
Reza pulang dengan wajah kusutnya, dia membuka pintu dan masuk begitu saja.
"Salam dulu dong..! Maen nyelonong aja nih anak mamah, kamu kenapa?" Tanya bu Maya
"Gapapa mah, cuma capek aja."
"Eh bentar-bentar masalah sarapan Gita tadi, itu gimana cerita aslinya Za?." Bu Maya begitu penasaran dia bertanya bahkan dengan memegang tangan Reza menahan anaknya itu sebentar.
"Reza capek mah, kenapa membahas yang tidak penting."
"Penting Za, kali ini kamu kasih sarapan jadi Gita bilang makasih, kalau lain kali kamu ngasih dia yang aneh-aneh kan nanti mamah juga yang kena getahnya. Hmm.."
"Astagfirullah, gak mungkin juga kan Reza kasih Gita racun mah." Reza menyapu wajahnya dengan tangan kanannya, entahlah dia merasa hari ini begitu melelahkan ditambah ibunya yang akan terus bertanya.
"Lepasin dulu mah, nanti aku akan cerita, aku tau kok mamah akan terus bertanya sampai mamah dapet jawabannya, marahin aku aja mamah kuat 2 jam terus saja mengomel gak ada capeknya.. Haiis."
Bu Maya tersenyum karena merasa memang dia begitu orangnya.
"Ya udah sekarang duduk dulu, terus cerita..!"
Akhirnya Reza menceritakan kejadian perampokan itu, menceritakan laki-laki yang lagi dekat dengan Gita. Dia tetap menyangkal kalau dia cemburu, dia terus saja bicara pada ibu nya itu kalau dia hanya penasaran saja.
Reza masuk ke dalam kamarnya karena sudah merasa tidak ada yang harus ia ceritakan lagi, lain halnya dengan Bu Maya dia tersenyum senang melihat anaknya yang menggemaskan itu.
Cemburu dia, mamah akan bikin kamu ngaku loh Za kalau kamu suka sama Gita. Pikir Bu Maya
Setelah menelepon bu Hanna, kini ibunya Reza tahu siapa laki-laki yang selalu bersama Gita hari ini, tapi dia tidak akan mengatakan kalau itu kakaknya Gita pada anaknya itu. Dia ingin tahu sebatas mana anaknya itu cemburu.
***
Di rumah keluarga Baskoro, keluarga itu sedang menikmati makan malam, Bu Hanna merasa senang karena bisa berkumpul dengan anak-anak dan suaminya itu.
"Gita… gimana hari ini, apakah kamu mulai mengerti dunia bisnis papamu?." Tanya Baskoro
"Hmm.. lumayan pah, kak Angga juga bantuin Gita jadi makin cepet deh pahamnya."
"Bagus.. semakin cepat semakin baik, selama kakakmu disini manfaatkan dia, belajarlah dari Angga, dia juga kan pengusaha muda yang sukses, hanya kurang sukses soal percintaan.hehehe.." Ucap Baskoro menggoda Angga
__ADS_1
"Iya pah, jodohin aja pah. Gita kan masih muda, kak Angga aja dulu..!" Gita mulai merengek berharap dia bisa membatalkan perjodohannya sendiri.
"Kamu mau ngorbanin kakak?" Ucap Angga berbisik pada Gita.
Gita hanya tersenyum kecil, tentu saja dia iri dengan kebebasan yang Angga punya, sementara dia harus dijodohkan segala.
Gita juga semakin menghindar dari Reza, karena wajah Reza mengingatkannya pada seseorang yang ingin dia lupakan.
Percakapan keluarga itu pun begitu hangat, dibumbui candaan, obrolan ringan, bahkan saling menggoda satu sama lain.
Angga pun merasa bahagia, selama di luar negri dia hanya hidup sendiri, sepi yang ia rasa tapi dia juga berambisi disana, dia belum mencapai apa yang ia mau.
Lelaki itu begitu bersyukur atas keluarga yang kini ia dapatkan, dia tidak mau memecah belah kehangatan ini, meski di hatinya terselip sedikit rasa pada adiknya itu, tapi keluarganya kini yang lebih penting, cinta bisa ia kubur, dan bisa datang dari lain hati bukan?
