Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Membuntuti Aldi


__ADS_3

Angga terkejut dengan fakta yang dia dengar barusan, merasa nasibnya sama dengan Kirana. Sebagai anak Angkat, namun nasib Angga sungguh beruntung bisa mendapatkan keluarga baru seperti keluarga Baskoro.


Selama ini Angga tidak merasa dibedakan dari Gita anak kandung mereka, bahkan mereka mempercayakan Gita pada Angga.


Sebagai kakak memang tugasnya menjaga adik perempuannya.


Namun untuk Kirana, dia sedikit kurang beruntung karena tante Jani tidak memperlakukannya dengan tulus dan sepenuh hati, meski tidak pernah berbuat kasar secara fisik, namun Angga yakin gadis itu merindukan kasih sayang seorang ibu.


"Lalu dimana Kirana sekarang?." Angga


"Aku tidak tahu kak, om Aldi bilang jangan mencampuri urusannya lagi, apalagi Kirana yang tidak ada hubungan keluarga dengan kami." Reza


"Iya juga, tapi aku harus memastikan gadis itu sekarang baik-baik saja, karena dia dibawa secara paksa, aku jadi khawatir." Angga


"Emm.. ok kita selidiki lagi, dan cari tahu dimana Kirana." Reza


"Tapi om kamu itu masih datang ke rumah sakit? Kalau iya, kan kita bisa buntuti dia." Angga


"Ide bagus, tapi om Aldi sudah tidak peduli lagi pada tante Jani, dia tidak pernah terlihat lagi di Rumah Sakit, namun sepertinya dia akan datang untuk yang terakhir kalinya, setelah mendapatkan surat cerai." Reza


"Ok , kita pantau saja sampai om kamu itu datang, kamu hubungi saja tantemu, jadi kita bisa tahu kapan dia datang, tantemu juga pasti mendukung kita, iya kan?." Angga


"Emm ok, BTW ini sudah sampai di kantor ka Angga." Reza


"Ok, makasih ya, kamu bawa saja mobilnya, nanti kamu jemput aku lagi, ok?." Angga


"Ok." Reza


Oh astaga kenapa jadi begini? Pikir Reza


Reza melajukan mobil kakak iparnya itu menuju kantornya. Bahkan ia terlambat karena mengantar dulu Angga.


Dalam perjalanan Reza menelepon tantenya itu, agar rencananya dapat berjalan lancar. Dan tante Jani pun menyetujuinya, dia juga merasa khawatir pada Kirana.


***


Angga yang masih diganggu dengan bayangan mimpinya semalam itu tidak bisa bekerja dengan fokus, oleh karena itu dia memilih pergi ke panti asuhan tempat dimana dia dulu ditinggalkan oleh ibunya.

__ADS_1


Dia pergi menuju tempat parkir namun tidak menemukan mobilnya.


"Astaga, aku lupa kalau mobilku dibawa Reza, aku harus telepon Pak Arman..!" Angga


Setelah menelpon supir keluarga untuk mengantarnya, Angga menunggu sekitar 20 menit lalu pergi. Dia berharap bisa menemukan petunjuk disana, entah itu ingatan yang muncul atau petunjuk lain dari Ibu Panti.


Perjalanan menuju Panti Asuhan sangatlah jauh, 2 jam berlalu barulah dia sampai


"Pak Arman tunggu dulu disini ya, saya tidak akan lama..!" Angga


"Iya tuan." Pak Arman


Angga melihat jika bangunan Panti telah berubah, sepertinya telah direnovasi, bangunannya pun semakin luas. Namun disitu masih terdapat pohon yang sangat besar, dia ingat di pohon itu dia sempat berteduh dengan ibunya.


"Hmm.. pohon itu ternyata masih ada." Ucap Angga pelan


Angga mulai menelusuri bagian luar Panti, bayangan demi bayangan muncul. Kini dia bisa melihat jelas wajah ibunya di dalam ingatannya itu. Namun entah mengapa dia tidak bisa mengingat papanya atau keluarga lain seperti nenek dan kakeknya.


