Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 40 Ditemani Raja Deon


__ADS_3

Setelah dari peternakan, Raja memilih kembali terlebih dahulu untuk berganti pakaian yang basah dan membiarkan Ratu diantar Sani sampai ke paviliunnya.


Ibu Suri sempat datang mengunjungi Ratu, tapi karena Ratu tidak ada, dia pun kembali lagi dan berniat berkunjung besok. Tentu saja setelah tahu Ratu Anggrek mengandung ibu Suri akan sering datang berkunjung, dan itu membuat selir Mey semakin iri.


Selir Mey memang menyuruh satu pelayan sebagai mata-mata untuk mengetahui gerak-gerik Ratu, jadi selir Mey setiap hari selalu mendapat laporan tentang kegiatan Ratu, tapi itu hanya sebatas memata-matai saja karena pelayan itu tidak mau jika harus melakukan hal yang lebih beresiko.


"Bahkan kini ibu Suri akan lebih memperhatikan Anggrek, apakah aku harus benar-benar hamil apapun caranya itu?" Gumam selir Mey sendirian di dalam kamarnya


Selir Mey menatap lukisan di tangannya dengan ekspresi membingungkan, dibilang cinta ia akui masih cinta, di bilang terobsesi emm.. sebenarnya ia bisa melepaskan hanya saja ia tak bisa karna ada paman Heri yang juga menekannya, seakan kebahagian sulit untuk ia raih.


Selir Mey tersenyum saat mengenang masa-masa dimana Deon begitu mencintainya, saat mereka saling berpegangan tangan dan menikmati matahari terbenam di pinggir pantai, saat Deon begitu memanjakannya, menyuapinya, membelai rambutnya.


"Aku merindukan itu semua Deon…." Ucap selir Mey sambil terisak, ia tak bisa menahan air mata yang jatuh di pipinya.


"Jangan menangis Mey..! Kamu harus bisa merebut Deon kembali, kamu kuat, kamu pasti bisa menyingkirkan si Anggrek itu." Ucap selir Mey, ia menghapus air mata yang sempat ia keluarkan.


*


Hari sudah malam, Ratu benar-benar tidak bisa tidur sendirian. Ia menyuruh Sani menemaninya tapi Raja datang dan menggantikan Sani, itu membuat Ratu canggung sekali.


"Kenapa harus dia sih? Gue takut diapa-apain lagi sama dia, padahal dulu juga ketidaksengajaan tapi gue hamil juga kan, terkadang gue masih gak percaya kalau gue beneran hamil, meski ini komik tapi tetep aja ini terasa, gue harus mual muntah juga kan, haduuhhh.."


"Ayo cepat tidur, bukankah ibu hamil harus banyak beristirahat..!" Ucap Deon


"Iya iya.." jawab Ratu


"Aduh, kenapa aku gak bisa bicara lebih lembut sama dia ya? Deon tunjukin dong kalau kamu tuh suka, dan bisa perhatian dengan tulus..!" Gumam Deon dalam hati


Deon mengambil selimut dan menyelimuti Ratu, ia melihat wajah teduh Anggrek, hidung mancung dan wajahnya begitu bersih, melihatnya membuat ia betah berlama-lama berjongkok di bawah dengan meletakkan kedua tangannya sedekap di sisi ranjang.


Raja mulai mengantuk, akhirnya ia naik ke atas Ranjang berbaring di samping Ratu. Batu saja ia berbaring Ratu berbalik menghadap Raja memeluknya layaknya guling, membuat Raja Deon tersenyum senang. Tapi selang beberapa detik.

__ADS_1


Buugghh…


"Aduh sakit sekali, ya ampun kepalaku.. aiishh batu saja aku merasa senang dipeluknya eh tiba-tiba aku ditendang sampai terjatuh tersungkur begini, mau marah tapi gak bisa.. hemm mau dalam keadaan sadar atau tidur sekalipun dia sama saja." Gumam Deon pelan


Raja Deon pun bangun, ia membawa tikar dan kasur kecil dan menatanya di lantai. Untuk saat ini Ia merasa lebih aman jika tidur di bawah, sementara Ratu terlihat menyinggungkan bibirnya,


"Rasain.. emang enak gue kerjain." Gumam Ratu dalam hatinya


Ternyata Ratu hanya pura-pura tidur, ia tidak mau jika harus satu ranjang dengan Raja Deon. Meski ia takut tidur sendirian setidaknya Deon masih ada dikamarnya dan terlihat olehnya, itu membuat Ratu merasa aman dan tidak ketakutan. Kini ia bisa tidur dengan nyenyak.


