
Angga sudah bersiap-siap dengan kostumnya, lampu sudah dimatikan, saat jam menunjukan pukul 00.00 Gita sengaja membunyikan nada alarm suara Jam dinding besar, alarm yang menggema, klasik, bahkan jarang ada yang menggunakannya.
Membuat suasana menjadi sedikit horor.
Gita berbisik di telinga Reza, membisikan namanya dengan pelan, berharap dia bangun.
Reza mulai merasa ada yang memanggil namanya, dia membuka mata.
"Kenapa gelap? Kenapa ada suara jam dinding seperti ini? Dimana gue?" Reza
Pria itu kebingungan, sehingga dimana lampu senter sengaja menyorot ke arah Angga yang sudah siap.
Dan 1, 2 ,3..
"Setan…." Teriak Reza
"Pergi, pergi sana!, kalau enggak, gue bacain do'a biar lo kepanasan," ancam Reza
Namun Angga semakin mendekat.
"Bismillah, allahumma bariklana, eh astaga kenapa doa makan?" Reza
Semua orang menahan tawanya, Maya tak habis pikir anaknya bisa salah membaca doa, apa Reza mau makan tu setan ya?. Haha…
Mereka menutup mulut mereka masing-masing agar rencana mereka tidak gagal, Angga yang paling tersiksa, dia benar-benar ingin ketawa namun dia tepat berada didepan Reza dan harus berakting berwajah datar dan menyeramkan.
Astaga, ingin rasanya aku tertawa lepas, adik iparku ini gugup karena takut, atau yang dia tahu cuma doa makan aja? Hahaha… pikir Angga
Reza mundur terus mundur, dia mulai berkeringat dingin.
"Aduh gue lupa, kalau ayat kursi ayat pertamanya apa sih?" Reza
Angga tak kuasa menahan tawanya lagi, bahkan Reza bisa-bisanya bertanya pada Hantu tentang ayat kursi.
Karena tak kuat menahan tawa, Angga langsung berlari memeluk Reza tertawa terbahak-bahak, sekeras yang ia bisa.
Angga tertawa memeluk Reza, sementara pria itu ketakutan, berusaha menjauhkan Hantu itu dari tubuhnya.
"Pergi.. pergi!" Teriak Reza
Astaga, apa gue sebentar lagi pingsan? Ini setan ko meluk gue? Pikir Reza
Lampu rumah pun dinyalakan, semua orang kompak bersorak.
"Surprise…."
"Selamat ulang tahun adik ipar.." Angga
Hantu Angga melepaskan pelukannya, sementara Reza masih mematung, dia bingung antara mau marah tapi ini kejutan untuknya.
"Oh jadi ini Hantunya? Awas ya, harusnya setannya ditimpuk pake remote Tv ini." Reza
Reza terus mengejar Angga, dia tidak terima dikerjain dengan cara yang bisa dibilang bisa membuatnya jantungan.
__ADS_1
Sementara Maya, Hana dan Gita, mereka tertawa senang karena rencananya berhasil.
Maya mengeluarkan cake buatan Hanna, lalu menyuruh Reza memotongnya, memberikan setiap potongan itu pada semua orang yang sudah memperhatikannya, memberinya kejutan spesial, benar-benar spesial dengan ditambah sosok Hantu tampan itu.
Karena hari sudah larut malam, Maya dan Reza menginap disana, banyak kamar di rumah besar itu, mereka tidak perlu khawatir.
"Pantas saja seharian ini aku dibuat kesal oleh pacarku yang cantik ini." Reza
Gita hanya tersenyum kecil.
"Hahaha… maklumin aja, kan namanya juga surprise, yang ulang tahun harus dikerjain dulu biar seru." Maya
"Iya, iya, makasih buat semuanya, lalu aku besok gimana kerjanya mah?" Reza
"Kamu ini, mamah udah bawa semua perlengkapan kerja kamu, lagi pula jika mamah gak bawa, kan ada baju jas punya Angga, ukuran baju kalian pasti sama." Maya
Mereka merayakan momen itu sampai jam 1 malam, dan akhirnya mereka tidur.
***
Ketika pagi datang, Maya yang lupa jika dia menginap, dia kaget setelah menyadari dia sitempat asing, namun satu menit kemudian dia sadar kalau itu rumah sahabatnya sekaligus calon besan.
