Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
# Kehamilan Anggita


__ADS_3

Episode Ekstra 3


"Kamu hamil sayang?" Reza


"Iya, gara-gara kamu." Gita


"Hahaha, iyalah masa gara-gara tetangga." Reza


"Sehat-sehat ya di perut Mamah, jangan nakal..!" Ucap Reza sambil mengelus perut Gita yang masih rata itu.


Ini kehamilan kedua gue, tapi akan jadi anak pertama, gue harap gue gak akan ngidam yang aneh-aneh, atau gue aneh-anehin aja ya? Biar Reza kewalahan, hahahaha.... Batin Gita


Anehnya setiap pagi Gita tidak merasakan morning sickness, namun alangkah terkejutnya saat sarapan, Reza mual saat menghirup berbagai bau masakan.


Reza berlari menuju toilet.


Hoek..


Hoek..


"Kamu kenapa sayang?" Gita


"Aku mual, aku gak suka bau masakanmu itu."


"Lalu kamu mau makan sama apa? Sepertinya aku yang hamil dan kamu yang mual.hehe." Gita


"Apa? Memang bisa seperti itu? Aku makan roti pakai selai aja, malangnya nasibku..," keluh Reza


"Terimakasih sayang udah gantiin aku, itu pertanda saking cintanya kamu sama aku dan anak kita. Hehe.." Gita


"Hmmmm…" Reza


Asyiknya gak ada drama mual, kamu memang the best anaknya Mamah. Batin Gita sambil mengelus perutnya.


Reza yang pergi ke kantor, bahkan dia tidak kuat saat mencium wangi parfum karyawannya, keesokkan harinya dia melarang para karyawan memakai parfum saat di lingkungan perusahaan.


"Bos muda kenapa?" Tanya Roni


"Aneh, masa istriku yang hamil aku yang mual-mual?" Reza


"Hehe, itu berbagi namanya Bos, sabar saja, karena itu 'kan anak Bos juga..!" Roni


"Iya berbagi sih berbagi, tapi aku gak bisa fokus bekerja, tiap pagi selalu mual, aku juga tidak bisa menikmati makanan, aku hanya makan roti dan buah-buahan saja." Reza


"Sabar Bos..!"


***


Gita hari ini berkerja, dia masih bekerja diperusahaan papanya namun tidak setiap hari, dia bekerja 3 hari dalam seminggu, itu atas kesepakatan antara Reza , Gita, Hanna dan Baskoro.


"Gita, kamu sehat? Papah khawatir karena kamu sedang hamil, apa sebaiknya kamu cuti selama kamu hamil?" Baskoro


"Gak usah pah, aku bisa kok." Gita


Siang itu dia membayangkan rujak yang ditumbuk, biasanya banyak pedagang keliling di sekitar pasar yang berjualan rujak itu.

__ADS_1


Dia menelpon Reza dan menyuruhnya mencarinya.


"Aku sedang bekerja sayang, aku minta Roni mencarikannya ya?" Reza


"Gak mau, aku maunya sama kamu, apa kamu mau Roni yang akan dipanggil Papa oleh anakmu sendiri?" Gita


"Jangan dong sayang! Aku udah capek begadang untuk membuat calon bayi, bahkan dengan berbagai gaya, aku sudah rela mual di pagi hari juga, kamu kan tahu," keluh Reza


"Ya udah kalau gitu kamu cari sekarang ya sayang..! Oh iya dan antarkan ke kantorku..!" Gita


"Iya aku ngerti." Reza


Tut.


Telepon pun terputus, Reza berangkat dengan lesu, dia membebankan pekerjaannya pada asistennya, Roni.


Reza mencari selama 3 jam, dan pada akhirnya dia menemukan tukang rujak keliling itu.


"Bang, kemana aja Bang, saya nyariin abang udah muter-muter 3 jam," Reza


"Bapak harusnya telepon aja, nih udah ada nomor ponsel saya di gerobak! Pesan berapa Pak?" Tukang Rujak


"Hahaha, mana saya tahu nomornya Abang, saya baru pertama kali beli, pesan yang pedasnya sedang 1, pedas banget 1, yang gak pedes 1, terus apalagi ya? Pokoknya beda-beda ajalah Bang, biar saya gak balik lagi." Reza


"Siap." Tukang Rujak


Tak lupa Reza menyimpan nomor Abang itu siapa tahu dia butuh rujaknya lagi.


Reza mengantarkan pesanan istrinya itu, namun sepanjang dia berjalan di dalam kantor, dia memakai masker dobel, dia tidak ingin mencium wangi parfum.


