
Dengan dandanan yang cantik, dress berwarna dusty pink yang memanjang sampai bawah lutut, dipadu sepatu hak yang haknya tidak terlalu tinggi.
Gita yang belum terbiasa, berjalan sedikit oleng, namun karena memang haknya tidak tinggi, membuatnya cepat beradaptasi.
Pagi itu dia berangkat dengan sopir keluarga,
"Pak.. kita mau kemana?."
"Kata nyonya ini kejutan, jadi nona muda nanti juga akan tahu setelah sampai."
"Ya ampun… kan saya juga bos anda pak, pelit amat mentang-mentang saya gak ikut andil menggaji bapak." Ucap Gita kesal pada sang sopir
Sementara sopir itu tersenyum singkat melihat tingkah nona mudanya.
Gita melamun sepanjang jalan, make up yang dipakainya pun terasa tidak nyaman, meski riasan itu tidak terlalu tebal, tetap saja karena tidak terbiasa membuat Gita merasa wajahnya itu seperti ada yang mengganjal tak nyaman.
Gue serasa pake topeng deh, kaya berat aja gitu muka gue, dibedakin dikit tapi rasanya berkilo-kilo jadi beban banget… aarrghhh
Perjalan itu cukup memakan waktu, karena jalanan macet dan tempat yang dituju lumayan jauh. Sampailah Gita didepan rumah orang.
Rumah siapa? Gue belum pernah kesini
Saat bunyi klakson mobilnya dibunyikan, keluarlah bu Maya dan suaminya. Mereka tersenyum menyambut Gita.
Sopir tadi membukakan pintu, mempersilahkan Gita untuk keluar.
Hmm.. rupanya rumah si cowok rese itu.
"Sayang, ayo masuk masuk dulu..! Kita berangkat sama-sama ya pake mobil tante."
"Iya tante, tapi kita mau pergi kemana?"
"Emm.. ke acara Wisudanya Reza."
Gita hanya membalas dengan senyuman kecil.
Reza sudah pergi lebih dulu, menurut bu Maya anaknya itu tidak ingin terlambat di moment yang penting ini. Karena adanya hal mendesak membuat ayahnya Reza tidak bisa ikut, jadi bu Maya mengajak Gita untuk menemaninya.
Mereka pergi menggunakan mobil bu Maya, karena perjalanan sudah tidak terlalu jauh, membuat mereka sampai hanya dalam 15 menit saja.
"Gita.. kamu cantik sekali hari ini, Reza pasti suka." Ucap Bu Maya sambil menatap Gita.
"Emmm.. ma-makasih tante atas pujiannya."
Ucap Gita lalu menunduk malu, dia tidak terbiasa dipuji begitu.
Sesampainya disana, bu Maya menggandeng tangan Gita, memperlihatkan keakraban mereka, mereka menonton acara itu cukup lama hingga acara sampai pada puncaknya.
Acara selesai dan waktunya berfoto bersama.
__ADS_1
"Gita ayo..!" Ucap Bu Maya
"Reza menoleh, mah.. papah mana?"
"Papamu itu bisa-bisanya ada pekerjaan mendesak dan tidak datang, mamah juga merasa kesal, tapi untunglah ada Gita yang nemenin mamah."
Gita? Pikir Reza
Saat menoleh, ternyata benar ada wanita cantik di belakang namanya itu.
Makin cantik aja nih anak. Ucap Reza tanpa sadar
Mereka berfoto layaknya keluarga bahagia, bahkan Reza dan Gita sempat berfoto berdua. Membuat mereka sedikit canggung.
Astaga, kapan acara ini selesai? Gue udah gak tahan.. Gumam Gita
Saat kamera sudah siap, dan Reza mengikuti arahan Fotografer merangkul pinggang Gita supaya lebih mendekat. Tapi ternyata itu membuat Gita kaget dan refleks menampar Reza.
Cekrek…
Foto itu pun mengabadikan moment dimana pipi Reza tersentuh tangan Gita lumayan keras.hehe
"Sorry.. gue gak sengaja."
"Lo itu, malah ngancurin moment bahagia gue..!"
"Lo nya aja yang ngelamun, orang Fotografer nya udah ngarahin kok dari tadi pake suara kencang pula."
"Udah selesai belum sih? Gue mau pulang." Ucap Gita kesal.
Sementara Bu Maya menghilang entah kemana, membuat dua sejoli itu bertengkar terus menerus seperti anak kecil.