Gita yang pagi-pagi sudah berebut makanan dengan Angga, membuat Maya tersenyum.
"Wah.. pagi-pagi udah seru sekali ya, hehe.." Maya
"Hahaha.. biasalah May, mereka memang selalu begitu, bertengkar seperti anak kecil, tapi bikin suasana selalu rame." Hanna
"Iya, gak kaya dirumah aku Han, sepi, serius sekali, Reza tidak punya teman bermain di rumah, makanya dia betah lama-lama disini." Maya
Angga berdiri karena sarapannya sudah selesai, dia memakan sandwich milik adiknya supaya cepat, mereka memiliki selera makanan yang sama juga, jadi Angga tidak perlu ragu dan tidak perlu mengecek selai isi sandwich itu.
"Mah, aku berangkat ya?, semuanya.. aku duluan ya, eh tante Maya.. Angga pamit ya?" Angga
"Iya…," ucap Hanna dan Maya kompak.
Mereka tersenyum saling memandang karena menjawab pertanyaan Angga dengan serentak.
Sementara Gita, mengambil roti yang baru dan mengulang apa yang dilakukannya tadi, mengisi roti itu dengan selai kesukaannya.
"Kamu jangan cemberut gitu dong..!" Reza
"Hmm.. aku kesel aja sama kak Angga." Gita
"Sini, biar aku isiin selainya." Reza
Reza mengambil roti Gita yang baru ia isi selai coklat sebagian, dia berniat mencampurnya dengan strawberry pagi ini.
"Campur strawberry Za..!" Gita
"Oke.." Reza
"Cie… kalau sama Reza akur nih?" Hanna
__ADS_1
"Hmm, cape dong mah, masa sama kak Angga berantem sama Reza juga," keluh Gita.
Maya pamit pulang, wanita itu sedikit terburu-buru karena ingin menemani suaminya sebelum berangkat kerja, sementara Reza masih tinggal disana, mobil dan motor Reza juga ada di rumah Gita.
Bu Hanna melanjutkan aktivitasnya, menemani suaminya terapi berjalan yang khusus dilakukan di rumah, di ruangan tertentu.
Gita dan Reza berangkat bersama.
"Za, naik motor aja biar cepet..!" Gita
"Mobil aja, hari ini aku ulang tahun jadi kamu harus setuju..!" Reza
"Hmm … ," keluh Gita
Gita memilih mengalah, ya jika biasanya Reza yang mengalah, kali ini Reza ingin membalas dendam atas perlakuan Gita yang kemarin.
Selama perjalanan mereka membahas bisnis, gadis itu ingin belajar secara perlahan, agar dia bisa dengan mudah mengerti jika nanti masuk ke perusahaan.
Mobil itu pun sampai di depan gerbang kampus, Gita yang akan turun, tangannya ditahan Reza.
"Tunggu..!" Reza
"Apa?" Gita
"Sun dulu dong..!" Reza
"Gak ah, kamu ini ada-ada aja." Gita
"Hari ini kan ulang tahunku, sekali aja, cuma dipipi ko..!" Reza
"Gak mau ah," keluh Gita, dia merasa malu, bahkan pipinya mulai merah merona.
"Ayo dong..!" Reza
Lelaki itu memajukan wajahnya, berharap Gita memberikan apa yang diinginkannya.
Gimana dong? Gue kok salting ya? Tapi ini kan cuma di pipi, gapapa kan? Pikir Gita
"Ya udah mata kamu tutup dulu dong..!" Gita
"Bener ya, awas loh kalau kamu tiba-tiba pergi, ingat ini hari ulang tahunku..!" Reza
"Iya, bawel.." Gita
Reza menuruti apa yang diperintahkan pacarnya itu, dia mulai memejamkan matanya, namun bibirnya kini mulai mengerucut.
"Za, kenapa sama bibir kamu? Katanya di pipi aja?" Gita
"Hehe.. oh iya, salah-salah, maaf deh.." Reza
Pria itu meminta maaf sambil menutup matanya, dia mulai menormalkan kembali posisi bibirnya itu.
"Udah nih, aku udah siap." Reza
__ADS_1
Bersambung...