Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Bab 43 Pencuri


__ADS_3

Ratu bergegas pergi ke kamarnya mencari kertas dan menulis surat, ia lalu menyuruh Rey menitipkan surat itu pada pengawal kepercayaan pilihannya, agar surat itu sampai kepada Raja yang sedang diperbatasan.


Jika dikirim malam ini kemungkinan surat akan berada ditangan Raja sekitar sore atau malam hari. Ratu sangat berharap surat itu dapat membantu, meski Ratu sedikit ragu apakah Raja akan mempercayai isi surat itu.


Malam ini Ratu mulai sedikit lega, ia memutuskan untuk tidur karena merasa kali ini ia benar-benar mengantuk, Saat melihat Sani yang tidur semakin menguasai ranjangnya.


"Apa gue harus tidur dibawah, atau gue bangunin aja ya si Sani? Hmm.. tapi sepertinya malam ini sedikit gerah, gue tidur dibawah aja deh."


Ratu mengambil perlengkapan tidur lagi dan meletakkannya dibawah, meski tidur dibawah ia tentu tidak mau jika ketika pagi badannya pegal-pegal maka dari itu ia meletakan beberapa tumpukan kasur yang tipis itu.


Ketika pagi datang, Sani terbangun terlebih dahulu, "Kemana perginya Ratu, apa dia sudah bangun? Hmm aku rasa dia berada di kamar mandi sepertinya aku harus kembali ke kamarku dan bersiap-siap."


Sani melangkahkan kakinya turun dari ranjang, sementara ia masih dalam keadaan mengantuk dan mengucek-ngucek matanya itu, tanpa ia sadari.


"Bbuuuggg.."


"Aw.. sakitnya, sepertinya kakiku tak sengaja tersangkut sesuatu.. astaga ada-ada saja pagi ini."


Saat Sani mulai mengucek-ngucek lagi matanya, dan mulai sadar sepenuhnya dari rasa kantuknya itu akhirnya ia bisa melihat dengan jelas, "Astaga.. Ratu"


"Hhmm…" Ratu hanya berdehem sambil melotot pada Sani, ia merasa kesal pagi ini.


"Maafkan a-ku Ratu, a-ku benar-benar tidak tahu jika Ratu tidur dibawah." Ucap Sani sedikit terbata-bata ia merasa tidak enak hati


"Hmm.. iya karena aku tak sanggup membangunkan orang yang benar-benar menikmati tidurnya, bahkan tidur terlentang dengan posisi menyerong, lalu aku tidur dimana?" Ucap Ratu


"Ah, benarkah? Sepertinya aku tak pernah tidur sebarbar itu." Jawab Sani


"Haruskah aku memperlihatkannya lagi?" Ratu akhirnya naik ke atas Ranjang dan mencontohkan gaya tidur Sani semalam. Tapi Ratu mulai berpikir kenapa ia repot-repot melakukan hal itu.


"Ah sudahlah, jika kau ingin kembali ke kamarmu, kembali lah..!, lagi pula hari sudah terang." Perintah Ratu


"Benarkah gaya tidurku begitu?" Sani berjalan menuju kamarnya sambil memikirkan ucapan Ratu, ia bahkan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu.


Setelah melewati pagi dengan mual dan muntah, Ratu lalu sarapan sedikit hanya agar perutnya tidak terlalu kosong. Ia berencana berjalan kaki dipagi hari mengelilingi istana, sebenarnya Ratu merasa kesal karena tidak diizinkan berkuda.


Udara pagi ini masih terasa segar bahkan dingin, masih berembun membuat setiap nafas yang dikeluarkan menimbulkan asap di sekiling udara pagi itu.

__ADS_1


"Ratu diluar masih dingin, sebaiknya kita kembali..!" Ucap Sani


"Hhmm.. benar juga, rasanya aku ingin kembali dan tidur lagi, menarik selimut, ahh… pasti hangat." Ucap Ratu sembari membalikkan badannya kembali menuju paviliunnya, Ratu berjalan begitu terburu-buru karena membayangkan selimut hangatnya itu.


