
Ternyata Ratu dalam keadaan tidak baik-baik saja, ia tergeletak di kamar mandi, mengeluhkan kakinya yang sakit dan sepertinya terkilir.
Ratu dibopong oleh Rey dan diletakkan diatas Ranjang, Sani langsung pergi memanggil tabib istana.
"Bagaimana keadaan yang mulia, bagian manakah saja yang terasa sakit?" Tanya Rey
"Hanya kakiku saja, untung tadi aku sempat bisa menahan badanku jadi sepertinya kandunganku tidak apa-apa." Jawab Ratu
"Hmm.. tapi kaki yang mulia sepertinya terkilir, kenapa yang mulia bisa terjatuh?"
"Entahlah, sepertinya kamar mandi itu belum dibersihkan, licin sekali."
"Biar saya periksa dulu yang mulia."
Rey mengecek kamar mandi itu, ia melihat seperti ada cairan lengket di lantai kamar mandi, sepertinya memang ada yang sengaja menaruhnya. "Mungkinkah orang itu bukan pencuri tapi ia berniat mencelakai yang mulia Ratu? Astaga, semoga saja kandungan yang mulia baik-baik saja." Gumam Rey
Saat Rey kembali, ternyata telah ada tabib istana yang mengobati Ratu, kandungan Ratu baik-baik saja hanya kakinya saja yang terkilir dan perlu dipijat.
"Syukurlah kandunganku baik-baik saja." Ucap Ratu, saat Ratu melihat Sani dan pelayan lainnya mendekat lalu memegangi kedua tangan serta kaki kirinya dan kaki kanan dipegang sang tabib ia mulai panik.
"Mau apa kalian?" Ucap Ratu sedikit marah
"Ini hanya sebentar yang mulia, saya hanya ingin mengobati kaki anda yang terkilir agar tidak bengkak." Ucap sang tabib
"Lakukanlah dengan pelan!, lalu kenapa tangan dan kakiku harus dipegang seperti ini?" Ucap Ratu heran
Tanpa mendengarkan keluhan Ratu tabib itu fokus memijat sampai terdengar bunyi
"kreekkk.."
"Aaawwww sakit." Ratu berteriak sekencang kencangnya, ia kini tahu alasan mereka memegang tangan dan kakinya.
"Huhuhu.. kalian kejam" keluh Ratu sambil menangis
"Maaf yang mulia tapi ini demi kesembuhan yang mulia, jika dibiarkan terlalu lama maka akan membengkak, coba gerakan kaki kanan Ratu..! Apakah masih sakit?" Ucap Tabib istana
Saat Ratu menggerakan kakinya ternyata memang sudah tak sakit lagi, "Baiklah karena kakiku sudah sembuh kali ini aku akan memaafkanmu."
Setelah kejadian itu Ratu dianjurkan beristirahat terlebih dahulu dan jangan banyak beraktivitas, kini ia hanya berbaring di atas ranjangnya.
"Dan akhirnya Gue harus terkurung lagi dikamar ini, pasti membosankan, huh.. lain kali gue gak boleh lengah, pasti ini kerjaan si Mey.. astaga di komik gak ada kejadian kayak gini, jadi gue bener-bener gak siap deh dengan rencana jahat Mey yang selanjutnya, hati ini dag-dig-dug karena was-was" keluh Ratu sambil berusaha memejamkan matanya.
__ADS_1
* *
"Apa? Benarkah kabar yang kau bawa ini?"
"Iya nyonya."
"Kenapa dia selalu saja beruntung, dan lolos dari rencanaku? Aarrgghh.."
"Kau terus pantau mereka, dan laporkan setiap pergerakan Ratu..! Pergilah, aku ingin sendiri..!"
Selir Mey yang lagi-lagi merasa gagal, ia hanya bisa marah-marah dan melampiaskannya dengan barang-barang di kamarnya.
"Aku harus mencobanya lagi, sampai bayi itu benar-benar keluar secara paksa." Ucap selir Mey dengan senyum liciknya
* *
Malam sudah tiba, hampir setengah dari rumah yang rusak telah diperbaiki, Raja merasa telah menghamburkan waktunya percuma, karena ia berharap malam ini semuanya selesai diperbaiki, dia harus menambah pasukan lagi.
Tiba-tiba ada pengawal istana yang memberikannya sepucuk surat, pengawal itu hanya mengatakan "Surat dibawah pohon di dekat danau."
Raja mengingat surat pertama yang ia temukan, dia yakin surat ini dari orang yang sama. Saat ia membuka surat itu, Raja mulai memahami kata demi kata, antara percaya atau tidak tapi hanya surat ini harapan yang dia miliki.