Bu Maya kembali dengan memegang handphone nya , menyuruh Reza mengantar Gita pulang, karena ibunya itu ada acara mendesak. Padahal itu hanya rencana seorang ibu untuk mendekatkan anaknya dengan calon pilihannya.
Setelah acara selesai, mereka pulang bersama, karena macet Reza mencari jalan lain, jalan yang lumayan sepi tapi cepat sampai, dia tak menyangka jika jalan yang dia ambil menimbulkan masalah, yaa… sekarang ada gerombolan geng motor yang membawa balok kayu mengepung mobil mereka.
Karena hari memang sudah sore dan mulai gelap, maka daerah ini menjadi rawan terjadi kejahatan.
"Astaga, mau apa mereka? Gita, lo tunggu disini..! Lo jangan keluar ya.. biar gue aja yang ajak mereka bicara, paling mereka cuma mau uang." Ucap Reza
"Tapi.." Ucap Gita yang belum selesai karena Reza terlanjur keluar.
Gita melihat dari dalam mobil, awalnya memang terlihat sedang diskusi, tapi selang beberapa menit ada yang memegangi tangan Reza dan mengunci pergerakannya.
Seketika Gita kaget dan keluar dari mobil.
"Kenapa kalian main keroyokan, cemen banget." Ucap Gita mengejek membuat mereka emosi.
Reza yang kaget melihat wanita itu keluar,
__ADS_1
"Jangan Git, kan gue udah bilang tunggu di mobil..!"
"Liatin lo yang nantinya babak belur gitu?hmm."
Reza menunduk, karena perkataan Gita benar adanya, dia akan kalah jika dikepung begini.
"Ayo maju..!" Ucap Gita memasang kuda-kudanya.
Terlihat lucu memang, melihat wanita memakai dress lengkap dengan riasan cantik tapi memasang kuda-kuda. Bahkan Reza pun sempat mengeluarkan tawa kecilnya.
"Sempat-sempatnya dia ngelawak.haha.." Ucap salah satu preman itu.
Tanpa pikir panjang, Gita melayangkan pukulan mautnya. . Menyerang mereka satu persatu, dan untuk mempersingkat waktu Gita menggunakan cincin ajaibnya, hingga satu pukulan satu sengatan listrik dari cincin itu membuat semua preman terkapar tak berdaya.
Apa, mereka semua kalah? Ni cewek bener-bener hebat, gue aja kalau duel sama dia kayaknya bakalan KO deh.. pikir Reza
Reza yang mematung melihat semua preman terbaring pingsan kini menoleh saat tangannya ditarik oleh Gita.
"Ayo cepetan, keburu mereka bangun..!"
Di dalam mobil pun Reza malah bengong, karena Gita merasa geregetan, dia mendorong Reza kesamping dan mengambil alih kemudi.
"Astaga, ni anak kenapa, kesambet apa?, daripada dia yang nyetir dan gue ikut celaka, mending gue yang bawa mobil." Keluh Gita lalu menyalakan mesin mobil.
Setengah perjalanan berlalu, mobil itu pun sudah memasuki jalan raya yang ramai.
"Git, ko bisa sih lo bikin mereka pingsan dengan satu pukulan saja?" Tanya Reza yang mulai penasaran.
"Hmm.. gue pake tenaga dalam." Jawab Gita asal, karena dia tak mungkin memberitahu tentang cincin ajaibnya.
Apa iya? Bukannya tenaga dalam itu harus belajar kayak semedi, tapa gitu kan? Apa dia tapa di gunung ya.. serem amat. Pikir Reza
"Gue gak percaya." Ucap Reza
"Kalau gak percaya, ya gak udah nanya lah..!"
Ucap Gita sambil tersenyum kecil, dia senang bisa membuat Reza penasaran
Akhirnya mobil itu sampai di rumah Gita, dia turun dan tidak mempersilahkan Reza mampir.
"Lo udah bisa nyetir sendiri kan? Masa sih masih takut?haha.. cepet pulang sana!" Ucap Gita mengejek.
"Ya bisa lah, gue juga gak mau kali lama-lama ketemu lo.. serem.. haha." Ucap Reza lalu menutup kaca mobilnya.
Gita yang kesal, ingin rasanya melemparkan sepatunya, tapi ia urungkan niatnya karena mobil itu sudah melesat jauh.
Reza kini tertawa puas di dalam mobilnya, dia memang kagum pada Gita, tapi karena ia tidak ingin memuji wanita itu maka dia lebih baik membuatnya kesal dengan kata-kata SERAM.
Bersambung ...
__ADS_1