Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Terbongkar


__ADS_3

"Emm ya enggak lah mah, dia basah gara-gara kelakuannya sendiri kok, Gita gak tau itu sengaja atau gak sengaja, hanya dia yang tahu." Jawab Gita membela diri.


"Bohong tante, mana mungkin aku membasahi tubuhku sendiri. Dia yang nyiram aku tante dia bilang jangan deket-deket Reza, sepertinya dia cemburu." Ucap Meta yang menginginkan pembelaan dari Bu Maya.


"Tante gak tahu mana yang bohong mana yang jujur, apakah di rumahmu ada CCTV nya Hanna?."


"Hmm.. sepertinya ada satu yang menghadap dapur sebelah sana."


"Sudahlah mah kita pulang aja, bawa Meta segera pulang, dia memang suka drama, aku yakin dia yang bohong." Ucap Reza.


"Kak Reza belain gadis itu? Jelas-jelas aku yang basah." Ucap Meta kesal.


Reza memilih diam, jika dilanjutkan dia pasti akan semakin emosi dibuatnya, apalagi sekarang dia kurang sehat, mendengar suara Meta yang cempreng itu saja membuatnya pusing.


"Ya udah kita cek CCTV saja, ayo..!" Ajak Bu Hanna.


Tiba-tiba Meta mulai menarik tangan tantenya itu.


"Sebaiknya kita pulang saja tantez kasihan kan kak Reza, dia juga tadi sudah mengajak kita pulang, untuk masalah ini karena aku baik hati. Aku akan memaafkan Gita kok tante, ayo pulang..!" Ucap Meta berusaha menghindari bukti.


"Bilang aja lo takut ketahuan." Ucap Gita sinis.


"Haha.. kau ini sudah dimaafkan, malah bersikap kasar begitu." Meta mulai meninggikan suaranya.


Reza yang geram, dengan buru-buru dia menarik tangan Meta.


Reza mengucapkan terimakasih karena telah merawatnya ketika sakit, dan meminta maaf atas kelakuan sepupunya yang telah menyebabkan kekacauan di rumah itu.


Meta tak terima dengan apa yang diucapkan Reza, dia ingin wanita itu disalahkan oleh semua orang, tapi bahkan Reza pun membela wanita itu, membuat Meta semakin membenci Gita.


Awas kau ya Gita, lain kali gue akan buat perhitungan lagi sama lo. Batin Meta


Mereka kini berada di satu mobil yang sama dengan saling diam, Reza tidak mau berbicara sedikitpun dengan wanita manja itu. 


Bu Maya yang bingung harus percaya dengan siapa, dia juga memilih diam selama perjalanan pulang.


Setelah sampai, Reza langsung menuju kamarnya, merebahkan tubuhnya, bahkan dia sedang tidak mau diganggu siapapun, tak lupa dia mengunci pintu kamarnya.


Udah gue duga dia akan berulah lagi, membuat gue ngerasa gak enak hati dengan keluarga Gita. Gumamnya


Dia mengambil handphone nya dan dengan segera mengirimkan pesan.


| Git maaf ya soal Meta, gue tahu kok kalau lo itu gak salah, karena gue tahu sifat Meta yang manja dan egois, bahkan selalu bersikap semaunya.| Reza


| Iya, gapapa | Gita


| Oh iya, baju kakak lo gue pake, nanti gue balikin ya.|  Reza

__ADS_1


| Ok. | Gita


Reza bingung harus membalas apa lagi, sebenarnya dia ingin bertukar pesan yang banyak, namun respon Gita selalu singkat, padat, dan jelas.


Akhirnya Reza menyimpan handphone nya dan berusaha tidur, agar badannya benar-benar kembali sehat.


Baru saja dia memejamkan mata sebentar, terdengar suara ketukan pintu yang terdengar terus menerus, mengganggu waktu istirahatnya.


Dia kesal, lalu bergegas membuka pintu.


"Gue mau istirahat, bisa gak lo gak usah berisik!." Ucap Reza


"Maaf kak, aku kira kakak gak denger karena lagi di kamar mandi, makanya aku ketuk pintunya lagi dan lagi."


"Hmm.. ya sudah pergi sana, jangan ganggu gue!"


"Kak Reza…"


Pintu itu tertutup dengan keras sampai mau mengenai hidung wanita itu.