Apa dulu aku terlalu kecil untuk menyimpan memori tentang keluargaku? Sepertinya aku memang sudah melupakannya. Pikir Angga


Dimana seorang anak laki-laki kecil berusia 6 tahun yang menunggu dijemput oleh ibunya, berharap setiap hari, sampai anak itu lelah dan membenci ibunya.


Ternyata Ibu Panti yang bernama Bu Nurmala itu kini sudah berusia 50 tahun, sungguh berbeda dari bayangan Angga dulu, ya.. karena sudah 20 tahun yang lalu.


"Bu.. Bu Nurmala apa kabar? Apakah ibu masih ingat dengan saya?." Angga


"Alhamdulillah baik, biar coba saya ingat ya, nama kamu siapa? Dan terakhir kali berada di Panti kapan? Terlalu banyak anak yang ada disini, harap dimaklumi.hehehehe." Bu Nurmala


"Hehe.. iya saya lupa belum memperkenalkan diri, nama saya Angga Pratama, dari dulu nama saya tetap sama bu, saya sempat tinggal disini selama 1 tahun sampai keluarga baskoro datang mengadopsi saya, saya ditinggal ibu saya ketika malam hari dan hujan deras saat berumur 6 tahun." Angga menceritakan apa yang dia ingat.


"Oh iya laki-laki yang tampan, menggemaskan yang menangis kencang saat hujan, Ibu ingat dulu juga sempat ada yang mencari keberadaan Den Angga, tapi seorang laki-laki, namun waktu itu Den Angga sudah diadopsi dan lelaki itu tidak punya bukti kalau beliau keluarga Aden, jadi saya tidak memberitahu info lain tentang Aden." Bu Nurmala


"Benarkah? Ciri-cirinya seperti apa?." Angga penasaran


"Sepertinya ayah Den Angga, dilihat dari wajahnya sih Mirip." Nurmala


Namun setelah bertanya lebih jauh lagi, tidak ada petunjuk lain, baju terakhir yang Angga pakai pun dibawa pergi oleh keluarga Baskoro.

__ADS_1


Setidaknya Angga tahu bahwa ayahnya berusaha mencarinya, dia akan berusaha mencari ayahnya itu.


Angga memilih pulang dan pergi ke kantor lagi, namun Reza menghubungi, dia bilang ada om Aldi datang ke Rumah Sakit.


Membuat dia berputar arah menuju Rumah Sakit, membuntuti Aldi.


"Biar aku saja, kebetulan aku lagi ada diluar, kamu fokus aja bekerja..!" Angga


"Baiklah, kalau ada apa-apa nanti hubungi aku segera!" Reza


"Ok.." Angga


Lelaki itu berdiam di parkiran mobil rumah sakit, biasanya Aldi juga membawa kendaraan roda empat ketika bepergian.


Setelah 10 menit menunggu, akhirnya target sudah keluar dan menaiki mobilnya. Angga menyuruh Pak Arman agar mengikuti mobil itu.


Meski Angga merasa lelah dari pagi dia pulang pergi ke Panti saja menghabiskan waktu 4 jam di perjalanan, dan sekarang dia mengikuti Aldi satu jam penuh namun belum sampai juga.


Sebenarnya dia mau kemana? Pikir Angga


Hingga akhirnya mobil Aldi berhenti disebuah rumah yang cukup luas, terawat dan banyak pengawal yang berjaga, tempat itu juga sedikit jauh dari pemukiman warga.


Suasana juga asri dan sejuk, membuat Angga penasaran. "Rumah siapa ini? Apakah mungkin jika Kirana dibawa kesini?." Ucap Angga pelan


Pak Arman hanya memperhatikan majikannya itu dengan bingung.


Jam sudah menunjukan pukul 14.00, Angga menghubungi Reza untuk menjemput Gita pulang karena Pak Arman kini bersamanya.


"Bagaimana caranya biar bisa masuk?" Ucap Angga


Dia memilih pulang dan membuat rencana terlebih dahulu dengan Reza.


Gita juga harus ikut, dia kan jago tuh ngelawan penjaga yang berotot gitu. Pikir Angga


Sepertinya kali ini lelaki itu akan sedikit memanfaatkan kemampuan adik perempuannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2