Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 60 Satu misi selesai


__ADS_3

Heri kini sudah berada di tempat eksekusi dengan banyak orang yang menyaksikannya, dia mengingat kala selir Mey dalam posisi ini, dan sekarang malah dia yang kini berada diambang kematian.


Kini Heri menginginkan keberuntungan seperti selir Mey, tapi tidak mungkin bukan jika dia tiba-tiba hamil. Hahaha


Ratu tidak ikut serta sebagai saksi karena dilarang Raja Deon. Ibu Suri begitu bersyukur karena akhirnya salah satu orang yang merugikan istana akan lenyap, dia tahu bahwa ada Heri Heri yang lainnya di dalam istana, hanya menunggu waktu untuk melihat mereka muncul dan menghabisi mereka.


Saat eksekusi akan dimulai, wajah Heri sudah pucat pasi, kakinya lemas dan jatuh berlutut tanpa perintah. Kini Heri sudah di titik pasrah dan putus asa, hingga waktu yang ditunggu-tunggu tiba, terdengar suara gong yang menandakan acara akan segera sampai pada intinya.


Dan Heri mulai menutup matanya, di dalam hatinya terbesit rasa bersalah, rasa menyesal atas kejahatan yang ia lakukan, tapi semua sudah terlambat.


Beberapa penonton mulai menutup matanya, karena tak sanggup melihat eksekusi ini. Hingga pada akhirnya pedang itu benar-benar menebas leher Heri, darah mengalir deras dan tubuhnya langsung terjatuh, tergeletak di tanah.


Raja yang menyaksikan semua ini, ia bahkan menatap tak berkedip, dan berkata.


"Akhirnya selesai juga"


Raja merasa lega sekali, akhir dari perjuangannya mencari bukti-bukti kini berhasil. Raja bergegas meninggalkan tempat itu menuju paviliun sang Ratu.


Sesampainya disana ternyata Ratu tidak ada, Raja mencari ke beberapa tempat berkeliling istana.


"Astaga, kenapa aku baru ingat, bukankah Ratu lebih sering bermain dengan si putih." Raja bergegas ke peternakan.


Dan benar saja Ratu sedang menemani dua kudanya, si Putih dan si Manis. Ketika Deon melihat si Manis, ia teringat begitu ia berjuang mencari kuda betina itu, hingga menghabiskan waktu seminggu penuh.


"Ternyata kau disini sayang?" Tanya Raja

__ADS_1


"Hmm iya, aku ingin si Manis diperiksa, aku rasa dia sedang hamil. Bukankah sudah 2 bulan si manis disini." Ucap Ratu


"Tapi tidak ada dokter hewan disini, biarkan saja nanti kalau benar hamil bukankah perutnya akan membesar?"


"Iya aku tau, tapi aku tetap ingin dia diperiksa. Kalau tidak, aku tidak akan mau tidur denganmu lagi, biar Sani yang nanti malam menemaniku." Keluh Ratu merajuk


"Astaga, mulai lagi." Pikir Deon


"Iya, iya .. baiklah, nanti akan aku suruh tabib memeriksa si Manis."


Ratu Pun tersenyum senang, Gita (Ratu) yang kini sedang hamil memasuki bulan keempat, dia sudah merasakan perutnya sedikit keras dan menonjol. Terkadang juga jika dia telat makan maka perutnya terasa kram.


Hari-hari ia lewati dengan lebih ikhlas, ia mulai membiasakan diri sebagai seorang Ratu, seorang istri, dan seorang ibu hamil.


Terkadang jika malam tiba, Gita melamun sambil berpikir kenapa akhir-akhir ini dia selalu menginginkan hal yang aneh, dia pun tidak mengerti. 


Malam ini Ratu tidak membiarkan Deon tidur di kamarnya, karena semua tabib istana sedang melaksanakan berbagai tugas di luar istana, hingga Ratu harus menunggu sampai esok hari.


"Aku tidak mau tau, kamu jangan tidur disini sebelum ngidamku ini kamu turuti." Ucap Ratu


Deon yang sudah paham betul dengan semua ini, bahkan ia mengalaminya berkali-kali, ia hanya bisa menuruti kemauan Ratu, ia melangkahkan kakinya keluar.


"Tolonglah nak..! Berhentilah meminta sesuatu yang sulit, ayah capek menghadapi ibumu yang tiba-tiba merajuk." Gumam Deon dalam hati


Akhirnya Ratu tidur ditemani Sani, Ratu merasa ia merindukan Wangi ketiak Deon, tapi ia harus berusaha menahannya, ia harus memastikan bahwa si Manis akan diperiksa sang tabib.

__ADS_1


Pernah suatu malam, ketika Ratu enggan dan malu meminta didekatkan dengan ketiak Raja.


Ia dengan terpaksa menggunakan cincin ajaibnya, hingga membuat Raja pingsan beberapa menit, Ratu hanya tersenyum mengingat kejadian itu.


"Bukankah sudah lama aku tidak menggunakan cincin ini? Sebaiknya aku harus mencari mangsa baru.hehehe..." Ucap Ratu tersenyum licik, sebelum ia terlelap.


Keesokan harinya Ratu begitu bersemangat, ia bahkan mendatangi kamar Raja pagi-pagi sekali.


Ratu terkejut melihat Raja yang masih tertidur tanpa memakai baju, hanya celana pendek saja.


"Wah rezeki nomplok buat kamu nak.." Ucap Ratu sambil mengelus perutnya.


Ratu menghampiri Raja dengan perlahan, agar Raja tidak terbangun. Hingga ia berada tepat disamping Raja, mulai mendekat dan mencium wangi ketiak sang Raja, tapi karena geli yang terasa, membuat Deon terbangun.


"Astaga, sedang apa kamu disini? Bukankah kamu tidak mau tidur denganku? Hmm.." keluh Raja


Ratu yang kaget langsung bangun dari posisinya, ia berkata jika ia ingin cepat-cepat melihat si Manis diperiksa. Ratu membangunkan Raja dengan paksa lalu menarik tangannya menuju kamar mandi.


"Cepatlah, aku tunggu 10 menit saja..!" Ucap Ratu, saat ia melangkah pergi tiba-tiba tangannya ditarik Raja Deon.


"Apakah kau tak ingin memandikanku?" Ucap Deon dengan senyum nakalnya


"Tidak, jika mandi sendiri pasti lebih cepat." Ucap Ratu lalu melangkah pergi


Deon yang ditolak, kini ia merasa lesu dan mandi sendiri dengan terpaksa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2