Meta memilih pulang, karena hari ini pun tantenya ada acara bersama teman-teman sosialitanya.


***


Setelah kepergian Reza, Meta , dan Bu Maya, suasana rumah itu sedikit lebih tenang.


Bu Hanna mulai bertanya lagi mengenai hal tadi, dia percaya meski anaknya itu sedikit kasar tapi tidak akan pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.


"Aku tidak melakukannya mah, dia sendiri yang nyiram." Jawab Gita.


"Beneran? Berarti kamu harus lebih hati-hati sma dia Git..!"


"Santai aja mah, kalau sekali lagi dia begitu, Gita bogem aja dia."


"Hus.. jangan Gitu ah..! Masa main bogem-bogeman, nanti dia babak belur sama kamu, bisa-bisa dia gak bisa bangun lagi."


"Hahaha.. tapi lucu mah kalau ngebayangin dia yang babak belur."


"Udah-udah mending kamu makan dulu sana..! Mamah ada urusan mendadak."


"Iya mah."


Bu Hanna bergegas memeriksa CCTV di rumahnya, benar saja apa yang dikatakan Gita tentang wanita tadi. Seketika membuat Hanna sedikit merinding.


Serem ya, wajahnya polos, imut tapi begitu menghanyutkan.. aku harus jauhin Gita dari wanita itu. Pikir Hanna


Dia mengcopy potongan video itu dan mengirimkannya pada sahabatnya Maya.

__ADS_1


Maya yang menerima pesan dari sahabatnya itu pun merasa kaget dibuatnya, jadi seperti itu sifat asli keponakannya. Membuat bu Maya waspada dan akan menjauhi anak itu secara bertahap, dia akan berpura-pura tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.


Dia sedikit merasa bersalah pada anaknya sendiri, dulu Reza selalu disalahkan oleh Maya saat mereka bertengkar.


Reza selalu berkata tidak melakukannya, tapi Maya tidak pernah percaya, dia lebih percaya keponakan perempuannya, dia berpikir jika anak laki-laki memang terkesan nakal. Tapi ternyata sifat Meta dari kecil memang egois dan licik seperti itu.


| Aku udah nonton video dari kamu Han, maafkan keponakan ku ya Han? Aku jadi merasa tidak enak.| Maya


| Iya gapapa ko May, aku hanya memberikan bukti agar anakku tidak terkena fitnah.| Hanna


| Iya, aku juga percaya Gita anak yang baik. |


| Makasih ya sudah merawat Reza, aku benar-benar merasa tidak enak hati | Maya


| Gapapa May, sebaiknya kamu menasehati Meta biar dia tidak melakukan hal yang merugikan orang lain lagi.| Hanna


| Iya Han. | Maya


Setelah pesan terakhir itu sudah terkirim, Maya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Astagfirullah… anak itu, aku harus memberi jarak agar tidak terlalu dekat dengannya, dan juga tidak dekat dengan Reza." Ucap Maya pelan.


Sanjaya yang ternyata belum tertidur, dia merasa penasaran dengan apa yang dipikirkan istrinya itu.


Maya menceritakan semua kejadian hari ini, tapi laki-laki itu tidak kaget sama sekali.


"Kok ekspresi papah biasa aja sih?."


"Hehe.. papah sudah tahu kok kelakuan anak itu, cuman kalau papah bicara pun mamah pasti tidak akan terima, karena mamah begitu menyayangi anak itu."


"Hmm.. iya maafkan mamah ya pah, mamah terlalu menginginkan anak perempuan jadi ikut memanjakan dia."


"Kedepannya mamah bersikaplah biasa, anggap dia itu memang keponakan kita, tidak lebih."


"Iya pah.." jawab Maya.


Saat suami istri itu akan tidur, tiba-tiba terdengar suara Reza yang marah-marah.


Dengan cepat mereka menghampiri anaknya yang sedang kesal itu.


"Ada apa Za?."


"Lihat dong mah..! Keterlaluan sekali kan? Awas aja kalau anak itu besok datang kemari." Ucap Reza dengan amarah yang besar.


Sementara suami istri itu saling memandang dan tertawa terbahak-bahak.


"Hahahahhaha… itu lucu Za, cocok buat kamu." Bu Maya

__ADS_1


"Hahahahaha.. seksi." Ucap Sanjaya sambil memberikan 2 jempolnya.


Bersambung...


__ADS_2