Pagi telah tiba, Raja mengeluh badannya pegal-pegal. Ratu Pun menyarankan untuk berendam air panas saja atau melakukan pijatan.


"Kenapa bukan kau saja yang memijatku? Apa kau tidak sadar jika ini semua gara-gara tidurmu yang kasar dan membuatku jatuh dari ranjang?." Ucap Raja Deon


"Benarkah aku melakukannya? Sepertinya kau hanya berhalusinasi, karena aku tau jika aku tidur aku tidur dengan Anggun, hmm.." Ratu mencoba mengelak.


"Kalau begitu, kita berendam air hangat bersama, bagaimana?" Tanya Raja


"Bukannya saat ini aku yang hamil dan ngidam, kenapa kamu yang seolah-olah ngidam." Ratu merasa dirugikan


"Hahahahaha… kau ini sungguh lucu, ya sudah aku berendam dan kamu hanya cukup menemaniku mengobrol saja sampai aku selesai..!" Raja tertawa, ia selalu mendapat penolakan dari Ratu, tapi justru itu membuatnya lebih bersemangat untuk sekedar menjahilinya dan mendapatkan hati Ratu sepenuhnya.


"Emmm… baiklah hanya mengobrol." Ratu menyetujuinya, ia berpikir pasti akan baik-baik saja toh itu cuma mengobrol.


Raja mulai menikmati mandi air hangatnya itu, begitu nyamannya Raja berendam sampai-sampai ia tidak berbicara apapun.


"Tadi katanya gue disuruh nemenin dia ngobrol, tapi dia diem-diem bae, astaga gue dikacangin, dia enak berendam lah gue udah kesemutan, bete pula." Gumam Gita (Ratu) dalam hati ia benar-benar kesal.


Terlalu lama Ratu menunggu, membuat ia akhirnya bicara. "Kapan kau selesai? lebih baik aku kembali ke kamarku daripada diam disini yang hanya melihatmu, membosankan."


"Hehehe… makanya jangan mengerjaiku, aku balas kan." Gumam Raja dalam hatinya

__ADS_1


"Lebih baik kau ikut berendam, dan mulai mengobrol sambil menikmati rileksasi ini..!" Ucap Raja


"Sepertinya itu nyaman, baiklah tapi aku akan tetap memakai bajuku saat berendam." Jawab Ratu


Raja pun menggeleng-gelengkan kepalanya, ia heran setakut itukah dia padanya sampai berendam saja menggunakan baju yang selengkap itu, hmmm..


Merekapun berendam bersama dan mengobrol  ringan, terkadang bercanda dengan saling mencipratkan sedikit air, mereka menikmatinya seakan mereka layaknya anak kecil yang kegirangan main air. Sampai dimana saat air itu berubah menjadi dingin, barulah mereka menyudahinya.


Sani ternyata menyusulnya, memberi pakaian ganti dan memberitahu jika ibu Suri datang berkunjung, tapi sedang berjalan-jalan sebentar mengelilingi paviliun Ratu yang memang terdapat banyak taman bunga. Dengan segera Ratu berpakaian dan bersiap-siap,karena ia tidak bisa menata rapi rambutnya itu Sani selalu siap membantu.


Mereka Pun berkumpul bersama untuk sarapan, tapi seperti biasanya dikala pagi Ratu mual muntah. Ibu Suri menyuruh Deon untuk memberi Ratu sedikit pijatan.


"Kasihan sekali menantuku setiap pagi harus mengalami mual muntah, lihatlah Deon betapa Anggrek berjuang mengandung putramu, coba bantu dia, kasih pijatan dan berikan apapun yang dia mau..!"


Saat Raja masuk, Ratu sedang membelakanginya. Tanpa menoleh Ratu yang mengira suara langkah kaki itu adalah suara langkah kaki Sani, ia langsung membuka sedikit bagian baju atasnya,


"Sani, tolong kau beri aku pijatan di leher belakang dan sedikit ke bawah dengan minyak itu, aku sungguh merasa mual..!"


Tapi tidak ada jawaban, karena Ratu mulai merasakan pijatan ia hanya menikmatinya.


"Terus Sani, tapi sedikit lebih keras ya..! Coba ke bawah lagi..! Emm sekalian kamu kerokin aja sani dibagian punggungku..!"


Ratu membuka bajunya dan mulai berbaring.


Bersambung…


...Terimakasih sudah mampir di karyaku :)...


...Setelah membaca bisa di tekan tombol like nya ya..! Komen tentang cerita bab ini ya..!...


...Rekomendasi novel yang bagus nih, bisa dibaca sebelum nunggu bab baru.. ...

__ADS_1



__ADS_2