"Sepertinya aku harus mencoba mempercayai surat ini, tapi apakah dia seorang peramal hingga bisa tau segalanya?hmm.." Gumam Raja dalam hatinya
Keesokan harinya, ternyata pasukan yang disebutkan oleh Raja belum terlihat sama sekali, hanya kegiatan yang kemarin yang dilakukan mereka, kegiatan memperbaiki rumah-rumah yang rusak.
* *
Para pengkhianat mulai berkumpul mengadakan rapat.
"Kenapa Raja belum mempersiapkan tentara perang?"
"Entahlah, apakah kita harus terus menunggu, dan berdiam diri seperti ini?"
"Jalan yang aman memang menunggu, tapi jika kita menyerang terlebih dahulu itu terlalu beresiko."
"Tapi jika desa ini sudah selesai diperbaiki, tidak ada kesempatan lagi karena pasti Raja memilih kembali ke istana."
"Benar juga, kita tunggu sampai siang ini."
Tanpa mereka sadari, ada salah satu orang dari pihak Raja yang menguping dan berbaur dengan mereka.
__ADS_1
* *
"Bagaimana?" Tanya Raja
"Lanjutkan rencana kita yang ke dua yang mulia." Ucap pengawal itu
"Baiklah."
* *
Tersebar kabar lagi bahwa Raja menarik kembali pasukannya dan tidak jadi berperang, dengan alasan tidak ada penyerangan lagi.
Para pengkhianat yang mendengar kabar itu merasa jengkel dan merasa dipermainkan. Mereka emosi sehingga merencanakan penyerangan lagi ketika malam hari meskipun resikonya tinggi, mereka akan menggunakan baju yang biasa dipakai prajurit dan Rakyat kerajaan sebelah, untuk mengkambing hitamkan mereka.
Raja yang mendapat laporan tentang hal itu, ia hanya tersenyum dingin dan licik, "Masuklah ke dalam perangkapku..! Hahaha" ucap Raja Deon
Raja dan para pengawal berpura-pura fokus dengan perbaikan desa, prajurit Raja pun ia sembunyikan di suatu tempat. Mereka bersembunyi agar tak terlihat lawan.
Para pengkhianat itu mulai menyerang dengan rasa percaya dirinya ,mereka menyerang dengan 200 tentara kebanggaannya, perkelahian pun tak bisa dihindari, Raja mencoba bertahan dari serangan mereka yang jumlahnya lumayan banyak, ada beberapa pengawal Raja yang terluka, tapi Raja harus fokus pada rencananya.
Saat para pengkhianat mulai merasa senang, tiba-tiba banyak prajurit kuda yang mengepung mereka dari semua arah, jumlahnya bahkan 1000 tentara. Membuat lutut mereka tiba-tiba lemas seakan kaki mereka tidak berpijak.
Peperangan pun tak bisa dihindari, tetapi rakyat desa perbatasan sebelumnya sudah Raja amankan di tempat yang jauh dari lokasi peperangan agar tidak ada yang terluka.
Para pengkhianat seakan tak percaya jika kematian mereka sudah didepan mata, peperangan pun terjadi, Raja begitu bersemangat karena dia benci orang-orang yang berkhianat.
Beberapa dari mereka ada yang mat* dan luka-luka, untuk yang luka-luka Raja membawanya untuk diinterogasi atau dihukum penggalan, untuk memberi peringatan kepada yang lainnya jika berkhianat akan berakhir dengan kematian.
"Aku sangat berterimakasih pada orang yang telah menulis surat ini, terlepas siapapun itu."
Raja menyimpan kembali surat itu dan menyimpannya dengan hati-hati
Sekarang Raja tahu siapa saja yang berkhianat padanya, dia hanya perlu membuat rencana dan menyeret mereka, memerlukan waktu lama untuk mencari bukti-bukti kecurangan mereka, tapi Raja harus bersabar karena jika dia gegabah dia bisa membuat mereka lolos tanpa hukuman.
Ya, sekarang Raja bahkan sangat mempercayai surat itu, dan jika ia bertemu dengan pembuat surat itu, dia akan berusaha mengabulkan permintaannya.
"Dia benar-benar peramal hebat, tapi aku penasaran apakah dia perempuan atau laki-laki ya?." Gumam Raja sambil tersenyum ia sedikit penasaran.
Bersambung...
Rekomendasi novel hari ini, jangan lupa dikepoin ya sambil nunggu bab baru up
__ADS_1