut emosi selir Mey meledak dan membuat bayi perempuan itu terancam.
Selama perjalanan pulang, Rizad melangkah begitu pelan, dengan pikiran yang melayang entah kemana, dia melamun sambil berjalan.
Hingga akhirnya dia sampai dikediamannya, untung saja lamunannya disepanjang jalan tadi tidak membuatnya celaka atau bahkan tersesat.hehe
Kini dia menikmati ranjangnya, menatap langit-langit kamarnya.
"Jika nanti aku mengakui perselingkuhanku dengan selir Mey dan bahkan anak itu adalah anakku, apakah aku akan kuat mendengarkan cemoohan orang-orang. Padahal aku sama sekali tidak berniat berselingkuh, itu hanya kesalahan sesaatku."
"Haruskah dari sekarang aku menyiapkan tempat dimana aku bisa menjauh dan menjalani kehidupanku dengan tenang bersama anakku?"
"Ya.. berdua bersama anakku, karena aku tidak yakin bahwa Ratu akan melepaskan selir Mey."
Ucapnya sedih.
Tanpa terasa matanya kini terpejam, meninggalkan semua pertanyaan-pertanyaan dalam pikirannya. Hanya dalam mimpi Rizad bisa melupakan masalahnya, masalah yang terlampau rumit untuknya.
***
Malam ini menjadi malam yang menegangkan untuk Ratu.
__ADS_1
"Sayang, Pangeran kecil kita sepertinya sudah tidur.. kenapa kita tidak memanfaatkan waktu ini untuk bermesraan."
"Hmm…" jawab Ratu singkat dengan mata terpejam.
"Gue pura-pura tidur kali ya, gue takut kalau bermesraan ujung-ujungnya pasti pembobolan gawang, haisshh.. rasanya aku masih merasakan sakit akibat melahirkan."
"Sayang.. ko kamu sepertinya tidak merindukanku? Padahal sudah lama sekali bukan."
Tapi tidak ada jawaban, Ratu benar-benar berpura-pura tidur karena takut.
"Aku sudah menanyakan hal ini pada tabib istana, bukankah ini hari ke 50 , itu lebih lama dari yang seharusnya bukan, pasti tidak apa-apa."
"Kenapa sih maksa banget, gue kan takut, serasa jadi perawan lagi deh gue, gimana kalau emang sesakit pas di perawanin? No.. no.. gue pura-pura tidur aja deh, bila perlu pingsan saja sekalian." Pikir Ratu
Lalu tangannya mulai nakal menelusuri bagian sensitif di bagian tubuh Ratu.
"Hentikan… Deon hentikan, gue mohon, bukannya gue gak mau ngerasain enaknya, tapi gue takut sakitnya. Tahan Gita… tahan.. jangan membuka matamu, dan teruslah berpura-pura..!" Gumam Gita (Ratu) dalam hati.
Raja tidak mau menyerah, bahkan jika benar Ratu tertidur, dia akan melakukannya sendirian, dia sudah tak tahan 50 hari berpuasa. Dia terus saja memainkan tangannya yang nakal itu, berpindah-pindah dari bagian atas, ke tengah, sampai ke bawah, dengan sentuhan halus bahkan sampai sentuhan yang sedikit menyakitkan dan mengagetkan.
"Tahan Gita.. jangan me*des@h, jangan me*des@h, ya ampun panasnya.." gumam Gita.
Raja tidak peduli jika Ratu memang tidur, dia akan melakukan buka tutup sendiri. Hehe
"Astaga, gue udah gak tahan, ya ampun bener-bener ya si Deon ini, membuat gue kewalahan."
__ADS_1
Raja terus saja melakukan aksinya, lagipula bayinya tertidur pulas.
"Deon, apa yang kau lakukan?" Tanya Ratu yang tiba-tiba bangun dan langsung terduduk.
Tapi Raja tidak menghiraukannya, dia tidak menjawab sama sekali, dia bahkan kini membungkam mulut sang Ratu dengan bi**rnya.
Ratu hanya bisa mengikuti alur permainan sang Raja, dan terjadilah malam dimana Raja merasakan nikmatnya berbuka puasa.
"Dan pada akhirnya gue pasrah di-per-kos@ suami gue sendiri." Pikir Gita (Ratu)
"Akhirnya, aku mendapatkan hak ku yang lama tertunda." Ucap Raja Deon.
Untung saja Pangeran kecil menangis disaat mereka telah selesai dengan kegiatan malamnya. Ratu langsung menghampiri bayi nya dengan keadaan yang masih polos karena terburu-buru, membuat Deon berkomentar.
"Apakah kau ingin anak kita melihat tubuh polos wanita di usianya yang baru saja mau menginjak 2 bulan? Hehe.." Goda sang Raja.
"Ya ampun aku lupa, semua ini ulahmu Deon." Ucap Ratu kesal, dia segera berlari ke kamar mandi.
"Nanti aja mandinya, kamu ganti baju saja dulu, Pangeran pasti ingin minum ASI, biar aku yang mandi terlebih dahulu..!"
Ratu memutar tubuhnya dan berjalan menuju lemari, mengambil baju yang bersih lalu memakainya.
"Hmm.. dia yang mengganggu tidur gue, tapi sekarang dia juga yang ngatur-ngatur gue, lihat saja nanti pembalasan gue. Hahaha.." Gumam Ratu dalam hatinya, disertai senyuman liciknya.
Bersambung…
__ADS_1