
Reza makan hanya dua suap saja, dia tidak berselera makan sama sekali, dia juga tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan ibunya.
Sanjaya pun sama, dia bahkan meminta beberapa pengawal dan detektif sewaan untuk mencari istrinya itu.
"Kemana pria si@lan itu membawa Maya?" Sanjaya.
Dua jam kemudian, Sanjaya mendapat telepon dari detektif sewaan itu.
"Sudah ketemu?," tanya Sanjaya.
"Begini Pak, saya mendapat kabar bahwa polisi tadi malam menggerebek rumah Pak Aldi yang baru, sepertinya memang baru dibelinya, dan disana ada korban yang disekap, saya kira itu bu Maya, sebaiknya kita segera pergi ke kantor polisi sekarang..!" Detektif
"Ok saya mengerti." Sanjaya
Lelaki itu dengan cepat mengajak Reza untuk pergi ke kantor polisi, saat di dalam mobil banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Reza membuat Sanjaya pusing.
"Pah, kenapa ke kantor polisi?" Reza
"Mamah kamu disana." Sanjaya
"Loh, kok jadi di kantor polisi?" Reza
"Sebaiknya kamu diam saja Reza, nanti juga kamu tahu apa yang terjadi setelah ada disana." Sanjaya
"Hmmm.." Reza
Apa susahnya, tinggal jawab aja kan?. Batin Reza kesal
Padahal Reza hanya ingin memastikan ibunya baik-baik saja, dia juga penasaran kenapa ibunya ada disana, padahal kasus hilangnya bu Maya belum sempat dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Akhirnya Reza diam sepanjang jalan, dia beralih mengambil ponselnya dan mengabari Angga dan Gita kalau ibunya sudah ketemu, tak lupa dia juga mengabari tante Jani.
Sesampainya di kantor polisi, mereka belum bisa bertemu dengan bu Maya, karena masih dalam tahap pemeriksaan.
Mereka menunggu hingga pagi datang.
"Mamah…" Reza
Bu Maya berhambur memeluk anak lelakinya itu, kemudian bergantian memeluk suaminya.
"Kamu gapapa mah?" Sanjaya
"Aku sedikit kaget saja pah, bisa-bisanya mamah diperlakukan seperti itu oleh Aldi, ternyata dia memang aneh pah." Maya
"Aneh bagaimana?" Sanjaya
"Nanti saja mamah cerita di rumah, mamah mau pulang, laper nih pah, di jalan belum ada restoran yang buka kalau masih terlalu pagi." Maya
Reza dan Sanjaya hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Maya, mereka khawatir dengan keadaan Maya namun wanita itu begitu santai dan hanya mengeluhkan soal rasa laparnya itu.
Mereka akhirnya pulang ke rumah, Reza terpaksa membebankan pekerjaannya pada Roni, karena hari ini dia lelah sekali.
***
__ADS_1
Pagi ini di kediaman keluarga Baskoro, keluarga itu sedang menikmati sarapannya.
Angga dan Gita sarapan dengan mata yang sepertinya masih mengantuk
"Kalian yakin mau pergi dengan keadaan seperti itu?" Hanna
"Iya mah, Gita gak mau bolos hari ini mata kuliah pak Rendi, pasti ribet kalau gak hadir." Gita
"Angga juga beberapa hari yang lalu kan cuti, masa cuti lagi?" Angga
"Oh, ya sudah kalian hati-hati, dan kalian pergi diantar oleh pak Arman saja ya, biar bisa tidur sebentar di mobil." Hanna
"Ok mah." Gita
"Aku diantar sopir lain aja mah, aku gak mau kalau harus ke kampus Gita dulu nanti telat." Angga
"Iya terserah kalian yang penting jangan bawa kendaraan sendiri..!" Hanna
Mereka pun pergi secara bersamaan dengan mobil yang berbeda.
Kalau aja gak ada mata kuliah Pak Rendi gue mending bolos aja deh, ngantuk berat nih gue. Batin Gita
Mobil itu sudah sampai di depan gerbang kampus.
