Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 41 Keperluan Mendesak


__ADS_3

Pagi hari merupakan waktu yang sangat dibenci Ratu karena di waktu itu ia kan mual dan muntah, setelah beberapa saat merasakan pijatan, ia merasa lebih baik, seakan terbiasa jika mual muntah seperti masuk angin Gita (Ratu) akan kerokan di punggungnya.


"Syukurlah sudah lebih baik, aku tidak ingin membuat ibu Suri menunggu lebih lama lagi, sebaiknya kita pergi sekarang Sani..!" Ucap Ratu sambil membenarkan baju yang melorot karena sedang kerokan, dan saat Ratu menoleh ke belakang.


"Astaga, sedang apa kau disini? Mana Sani?" Tanya Ratu dalam keadaan terkejutnya itu.


"Tidak ada Sani disini, dari tadi hanya ada aku dan kamu." Jawab Raja Deon sambil tersenyum


"Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan, huh.." Ucap Ratu sambil menahan kesal, dan saat melihat bantal, ia langsung mengambilnya dan melemparnya tepat di wajah Raja Deon.


"Itu bayaran untuk pijatanmu tadi." Ratu melangkah pergi sambil menahan marah


Raja hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum puas. "Sungguh menggemaskan." Gumamnya dalam hati, ia pun mengikuti langkah Ratu keluar untuk menemui ibu Suri.


Ibu Suri menyambut kedatangan menantunya itu.


"Bagaimana keadaanmu, apakah masih mual?"


"Sudah membaik bu, apakah ibu sudah selesai sarapan?" Tanya Ratu


"Bukankah pijatan Deon sangat manjur? Hahaha… belum, ibu menunggu kalian agar bisa makan bersama, ibu juga ingin bertanya terlebih dahulu hari ini kau mau sarapan apa?." Tanya ibu Suri, ia mencoba menggoda Ratu dengan menanyakan pijatan Deon, dan pertanyaan itu berhasil membuat Ratu menunduk malu.


"Astaga memalukan, tapi bukankah wajar ya suami memijat istrinya tapi entah kenapa gue ngerasa gak nyaman membicarakan permasalahan yang begitu.huuhhh...." keluh Ratu dalam hatinya


"Emm hari ini saya mau makan Burger saja bu." Ucap Ratu


"Makanan apa itu? Sepertinya aku baru mendengarnya." Tanya Ibu Suri sambil berpikir dan mengingat-ngingat


"Ah itu makanan yang pernah saya buat di dapur istana bu, memang makanan baru, tapi koki istana sudah beberapa kali membuatnya, jadi pasti dia bisa membuatnya lagi untuk sarapan." Ratu menjelaskan


"Ah baiklah ibu juga mau coba, kita pesan itu saja ya.. kita minta koki istana membuatkannya."


Raja datang dengan wajah tersenyum lalu ia duduk ikut bergabung dengan ibu dan istrinya itu.

__ADS_1


Ibu Suri menggoda Raja Deon dan Ratu, membuat Deon menjawab dengan bangga dan senang, sementara Ratu merasa canggung dan lebih banyak menundukkan wajahnya.


"Aduh kapan sih makanannya dateng?, gue udah gak nyaman sama obrolan mereka." Gumam Ratu dalam hati


Makanan pun datang dan membuat Ratu merasa lega, ia juga sebenarnya sudah lapar sekali, akhirnya mereka sarapan masing-masing menikmati satu porsi special, Ratu benar-benar makan dengan lahap.


"Rasanya lumayan enak." Ucap ibu Suri


"Cara makannya seperti ini bu, buka mulut ibu lebar-lebar agar semua bagian bisa termakan bersamaan, lihat saja cara anggrek makan" Ucap Deon sembari mencontohkannya.


Ibu Suri mencobanya, membuka mulutnya lebar-lebar sangatlah susah baginya, apalagi dengan memasukan Burger besar itu ke mulutnya karena ia terbiasa makan sesuai aturan istana dan harus anggun, tapi kali ini ia ingin membahagiakan menantunya yang sedang mengandung. Ia mengikuti cara Ratu makan.


Sementara beberapa pelayan yang tak jauh dari sana mencoba menahan tawa mereka menyaksikan ibu Suri yang menganga sampai sebesar itu.