Keluarga Baskoro adalah keluarga baru untuk Angga, yang memberinya kebahagiaan, cinta, bahkan cita-citanya bisa diraih, bisa sekolah tinggi. Lelaki itu sudah tidak mau mencari tahu tentang orang tua kandungnya, jika ditakdirkan bertemu pasti akan bertemu, dan dia akan meminta alasan kuat dan pasti kenapa dia bisa dibuang di panti asuhan.
***
Angga mengambil alih perusahan Baskoro yang ada di disini, karena Gita akan disibukkan dengan kuliahnya lagi, Gita akan datang ke kantor saat ia libur saja.
Pagi ini Gita seperti biasa mendapatkan sopir pribadi yang menyebalkan.
"Iya…" jawab Gita singkat lalu naik ke dalam mobil milik Reza.
"Kenapa sih lo masih repot-repot nganterin Gue, bukannya lo udah gak ngampus kan?."
"Iya gue sekarang sibuk di kantor tapi karena bakti gue sama ibu gue, makanya gue mau anter jemput lo, kalau niat sih enggak ya, ini terpaksa.." jawab Reza ketus.
"Ya elah, kalau gitu sih, lo pura-pura aja anter jemput gue, gue juga gak akan ngadu sama tante Maya, gimana bagus kan ide gue?." Tanya Gita.
Ni anak, pinter banget.. gimana caranya gue ngeles nih? Pikir Reza
"Hmm.. ibu gue tuh bawel Git, gue gak mau kalau nanti ketahuan trus gue diceramahin selama berjam-jam, nanti kuping gue panas."
Dasar anak mami, takut bener sama ibu sendiri. Gumam Gita.
Gita akhirnya diam, percuma juga dia memberikan ide lain, karena pada akhirnya Reza pasti menolak.
__ADS_1
"Kok lo gak dandan lagi kaya kemarin?."
"Hmm.. itu cuma ke kantor aja."
"Padahal lo cantik pake baju yang beneran cewek gitu, kalau sekarang kan.. emm.." Ucap Reza yang tidak ingin dia teruskan, dia hanya ingin berdebat dengan wanita disampingnya ini.
"Apa… apa? Lo tuh ya, seneng banget ngejek gue." Gita mulai kesal, dia ingin cepat sampai ke kampusnya.
Saat mobil itu sampai di depan kampus, dan Guta bersiap-siap turun, ternyata mobil itu tidak berhenti, malah masuk dan parkir di dalam.
"Ko mobil lo di parkir disini sih? Lo mau ngampus lagi? Jangan-jangan kemaren cuma wisuda bohongan lagi. Haha." Ucap Gita
"Enak aja, gue cuma mau makan di kantin kampus, gue kangen aja makan di sana. Lo temenin gue ok..!"
"Gak ah, males. Lagian gue udah sarapan."
"Kan cuma nemenin gue ngobrol aja. Masa gue makan sendirian."
Astaga, si Reza ini kelakuannya aneh-aneh aja, ngerepotin banget.. Batin Gita
Gita akhirnya menuruti apa yang diminta laki-laki itu, dengan syarat setelah makan langsung pulang. Mereka berjalan berdampingan membuat semua mahasiswa melihat dengan tatapan aneh dan penasaran, tapi tidak ada yang berani menyapa mereka.
Ketika mereka tiba di kantin, Gita dengan cepat memesan makanan yang diinginkan Reza agar laki-laki itu cepat makan dan pergi.
Reza mengajukan banyak pertanyaan pada Gita, tapi wanita itu hanya menjawab dengan mengangguk dan menggeleng saking malasnya.
Tiba-tiba datanglah seorang wanita yang berpenampilan modis dan berparas cantik.
"Hai Za.. tumben kamu datang ke kampus? Aku boleh ikut gabung kan?."
"Lagi pengen aja, ya.. tinggal duduk aja." Ucap Reza sambil mengunyah.
"Tuh udah ada yang nemenin, gue mau masuk kelas aja." Ucap Gita
"Bagus deh kalau lo sadar diri, dasar cewek aneh." Ucap Wina
"Hahaha… lo tuh yang harusnya sadar diri, dasar cewek matre." Ucap Gita, dia berniat pergi namun tangannya ditahan seseorang.
__ADS_1
Bersambung...