Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Cemburu Buta


__ADS_3

Meta yang mendengar jika lelaki yang disukainya sedang berkencan dengan wanita lain, sementara dirinya berada di rumah dengan bosan, seketika ia kesal.


Dia bergegas pergi keluar, mengendarai mobil merah miliknya, melajukan mobil itu dengan kencang.


Bentar-bentar? Mereka berkencan di restoran mana? Astaga, gue ceroboh sekali. Pikir Meta


"Apa gue harus mencari ke setiap rumah makan? Gue harus memeriksa apakah ada mobil kak Reza disana?." Ucapnya pada diri sendiri.


Dia mengambil handphone dan mulai menelepon.


"Hallo tan, tante.. Reza makan malam di Restoran mana?."


"Tante gak tahu sayang, Reza gak bilang."


"Bener nih? Tante gak bohong kan?."


"Gak, memangnya kamu mau menyusul Reza? Ada apa?."


"Emm.. gapapa tan, ya udah kalau gitu aku lanjut nyetir lagi ya tan. Bye…."


"Ah iya, hati-hati sayang." 


Meta menutup teleponnya, merasa kesal karena tidak menemukan informasi itu.


Beberapa Restoran telah dicek, namun tidak terlihat mobil Reza terparkir di sana.


Meta akhirnya menyerah, dia mencoba menunggu Reza di dekat rumah Gita.


Meta akan melabrak wanita itu, saat wanita itu sampai di rumahnya.


***


Sementara dua sejoli ini, masih menikmati malam romantis, bahkan mereka malu-malu, seperti anak sekolahan yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.


Entah mengapa, Reza juga merasakan hal berbeda jika bersama Gita.


Bukankah dia sempat beberapa kali berkencan? Kenapa rasanya berbeda? Pikirnya


Mungkin dulu saat lelaki itu berkencan, hanya sekedar main-main saja, dia tidak pernah benar-benar menyukai gadis yang dikencaninya, dan hubungan yang pernah dijalani Reza paling lama akan bertahan selama 1 bulan. Itupun saat gadis yang menjadi pacarnya itu tidak terima diputuskan secara sepihak.


"Reza?." Tanya seorang gadis cantik yang menghampiri mereka, dia sedang bersama pacarnya.


Reza menoleh ke arah wanita itu, dia menyadari jika itu adalah salah satu mantannya dulu.


"Gimana kalau kita double date?."


"Sorry, gue udah mau pulang." Jawab Reza dingin.

__ADS_1


"Hahaha… kamu masih seperti dulu, dingin." Ucap Anita


Reza tak menghiraukannya, dia mendekati Gita, mengulurkan tangannya agar saling bergandengan, berniat mengajak Gita pergi dari situ, dia tidak ingin ada keributan, dia merasa hatinya mendadak resah.


"Hey kamu, iya kamu pacarnya Reza."


Gita menoleh, karena merasa memang dialah yang dimaksud wanita itu.


"Asal kamu tahu ya, paling.. dua hari lagi kamu diputusin sama pacar mu itu." Ucap Anita dengan lantang.


Reza kini merasa khawatir jika Gita akan salah paham dan marah padanya.


"Pacarmu itu playboy." Anita berbisik di telinga Gita.


"Hmm.. itu masa lalu, karena belum menemukan wanita yang tepat, aku yakin Reza tidak seperti itu jika denganku, bahkan hubungan kami sangat serius, kami akan bertunangan." Ucap Gita dengan yakin. Lalu dia melangkah pergi bersama Reza yang masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Gita.


Anita hanya menatap kesal pada Gita dan Reza.


"Lihat aja aku yakin kamu akan dicampakan sama sepertiku!." Teriaknya sangat kencang berharap Gita mendengarnya.


Sementara laki-laki yang disampingnya itu berusaha menenangkan Anita.


"Sudahlah, move on Anita, kakak yakin kamu akan dapat lelaki yang lebih baik dari dia."


Ya.. ternyata lelaki itu hanya kakaknya Anita. Wanita itu hanya berpura-pura telah move on, padahal jauh di lubuk hatinya dia masih terobsesi pada Reza karena belum bisa membuatnya bertekuk lutut.


***


Reza mengantar Gita pulang kali ini, sopir pribadi wanita itu pulang lebih awal.


Laki-laki itu melajukan mobilnya perlahan, dia tidak ingin cepat sampai, dia perlu menikmati kebersamaan mereka berdua.