"Bukankah itu lucu?" Ucap salah satu pelayan


"Tahan saja, apa kau mau kita mendapat masalah."


Setelah sarapan selesai tiba-tiba pengawal pribadi Raja datang, ia membawa kabar mendesak untuk Raja bahkan membuat Raja harus segera pergi saat itu juga.


Ibu Suri khawatir akan kepergian anaknya itu, tapi itu adalah takdir seorang Raja, ia hanya bisa mendoakan keselamatan anaknya itu.


Raja berniat pergi ke perbatasan, disana terjadi serangan dari kerajaan tetangga. Beberapa terakhir memang sempat terjadi peperangan dengan kerajaan MAHEN tersebut tapi pada akhirnya perjanjian perdamaian yang menjadi keputusan dua kerajaan itu.


Maka dari itu Raja sangat kaget, bisa-bisanya mereka mengingkari perjanjian itu.


Meski ini baru penyerangan kecil di wilayah desa Perbatasan, tapi ini merupakan tanda awal peperangan karena kerajaan BRAHA juga tidak akan tinggal diam melihat rakyatnya disiksa.


Perjalanan menuju Desa perbatasan cukup jauh, Raja Deon membawa banyak pasukan karena ia takut jika tiba-tiba kerajaan MAHEN menyerang dan mengangkat senjata untuk perang.


Di dalam hati Deon terselip rasa khawatir, ia takut jika ia gagal dalam melindungi rakyatnya, ia tidak mau dihantui rasa penyesalan dalam hidupnya.


Raja akan berusaha sekuat tenaga yang ia bisa untuk melindungi rakyatnya, ia rela gugur di medan perang jika memang itu takdirnya.

__ADS_1


Keesokan harinya Raja dan pasukan akhirnya tiba disana. Keadaan desa sudah berantakan, meski tidak ada korban jiwa, tapi banyak rakyat yang terluka dan rumah mereka hancur.


Tangisan terdengar dimana-mana, mulai dari anak-anak yang ketakutan, orang tua yang gelisah dengan nasib mereka, serta lansia yang menangis tanpa suara dengan tatapan kosongnya. Pemandangan itu begitu melukai hati sang Raja.


Selama beberapa hari Raja akan memantau kondisi di sekitar perbatasan, ia harus siaga jika terjadi penyerangan lagi, ia juga akan melakukan penelusuran tentang kejadian yang sebenarnya, benarkah ini awal dari peperangan atau ada orang yang mengadu domba kedua kerajaan ini.


Raja tidak mau mengambil keputusan secara gegabah, apalagi langsung menyerang kerajaan MAHEN, itu akan sangat beresiko.


Ia akan mengirimkan beberapa orang perwakilan untuk menemui Raja di kerajaan MAHEN.


"Mungkinkah ada orang yang menginginkan dua kerajaan berperang? Hhmmm.. tapi sebaiknya memang seperti itu dan dapat diselesaikan dengan segera, aku tidak mau jika harus ada peperangan dan menelan banyak korban jiwa."


Gumam Deon dalam lamunannya itu.


*


"Benarkah akan ada perang?" Tanya Ratu khawatir


"Belum tentu Ratu, karna ini baru penyerangan kecil saja, semoga Raja bisa mengatasinya." Jawab Sani


"Astaga gimana nih kalau beneran ada perang? gue takut kalau harus liat orang mat* dimana-mana, darah dimana-dimana, trus gue bakal mat* disini juga gitu, aarrgghh…" Ratu begitu hanyut dalam pikirannya yang begitu mengerikan untuknya


"Untuk kali ini aku akan berdoa dengan sungguh-sungguh, mudah-mudahan Raja kembali dengan selamat, tidak ada perang dan tolong tuhan jaga Raja Deon. Kalau dia mat* aku bakalan jadi janda dong, huhhh…" Ucap Ratu


"Hemm.. Ratu Ratu, Ratu berpikir terlalu jauh, sampai menjadi janda segala. Hahaha"


Sani tak kuasa menahan tawanya itu


Bersambung...


...Sambil nunggu bab baru up, kalian bisa kepoin novel karya temanku :...


__ADS_1


__ADS_2