Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 51 Selir Mey dibawa ke paviliunnya


__ADS_3

Setelah mendengar kabar tentang selir Mey, beberapa tabib istana datang menghampiri untuk memastikan keadaan selir Mey, ternyata memang selir Mey meminum racun dan tidak sadarkan diri.


Ratu memperbolehkan perawatan selir Mey dilakukan di paviliun selir dengan penjagaan ketat, sampai saat dimana ia sembuh maka ia harus kembali masuk ke dalam penjara.


"Apakah dia benar-benar melakukan aksi bun*h diri?" Tanya Ratu


"Hmm.. sepertinya begitu yang mulia, karena memang selir mengalami gejala setelah meminum racun, bahkan ia tidak sadarkan diri tapi dosis yang ia minum sepertinya tidak banyak." Jawab kepala tabib istana.


"Hhmm berapa lama ia akan kembali sehat dan bisa menjalani hukumannya lagi?" Tanya Ratu, ia ingin segera melihat Mey sembuh, bukan karena kasihan tapi ia ingin melihatnya terkurung di penjara bawah tanah yang gelap itu.


"Karena gejalanya ringan, sepertinya dalam satu minggu selir Mey akan sembuh seperti sedia kala." Jawab kepala tabib istana dengan yakin


"Baiklah, berikan obat terbaikmu agar dia cepat sembuh..!" Ucap Ratu


"Baik yang mulia." Jawab kepala tabib istana ia sedikit merasa heran karena ia berpikir bahwa Ratu terlalu baik, mengkhawatirkan selir Mey yang jelas-jelas telah membuatnya celaka.


* *


Akhirnya Raja mendapatkan kabar dari istana, tapi kabar itu membuatnya gelisah, ia begitu mengkhawatirkan keadaan Ratu dan calon anaknya itu, meski ia tahu bahwa mereka baik-baik saja tapi rasanya ia ingin cepat kembali ke istana.


"Aku tidak menyangka jika Mey bisa melakukan hal itu, apakah karena ia terlalu cemburu? Tapi tetap saja itu merupakan tindak kejahatan dan aku tidak akan memaafkannya." Gumam Raja pelan


Raja mulai membayangkan saat-saat ia bersama Ratu, meski selalu saja bertengkar dengan Ratu tapi ia merindukan pertengkaran itu.

__ADS_1


Dulu ia melihat bahwa Ratu Anggrek itu wanita licik yang berpura-pura lemah lembut dihadapannya dan juga ibu Suri, tapi ia salah besar, setelah mengenal Ratu ia merasa bahwa Anggrek selalu bersikap apa adanya.


Raja tersenyum hanya dengan membayangkannya saja, mengingat kejadian saat ia memancing bersama, berkuda bersama, bahkan ketika ia dikerjai oleh Ratu, dimana rasa bencinya yang terlalu dalam pada Ratu berubah menjadi cinta, memang benar benci dan cinta itu bedanya sangat tipis, sampai saat dimana lamunannya buyar.


"Yang mulia.. hamba datang menghadap, ada sesuatu hal yang penting yang harus hamba sampaikan." Ucap pengawal itu


"Baiklah, bicaralah..!" Ucap Raja


"Sebaiknya yang mulia melihatnya secara langsung, ayo kita segera pergi ke lokasi kejadian..!" Ucap pengawal itu dengan wajah yang serius dan terlihat khawatir.


Akhirnya Raja Deon pergi mengikuti langkah sang pengawal, ia juga penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"Astaga, ulah siapa ini? Apakah karena hujan dan angin kencang semalam?"


"Baiklah, sebaiknya kita perbaiki segera..!"


"Disaat aku ingin kembali ke istana karena aku sangat rindu dan disaat itu juga semua masalah disini menahanku lebih lama, dan lebih lama lagi, huh… " keluh Raja Deon dalam hatinya.


* *


Ratu (Gita) membaringkan tubuhnya di ranjang, ia mulai merasa lelah dengan kehidupannya di dunia komik, dia memang ingin memberikan selir Mey pelajaran, membuatnya menanggung semua yang telah diperbuat, jika selir Mey mat* dengan mudah itu tidak akan adil untuk Ratu Anggrek.


"Aku harus bisa membuat paman dan keponakan itu mendapatkan hukuman yang pantas agar misiku selesai dan kembali ke dunia nyata." Gumam Gita dalam hati.

__ADS_1


Tiba-tiba Sani datang membawakan Ratu makan siang, ia khawatir dengan keadaan Ratu yang sedang hamil.


"Ratu.. makanlah dulu..!"


"Aku lagi tidak ingin makan Sani."


"Tapi, calon bayi Ratu sepertinya ingin makan."


"Kau ini, mulai seperti ibu Suri saja yang terus memaksaku makan dan melarangku ini dan itu, huh… baiklah aku akan makan sedikit saja."


Akhirnya Ratu mulai memakan makanan yang dibawa Sani, ia juga sebenarnya merasa khawatir akan calon bayi yang ada di perutnya jika ia egois mogok makan.


* *


Beberapa jam berlalu setelah diobati beberapa tabib ternyata selir Mey belum sadar juga, membuat para tabib akhirnya keluar dari kamar selir satu persatu, di luar kamar selir Mey sangat dijaga ketat, Ratu memerintahkan banyak penjaga disana, ada yang berjaga di depan kamar bahkan di depan dan belakang gerbang paviliun dengan jumlah cukup banyak, ia tidak mau kecolongan.


Saat selir Mey mulai sadar, ia melihat sekeliling ruangan, saat menyadari bahwa ia berada di kamarnya yang nyaman ia bangun dan tersenyum senang.


"Bukankah mereka sangat mudah dikelabui.. hahahha" Ucap selir Mey senang.


Bersambung…


Rekomendasi novel hari ini ya readers, jangan lupa dikepoin..! He

__ADS_1



__ADS_2