"Non, udah sampai nih." Pak Arman
Gita bangun dan melihat keluar jendela, "masukin aja pak ke dalam, parkir di dalam..!" Gita
"Baik non." Pak Arman
"Pak bangunin aku ya 15 menit lagi..!" Gita
"Iya non siap." Pak Arman
Setelah 15 menit berlalu, Pak Arman membangunkan majikannya itu, namun Gita yang merasa tidur di rumah karena libur, dia hanya menyahuti secara asal.
"Ah.. bentar lagi, masih ngantuk.." Gita
Setiap 15 menit Pak Arman membangunkan Gita namun gadis itu terus saja menjawab sebentar lagi, membuat sopir itu bingung harus bagaimana.
"Non.. bangun, non mau kuliah enggak? Kalau enggak kita pulang aja?" Pak Arman
"Astaga, iya kuliah, pak Rendi.." Gita
Gita dengan segera turun dari mobil, bahkan dia belum sempat merapikan rambutnya.
Mampus gue, gue harap pak Rendi perutnya mules dan belum ada di kelas. Batin Gita
Namun ternyata ini hari sialnya Gita, saat dia masuk Pak Rendi sudah menatap Gita dengan tatapan tajamnya.
"Kamu terlambat? Kemarin bahkan kamu bolos, kamu niat gak belajar di mata kuliah saya? Kalau tidak lebih baik kamu keluar..!" Pak Rendi
"Maaf Pak, saya juga gak sengaja telat, saya sudah buru-buru datang loh Pak." Gita
__ADS_1
"Ok, kamu boleh duduk, tapi.. kumpulkan tugas kemarin yang saya berikan..!" Pak Rendi
Gak ada, apa ketinggalan dirumah ya? Pikir Gita
"Hehehe.. ketinggalan dirumah Pak." Gita
"Alasan saja, keluar..!" Pak Rendi
Gadis itu keluar dengan lesu, dia memilih kembali pulang saja dan mengambil tugasnya itu, setelah itu dia kembali ke kampus.
Beruntung dia masih diperbolehkan mengikuti mata kuliah yang hanya tersisa 20 menit saja.
Nisa mengejek sahabatnya itu terus menerus, membuat Gita semakin kesal.
"Lo sih, pake acara kesiangan segala Git, haha.." Nisa
"Emang gue mau kesiangan? Semalem gue sibuk nyariin tante Maya yang hilang." Gita
"Apa? Kok bisa sih? Mertua lo diculik, kirain yang diculik itu anak gadis aja gitu yang muda-muda, hehe.." Nisa
"Ah lo, gue serius." Gita
"Ok, terus udah ketemu belum?" Nisa
"Udah." Gita
"Syukur deh, jadi 'kan lo gak sia-sia begadang Git." Nisa
"Hmmm….." Gita
Mereka pun kembali fokus pada dosen yang sedang memberi penjelasan di depan.
***
Sesampainya di rumah, Reza memilih menemani ibunya makan, Sanjaya pun sama.
Setelah selesai makan, mereka pun mulai membahas kejadian semalam.
Maya bercerita jika malam itu mobilnya dihadang oleh banyak orang yang merupakan suruhan Aldi.
Dia dibawa dan disekap oleh aldi di sebuah rumah bersama sopirnya. Namun beberapa jam kemudian ada polisi datang menggerebek rumah itu, Maya kira polisi itu memang bertugas mencarinya yang hilang, namun dugaannya salah.
"Aldi saat ditangkap polisi dia malah ketawa loh pah, aneh kan?" Maya
"Masa sih mah?" Sanjaya
"Kenapa om Aldi ketawa mah, apa pak polisinya lucu , misalnya kepalanya botak terus kumisnya tebel, perutnya buncit, apa begitu? Hehe.." Reza
"Kamu ini Za, ada-ada aja, Aldi ketawanya aneh aja, kaya yang kurang sehat gitu." Maya
"Dia emang gak w@ras mah, kalau dia sehat dia gak mungkin melakukan banyak hal yang diluar batas." Sanjaya
"Jadi om Aldi itu sebenarnya ditahan karena kasus apa mah?," tanya Reza penasaran
__ADS_1
Bersambung...