Reza menepikan mobil itu di sebuah hamparan tanah yang kosong dan luas, mengajak Gita keluar dan menikmati angin malam itu. Mereka duduk menikmati pemandangan itu, melihat bintang yang bersinar di gelapnya malam.


Reza hanya bercerita tentang masa lalunya, dia tidak ingin Gita merasa salah paham.


"Jadi bukan cowok cap cip cup nih? Hehe.." Goda Gita.


"Hahaha… dulu aku marah saat mendengar kata itu, tapi kenapa sekarang aku merasa itu adalah kata yang lucu?."


"Hahahha…" mereka tertawa bersama.


"Maaf atas kata-kataku yang kasar padamu, aku yang memang tidak memikirkan perasaanmu kala itu, aku hanya melihatmu dari luarnya saja dan dari gosip-gosip yang terdengar." Ucap Gita


"Iya gak masalah, tak kenal maka tak sayang bukan? Kalau sudah kenal ya jadi sayang, iya kan?."


"Apaan sih?" Jawab Gita, dia kini merasa malu digoda oleh Reza, dia tidak tahu harus menanggapinya seperti apa.

__ADS_1


"Wajahmu memerah Gita, kamu salting ya di godain cowok ganteng kaya aku?" Goda Reza lagu


"Narsis.." Ucap Gita, dia berlari dan masuk ke dalam mobil.


Reza pun menyusulnya, melajukan mobilnya menuju arah pulang. Gita hanya menjawab iya dan tidak saat ditanya Reza, wanita itu bingung, takut apa yang ia katakan salah dihadapan laki-laki itu.


Hingga dimana mobil itu kini telah berhenti di halaman rumah gadis itu.


Gita keluar dari mobil itu, mengucapkan terimakasih dan menunggu disana sampai mobil itu benar-benar menghilang, ketika dia ingin membalikkan badannya, ada seseorang yang meneriakkan namanya. Membuatnya menoleh ke sumber suara.


Meta, mau apa dia kemari?.. pikirnya


Meta yang penuh amarah itu menghampiri Gita yang sedang berdiri, bahkan terlihat cantik dan berbeda dari biasanya, membuat hatinya semakin panas dan cemburu.


"Hemm.. lo berhasil dinner malam ini sama kak Reza? Tentu itu satu keberuntungan buat lo."


"Langsung saja ke intinya!" Gita menyela ucapannya.


"Intinya gue gak suka lo deket-deket sama kak Reza, dari dulu dia milik gue."


"Hmm.. apakah Reza juga berpikir seperti itu? Aku rasa tidak, jadi cewek itu jangan terlalu mur***n, mengejar-ngejar lelaki yang bahkan tidak melirikmu." Ucap Gita sengaja ingin melihat sebatas mana wanita ini berulah.


"Apa lo bilang? Gue hanya memperjuangkan cinta gue ya. Dan gue gak mau ada penghalang disaat gue melancarkan misi gue." Ucap Meta


"Emm begitu, berapa lama misi mu itu berjalan? Apakah 10 tahun? 15 tahun? Kasian sekali."


"Gita…." Kini emosi Meta meledak.


Dia berusaha menjambak rambut Gita, namun gagal, sangat mudah sekali untuk wanita itu menghindar bahkan melawan balik.


"Gue cuma mau lo sadar, laki-laki di dunia ini bukan hanya Reza saja, lo jangan terlalu memaksakan diri, carilah kebahagian lo sendiri, kebahagian yang mungkin bisa lo temuin pada cowok lain."


"Gak usah so nasehatin gue!."


Saat tangan Meta dengan cepat ingin menampar pipi Gita, wanita itu menahannya, dan kini tangan Meta lah yang merasa sakit diremas kuat oleh Gita.


"Jangan main fisik ya, karena gue pastiin lo yang akan babak belur, paham!" Ucap Gita dengan tatapan tajamnya.


Gita menghempaskan tangan itu dan berlalu pergi menuju teras rumahnya, namun tak disangka Meta mengambil batu besar, yang akan siap meluncur tepat ke kepala Gita.


Namun, aksi itu gagal saat seseorang menahan tangannya.


"Jangan coba-coba menyakiti Gita! Paham!."


Meta semakin kesal, kenapa Gita banyak dikelilingi laki-laki tampan? Kenapa dia begitu beruntung? Sial..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2