"Astaga, Ratu… jangan cepat-cepat begitu, ingat Ratu sedang mengandung..!" Teriak Sani


"Selalu saja begitu, aku seperti orang tua yang mengkhawatirkan anak bayinya, ya ampun aku mulai memikirkan kerutanku lagi." Keluh sani dalam hatinya


Ratu yang mendengar teriakan Sani itu akhirnya memperlambat langkahnya, ia baru menyadari kalau ia memang sedang mengandung dan harus lebih berhati-hati, saat ia melihat perutnya yang masih rata itu, "Gue selalu aja lupa kalau gue lagi hamil, masih rata begini kok ini perut jadi wajar lah gue gak sadar, hhmm…" gumam Gita (Ratu)


Saat Ratu sampai di depan paviliunnya, Ratu memperlambat langkah kakinya karena ia takut tersandung, ia juga lagi tidak ingin mendengar omelan Sani, ia bahkan mengendap-ngendap seolah-olah ingin memperlihatkan pada Sani bahwa ia sangat berhati-hati.


"Brruukk.."


"Kenapa kau menabrakku?" Tanya Ratu


"Ah maaf Ratu, memangnya ada apa Ratu sampai mengendap-ngendap begitu?" Tanya Sani penasaran


"Tidak ada, aku hanya menuruti apa katamu, bukankah aku tidak boleh lari dan harus berhati-hati." Jawab Ratu lalu kembali menghadap ke arah depan


Sani menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mengira ada sesuatu yang mencurigakan tapi ternyata Ratu hanya terlalu lebay.


"Ya ampun, bahkan aku tidak boleh berlari saat ada keadaan yang mendesak seperti ini." Keluh Ratu lalu ia masuk ke dalam kamarnya menegecek semua barang, dan memang tidak ada yang hilang.


"Aneh sekali, tidak ada yang hilang, orang tadi sebernya mau ngapain coba, hadeuh… lebih baik gue tarik selimut lagi deh, bbrrr.. dingin." Ratu naik keatas Ranjang dan menikmati kasur yang hangat itu, karena tidak ada barang yang hilang jadi tidak ada rasa khawatir di hatinya.


Beberapa menit kemudian Sani kembali dengan keringat diwajahnya, "Ratu… pencuri itu lolos, dia menghilang begitu saja." Ucap Sani


"Memangnya dia hantu bisa menghilang." Jawab Ratu dengan candaannya itu tanpa melihat wajah Sani yang penuh keringat, ia membelakangi Sani dengan ditutupi selimut tebal.


"Bukan begitu maksudku Ratu, tapi Ratu jangan khawatir karena aku juga sudah menyuruh Rey mencari pencuri itu." Ucap Sani


"Aku tidak khawatir, biarkan saja karena tak ada barang yang hilang, aku mau tidur satu jam saja karena diluar juga masih dingin, kamu boleh melanjutkan apapun yang mau kamu lakukan..!" Perintah Ratu


"Baiklah, tapi tidak kah Ratu ingin ditemani tidur lagi?" Tanya Sani


"Tidak, ini sudah pagi.. aku tidak takut." Jawab Ratu meyakinkan Sani, rasanya Gita (Ratu) ingin segera tidur dengan selimut yang nyaman itu, ia merasa sudah PW (posisi wenak). Hehe

__ADS_1


Sani pun akhirnya keluar, ia mencoba mencari Rey lagi dan memastikan apa orang tadi berhasil ditangkap atau tidak. Sani berpikir mungkin pencuri tadi belum sempat mengambil barang di kamar Ratu.


* *


Sementara di tempat lain, ada perbincangan yang mencurigakan.


"Bagaimana, sudah beres?"


"Sudah nyonya."


"Bagus, ini bayaranmu dan jangan sampai ada orang lain yang tahu!"


"Baik nyonya, saya permisi."


"Hahahaha… aku tinggal menunggu kabar baiknya."


*


Rey yang mulai mencari ke semua penjuru paviliun Ratu tidak menemukan orang mencurigakan, hanya ada beberapa pelayan dan pengawal yang terbiasa berada disana untuk melayani Ratu.


Ia kembali untuk melapor, dan bertemu Sani di depan kamar Ratu.


"Aku tadi mencarimu, bagaimana apa pencuri tadi tertangkap?"


"Tidak, aku kehilangan jejak, memangnya apa yang hilang?"


"Ratu bilang tidak ada, dan Ratu sekarang sedang tidur. Sepertinya pencuri itu belum sempat mengambil apa-apa."


"Syukurlah…"


Kemudian terdengar suara orang terjatuh dari dalam kamar, "Tolong….. Sani tolong…"


"Ratu." Sani dan Rey merasa kaget dan khawatir lalu segera berlari masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Ratu.


Bersambung…


...Setelah membaca, jangan lupa tombol like nya ya readers.. ! :)...

__ADS_1


...jangan lupa mampir di novel temanku ini, kepoin ya..!...



__ADS_2