"Papah ko gitu sama Reza, Papah seneng Reza tersiksa kaya gini?" Keluh Reza


"Apa kamu mau, kamu yang hamil dan Gita yang mual?" Baskoro


"Gak Pah, aku aja yang mual," jawab Reza dengan pasrah.


"Hahahahha…." Gita tertawa mendengar lelucon mereka.


***


Hanna yang bahagia dengan kehamilan Gita, dia sesekali akan menjenguk anaknya bersama Maya.


"Mamah, duduk dulu..! Aku buatin minuman dulu." Gita


"Gak usah Git, biar Mamah yang ambil sendiri, kamu 'kan lagi hamil jangan terlalu capek..!" Hanna


"Iya Gita, Mamah juga bawa makanan, jadi kamu gak usah masak, istirahat aja di rumah, kamu beli aja makanan di luar, gak usahlah kamu cape masak segala, Reza kalau makan gak pilih-pilih kok." Maya


Mamah gak tau aja kalau Reza sekarang pilih-pilih makanan karena mual, hmm.. Batin Gita


"Ini, Mamah bawain salad buah kesukaan kamu, Mamah bikin banyak banget, 4 porsi loh, disimpan di kulkas dulu ya? Kalau kamu mau tinggal ambil..!" Hanna


"Iya Mah." Gita


"Cucu Oma udah bisa apa? Apa udah bisa bermain sepak bola di dalam?" Ucap Maya sambil mengelus perut menantunya itu.

__ADS_1


"Belum Mah, baru 4 bulan." Gita


"Ko lama bnaget sih, tapi kenapa perut kamu seperti hamil 6 bulan?" Maya


"Hmm sebenarnya anakku kembar Mah, saat USG bulan kemarin." Gita


"Wah, beneran Git? Alhamdulillah kita gak akan rebutan cucu Han." Maya


"Iya, kamu satu dan aku satu." Hanna


Dua calon Oma itu asyik mengobrol berdua membahas kemana saja mereka akan membawa pergi cucunya, bahkan cucu yang belum lahir. Namun Gita senang dia memiliki ibu dan mertua yang sama sayangnya.


***


Ketika malam tiba, Reza akan bermanjaan dengan istrinya itu, setelah lelah bekerja seharian dia selalu ingin mencium wangi rambut istrinya.


"Sayang, rambutku jangan ditarik begitu..!" Gita


"Maaf sayang, aku gak sengaja, rambutmu wangi sekali aku suka menggulung-gulung nya di jariku sambil menciumnya." Reza


Sejak gue hamil, dia semakin aneh. Pikir Gita


"Shampo kita kan sudah sama, kenapa kamu selalu beranggapan rambutku lebih wangi? Kamu kan bisa mencium rambutmu sendiri!" Gita


"Susah dong sayang, rambutku kan gak sepanjang punyamu." Reza


Apa besok gue ganti shampo aja ya? Masa tiap malem rambut gue ditarik-tarik dia sih. Batin Gita


Reza akan tidur memeluk istrinya dengan posisi Gita membelakangi dia, ya.. karena Reza ingin mencium wangi rambut istrinya selama tidur.


Gita tidak sanggup menolak, meski terkadang dia kegerahan karena dipeluk terus, apalagi dalam keadaan hamil yang sering kegerahan.


Jika sakit, Reza pun masih sama seperti dulu, harus selalu memegang tangannya sampai pagi, bahkan tidak bisa ditinggal hanya sekedar ke toilet saja, pria itu akan bangun dan menarik tangan Gita lagi dan lagi saat Gita berniat pergi.


Masa kehamilan adalah masa dimana Gita menjadi prioritas, Reza bahkan rela cuti hanya untuk menemani istrinya merawat diri, dia akan memotong kuku kaki Gita yang kini sulit dijangkau oleh istrinya itu karena perut yang membesar.


"Sayang, sini biar aku bantu, aku potongin kuku kamu lagi, pasti susah dengan perut yang sudah membesar begitu." Reza


"Iya, makasih… , kamu memang pemgertian, hari ini kamu gak kerja?." Gita


"Gak, paling besok pekerjaanku menumpuk, hehe.." Reza


"Kamu gak keberatan menunda pekerjaanmu untuk menemaniku?" Gita


"Tentu tidak, karena ini menyenangkan." Reza


"Menyenangkan?" Gita


"Iya, karena setelah ini aku akan memandikanmu, menyabuni tubuhmu dan…." Reza


"Ish, kamu pasti mau membuat ritual mandiku semakin lama." Gita


"Hahaha, kamu pintar sayang, aku ingin menjenguk anak-anak kita." Reza


"Dasar.." Gita

__ADS_1


Begitulah keseharian mereka setelah menikah, dan saat Gita hamil, mereka melewati suka duka bersama, saling melengkapi, saling membantu.


__ADS_2