
Gita langsung menelpon Reza.
"Hallo Za, kamu lagi dimana?."
"Baru juga sampai rumah, kenapa? Kamu kangen ya mau ngajak ketemuan? Hehe" Reza
"Hmm.. gak, ini aku lihat tante kamu kecelakaan di jalan XX, tadi langsung dibawa ambulans." Gita
"Apa? Kamu gak salah lihat kan?." Ucap Reza terdengar panik.
"Coba cek lagi aja, aku lihat wajahnya sih mirip tante kamu, tapi semoga bukan ya." Gita
"Ya sudah kalau begitu aku mau cek dulu, kamu hati-hati dijalan ya..!" Reza
"Iya.." Gita
Tut…
Sambungan telepon itu pun terputus.
Gita melanjutkan perjalanannya, sepanjang jalan Gita berharap jika dia salah lihat.
Bu Hanna sempat bertanya kenapa anaknya tiba-tiba diam, namun Gita mengatakan tidak apa-apa.
Sesampainya di rumah mereka digoda Baskoro dan Angga, para lelaki itu melihat Hanna dan Gita dengan penampilan berbeda.
Mereka memuji dua perempuan itu, membuat keduanya merasa malu.
"Apakah mamah masih cantik pah?." Hanna
"Mamah selalu cantik dimata papah." Baskoro
"Cie.. cie.." Angga
"Cie.. yang mau bikin kak Angga ngiri karena dia jomblo terus. Hahaha.." Gita
"Gita, mentang-mentang mau tunangan, kamu seenaknya mengejek kakak, awas kamu ya!" Ucap Angga sambil berlari berniat menjitak kepala adiknya itu.
"Biarin, itu kenyataan.." Ucap Gita sambil berlari, dua bahkan masuk ke dalam kamarnya lalu mengunci pintunya.
"Gak seru ah, kamu larinya ke kamar Git, kamu curang." Ucap Angga sambil menggedor pintu kamar itu.
Baskoro dan Hanna hanya tertawa melihat kelakuan mereka.
Aku tidak bisa membayangkan jika Angga diambil keluarga aslinya, dan Gita dibawa suaminya. Batin Hanna
__ADS_1
"Iya mah." Ucap Baskoro
"Apanya yang iya pah." Hanna merasa heran
"Iya, papah setuju dengan apa yang dipikirkan mamah tadi, bukannya mamah sempat melamun. Hehe." Baskoro
"Hahaha.. papah ini so tahu isi hati dan pikiran mamah aja." Hanna
"Tahu, kita kan sehati mah." Baskoro sambil menggenggam tangan istrinya itu.
Di dalam kamar Gita tertawa puas, dia berhasil memojokkan kakaknya itu, dia berniat mencomblangkan kakaknya itu dengan sahabatnya, namun akhir-akhir ini dia sibuk dengan pertunangannya.
Dia teringat dengan Reza, namun dia tidak mau mengganggu pacarnya itu, dia takut jika Reza sedang sibuk jika benar yang kecelakaan tadi ifu tantenya, gadis itu hanya berbaring menunggu kar dari Reza.
Gita sempat tertidur, namun dia terbangun saat pesan Reza masuk. Ternyata memang benar yang kecelakaan itu tante Jani, namun Bu Maya tidak menginap di rumah sakit karena disana sudah ada Kirana, Aldi dan juga pelayan rumahnya.
Kejadian itu tidak akan mengganggu acara berlangsungnya pertunangan mereka.
Gita sempat sedih karena ternyata kecelakaan itu cukup parah, membuat tante Jani harus rawat inap beberapa minggu.
Setelah saling bertukar pesan, mereka pun tidur di waktu bersamaan, di kamar masing-masing tentunya.hehe
***
Pagi pun datang, Angga mengajak Gita pergi ke kantor karena Gita libur kuliah beberapa hari ini.
"Hmm.. iya deh aku ganti baju dulu, maksa banget, yang jomblo maunya ditemenin biar gak keliatan jomblo ya? Hahaha.." Ejek Gita
"Gita…" Angga merasa kesal, dia merasa menyesal karena telah membujuk adiknya itu, jika berakhir dengan dipojokkan, mending tadi dia pergi aja sendiri.
