Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 73 Drama menyusui


__ADS_3

Setelah sekian lama berlalu, Ratu belum sadar juga. Bayinya kini sudah ditidurkan di sampingnya, bayi itu ternyata bayi laki-laki, pipinya chubby, kulitnya putih bersih, bayi itu kini sudah dipakaikan baju untuk pertama kalinya, bayi itu tertidur dengan sangat damai, sementara para orang dewasa sedang khawatir tentang ibunya yang tak kunjung sadarkan diri.


"Deon bagaimana ini, Anggrek belum sadar juga?"


Tanya ibu Suri


"Aku juga tidak tahu bu, aku berharap dia bisa cepat bangun, aku rela mendengar omelannya setiap hari, aku rela melakukan apapun yang dia mau meski itu sangat sulit dan merepotkanku." Ucap Raja sedih, tapi curhatannya itu justru lebih menyedihkan. Hehe


Saat bayi mungil itu terbangun dan menangis kencang, Ibu Suri langsung menggendong dan menimang-nimangnya agar tidur lagi.


"Cucuku.., kamu yang kuat ya nak, doakan ibumu baik-baik saja. Nanti kamu bisa minum susu sepuasnya." Ucap Ibu Suri


"Benar juga ya bu, bagaimana kalau Anggrek tidak bangun, siapa yang menyusui anakku nanti?" Tanya Deon


"Kamu..!"


"Aku? Mana bisa bu, apakah ada airnya? Bahkan dad@ku rata begini.." Ucap Deon bingung


"Hem.. maksud ibu, kamu jangan berpikir yang tidak-tidak, harus percaya jika istrimu akan baik-baik saja dan segera sadar." Ucap Ibu Suri.


Saat bayi itu telah kembali tidur, Ibu suri meletakkan bayi itu di samping Ratu, berharap ada keajaiban dengan hadirnya bayi itu membuat Ratu bangun.


Malam pun tiba, Ratu bahkan pingsan dari malam kemarin, membuat semua orang khawatir.


Saat Deon yang tetap berjaga di samping Ratu, tiba-tiba tangan yang digenggam Raja itu mulai bergerak, mata Ratu perlahan terbuka.


"Dimana gue?" Tanya Ratu (Gita)


"Sayang.. kamu sudah sadar, syukurlah."


"Ternyata gue masih disini, menyebalkan." Ucap Gita

__ADS_1


"Ibu… ibu… Anggrek sudah bangun." Teriak Raja saking senangnya


Ibu Suri berlari menghampiri, dia langsung memegang kedua tangan sang Ratu dan terlihat matanya mulai berkaca-kaca, dia begitu senang akhirnya Ratu bangun.


"Menantuku, kamu baik-baik saja?"


"Iya, aku haus bu.. aku juga lapar."


"Pelayan ambilkan minuman dan makanan untuk Ratu." Perintah ibu Suri


Ibu Suri paham betul jika setelah melahirkan memang badan terasa lemas dan butuh banyak makan. Ibu Suri menggendong bayi mungil itu dan memberikannya pada Ratu.


Ratu kini duduk dengan menggendong anaknya itu, "apakah ini anakku bu?"


"Tentu saja, mana mungkin dia anakku.hehe" jawab Ibu Suri sambil tersenyum


Gita (Ratu) memandangi bayi mungil itu, setelah perjuangan panjang, setelah rasa sakit itu ia lewati ia seakan melupakan keputusasaannya kemarin setelah melihat betapa lucunya bayi itu.


"Hmm.. kamu benar-benar tampan, kamu menghilangkan semua rasa sakit ibu." Ucap Ratu


Makanan pun datang, Ratu begitu menikmati makanannya, ia benar-benar merasa lapar. Tabib istana pun tak lupa untuk memeriksa keadaan Ratu lagi, mengatakan jika Ratu baik-baik saja, Ratu hanya perlu beristirahat selama masa pemulihannya, dan tak lupa tabib memberikan minuman pelancar ASI yang diracik dari beberapa tanaman.


Setelah kekuatan Ratu kembali, ia akhirnya bisa berbincang-bincang lagi. Bahkan ia sudah bisa mengomeli suaminya lagi. Canda tawa mereka terhenti saat bayi itu menangis.


"Cucuku…, Anggrek cobalah susui anakmu, kasian mungkin dia lapar apalagi menunggumu seharian penuh yang tak kunjung sadar." Ucap Ibu Suri


"Apa? Gue juga harus menyusui.. astaga tidak adakah susu formula disini?" Keluh Gita dalam hati.


Ratu hanya berdiam diri, ia berpikir tidak akan bisa melakukan hal itu, tiba-tiba bayi itu diletakkan di pangkuan Ratu. Lalu ibu Suri mengeluarkan salah satu gunung milik Gita (Ratu). Ratu merasa kaget, asetnya itu dipegang mertuanya dan dipaksa dikeluarkan dari bajunya.


"Ayo… cobalah susui anakmu..!" Ucap Ibu Suri

__ADS_1


Deon hanya melihat perlakuan ibunya itu dengan santai.


Ratu yang tidak mungkin bisa menolak menyusui anaknya akhirnya ia mencobanya, saat mulut mungil itu mulai menghisap.


"Astaga bu… perih sekali." Ratu bahkan  berteriak


"Tahan Anggrek, lama-lama juga tidak sakit, kasian kan anakmu..!"


"Gue kira menyusui itu gak sesakit ini, huhuhu… sampai kapan gue harus melakukan sesuatu hal yang diluar dugaan gue." Ucapnya dalam hati


Karena memang Ratu kasihan dengan bayi itu yang belum mendapatkan ASI, dia menyusui sambil memejamkan matanya menahan sakit, sesekali ia akan menggigit bibirnya sendiri.


"Apakah sesakit itu? Bukankah jika aku yang melakukannya dia begitu menikmatinya?" Pikir Deon


Akhirnya bayi itu melepaskan hisapannya, meski sebenarnya ASI Ratu belum banyak yang keluar. Bayi itu menangis kencang.


"Kamu kenapa lagi sayang?" Tanya Ratu bingung, bukankah dia telah diberi ASI kenapa masih menangis, pikir Ratu


"ASI mu sepertinya belum banyak, susui dengan yang satunya lagi..!"


"Astaga, ini aja yang sebelah perihnya gak ketulungan, susu Formula… andaikan ada susu Formula, hiks…" Gumamnya dalam hati.


Ratu pasrah, dia mengambil kembali anaknya itu dan ditaruhlah dipangkuannya dengan posisi yang berbeda agar ia bisa menyusu di payu***@ yang satunya lagi.


"Aww.. "


Ratu benar-benar merasakan sensasi sakit dan perih, setelah luka bahkan dia harus merelakan yang luka itu terus dihisap sang bayi.


"Gue kira menyusui gak akan sesakit ini, padahal jika Deon yang melakukannya sama sekali tidak sakit, kenapa ini rasanya berbeda." Pikir Ratu


Akhirnya drama menyusui pun selesai, Ratu berharap bayi itu akan merasa kenyang sampai esok hari agar ia bisa bernafas lega.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2