Salah, memang salah aku ngajakin adik nyebelin itu. Batin Angga
Setelah menunggu 20 menit akhirnya Gita keluar juga dari kamarnya itu.
"Lama banget, kayak mau kondangan aja." Ucap Angga dengan wajah ditekuk.
"Ih kakak, aku tuh dandan biar gak malu-maluin kakak tau." Gita
"Hmm.. ya udah ayo..! Untung perusahan keluarga sendiri, udah telat ini Git." Keluh Angga
Namun gadis itu tak menghiraukan perkataan kakaknya, ketika di dalam mobil pun Gita sibuk dengan handphone nya.
"Kamu ngobrol dong, biasanya juga cerewet..!" Angga mulai protes.
"Aku lagi fokus chatan kak." Gita
__ADS_1
"Sama pacar kamu? Hmm… jadi Reza yang bikin kakak dikacangin sama kamu?." Angga
"Hahaha..makanya kalau iri ya cari pacar dong kak..!" Ejek Gita
"Astaga, dari kemarin kamu ngeledekin kakak mulu Git, mending diem aja sekalian, nyesel ngajak kamu ngomong." Angga merajuk.
Gita hanya tertawa kecil melihat kelakuan kakaknya itu, sampai akhirnya mobil itu sampai di kantor, mereka berjalan berdampingan. Bahkan Gita menggandeng tangan kakaknya itu.
"Gita gandeng ya kak? Kan kakak belum punya gandengan, aku kasihan aja sama kakak, prihatin gitu." Gita
"Hmm.." Angga
Namun mereka tampak serasi, tidak mirip namun sama-sama punya wajah yang menarik, yang satu tampan berkharisma, yang satu cantik natural.
Jika orang yang tidak tahu, pasti mengira mereka itu sepasang kekasih, namun karena Gita sudah pernah datang ke kantor dan memperkenalkan diri, membuat para karyawan wanita bertanya-tanya siapa pasangan Angga, karena belum pernah ada wanita yang datang ke kantor menemui Bos tampan mereka.
Setelah mereka berada di ruangan Angga, lelaki itu mulai memberi pelajaran tentang bisnis pada Gita, mengeluarkan beberapa berkas. Membuat Gita mengeluh.
"Baru juga dateng kak, eh udah di kasih tumpukan kertas." Keluh Gita
"Kan kita kesiangan, kalau enggak kan bisa ngopi dulu, siapa coba yang bikin telat? Hmm.." Angga membalikan omongan adiknya itu.
"Iya-iya.." Gita pasrah.
Pak Surya masuk, dia menyambut kedatangan Gita dan Angga yang datang bersama, seperti kejadian langka.
"Wah pak Angga datang bersama non Gita nih, serasi banget, tidak mirip jadi kalau orang yang tidak tahu saudara pasti dikira sepasang kekasih.hehe." ucap pak Surya
"Hehe.. bapak ada-ada aja, tapi iya sih aku memang gak mirip kak Reza, aku lebih cantik dari dia kan pak?." Gita.
"Hahaha.. ya iyalah Git, kamu ini, masa kakak mau bersaing ngalahin kecantikan kamu." Ucap Angga
Pak Surya keluar setelah memberikan berkas penting pada Angga.
Saat mereka hanya berdua di ruangan itu, Gita memberanikan diri bicara pada kakaknya itu.
"Ngomong-ngomong masalah mirip gak mirip, dua hari yang lalu aku sempat loh kak liat anak kecil mirip kak Angga dulu, mirip kayak di foto itu loh, pas ketemu bapaknya itu bocah eh Gita kaget juga, kayak liat kak Angga di masa depan. Hehehehe.. lucu kan kak?" Gita
Deg
Namun Angga mengartikan itu semua bukan sesuatu yang lucu, namun satu pertanda.
"Dimana kamu ketemu anak kecil itu? Siapa namanya?" Tanya Angga dengan serius.
Gita merasa heran, kemarin ibunya yang antusias dengan orang asing yang mirip kakaknya itu, sekarang Angga juga membuat ekspresi yang sama dengan ibunya.
__ADS_1
Aneh? Bukankah itu lucu? Kenapa mereka malah seperti penasaran yang berlebihan. Pikir Gita
Bersambung...