Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Luka Kirana


__ADS_3

Reza begitu terburu-buru dia bisa melihat orang suruhannya sedang menunggu, duduk di kursi.


"Bagaimana keadaannya sekarang?"


"Nona Kirana, tangan dan kakinya terluka karena truk itu mengenai bagian samping mobilnya, namun tidak parah."


"Syukurlah, aku ingin memeriksa keadaannya sendiri." Ucap Reza lalu masuk ke kamar no 345 itu


Melihat gadis muda itu membuat Reza sedikit kecewa namun ia begitu prihatin dengan keadaannya saat ini.


"Kak Reza…" Panggilnya dengan suara lirih


"Hmm.. kakak kecewa padamu, untuk apa kamu membuntuti kakak?." Tanya Reza


"Ah itu, sebenarnya aku hanya disuruh saja, untuk apa aku mengikuti kakak, kurang kerjaan sekali." Jawabnya


"Imbalan apa yang Meta janjikan?."


"Bukan kak Meta kok."


"Sudahlah, kau pikir kakak tidak tahu, lain kali jangan gegabah seperti ini, kamu itu gadis yang baik, jangan mau dipengaruhi Meta..!"


"Kakak.. aku tidak melakukan kejahatan apapun, aku hanya mengikuti kak Reza saja, dan kak Meta memberiku imbalan yang banyak."


"Memangnya kamu kekurangan uang?."


"Tidak kak, kak Meta menjanjikan barang yang aku suka, itu saja."


Reza berusaha menasehati sepupunya itu, Kirana adalah anak dari adik ayahnya Reza, memang Kirana baik, dia sibuk dengan kuliahnya dan tidak terlalu sering berkunjung ke rumah Reza.


Namun semua keponakan Bu Maya yang berjenis kelamin perempuan memiliki perlakuan istimewa darinya, hanya saja Meta lebih sering mengunjunginya membuat ibu Reza lebih akrab dengan Meta.


Kirana dan Meta hanya sepupuan, bukan saudara kandung. Namun terkadang kehidupan Meta yang selalu dimanja membuat gadis itu bisa mendapatkan apa saja yang diinginkannya, sementara Kirana diajari untuk tidak menghambur-hamburkan uang.


Saat Meta menawarkan barang-barang mewahnya yang limited edition itu, membuat Kirana menyetujui permintaan Meta, karena hanya mengikuti Reza seharian, pekerjaan yang tidaklah sulit namun dengan imbalan yang menggiurkan.


"Kirana, kakak mohon jangan lakukan hal bod*h lagi, kalau kamu menginginkan sesuatu bukan dengan cara instan begitu. Dan kakak mohon jauhi Meta jika dia masih saja seperti itu..!"


"Hmm.. iya kak, aku kapok deh, sepertinya aku kualat sama kak Reza jadi kecelakaan gini deh, aku benar-benar kaget loh kak, tapi untungnya lukaku tidak parah."


"Jangan bilang sama om dan tante ya..! Kak Reza gak mau masalah ini makin rumit."


"Iya kak."


Bu Maya datang dengan terburu-buru bahkan berlari sambil menangis.


"Kirana… kamu gapapa sayang?"


"Gapapa tante, cuma luka ringan saja."


"Tetap saja tante khawatir, kamu mau kemana bisa kecelakaan di luar kota gini?."


"Kata Kirana tadi dia berniat mengunjungi temannya yang ada di kota ini mah, lebih baik jangan menanyakan banyak hal dulu, Kirana masih syok..!" Jawab Reza


"Hmm begitu, baiklah, mamah sama papah kamu mana?"

__ADS_1


"Mamah, bentar lagi juga dateng tante, kalau papah memang sedang ke luar negri tante."


"Apa mamah dan papa kamu masih saja sibuk, dan membiarkan anak gadisnya kesepian dan tak terurus? Kalau masih begitu, sebaiknya kamu jadi anak tante aja Kirana." Ucap Bu Maya sedikit kesal karena belum melihat adik iparnya itu muncul.


"Hahaha… tante bisa aja, gak ko tante, mamah sekarang lebih suka dirumah, kalau papah memang sibuk bekerja." Jawab Kirana.


Saat mereka berbincang-bincang, terdengar suara handphone Kirana berbunyi.


"Hallo kak." Kirana


"Bagaimana?." Meta


"Besok aku telpon lagi ya..!" Kirana


Tut


Panggilan itu dimatikan oleh Kirana secara sepihak.


"Siapa sayang?."


"Bukan siapa-siapa ko tante, aku mau apelnya dong tan.." Kirana mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


***


Meta membanting handphone nya ke atas ranjang,


"Sial… kenapa kerjaannya gak beres sih? Aku bahkan merelakan barang kesayanganku, aku tidak bisa bersenang-senang hari ini." Ucapnya kesal


Ya.. hari ini Meta berniat mengganggu acara kencan Reza lagi, dia yang masih mempunyai urusan penting lainnya memilih menyuruh sepupunya saja yang sedang libur kuliah.


Sudah beberapa kali dia melakukannya, dan itu berhasil membuat mantannya itu marah pada Reza disaat kencan bersama Gita.


Hiburan itu selalu membuat Meta senang, hingga ia ingin terus melakukannya.


Flashback


Gita sedang kencan bersama Reza, pagi itu mereka berolahraga pagi bersama.


Mereka juga membawa bekal makanan, jadi mereka bisa sekalian piknik.


"Kita istirahat dulu disini ya?."


"Iya, aku juga sudah lelah dan berkeringat." Ucap Gita


Munculah gadis secara tiba-tiba menghampiri Reza, dan langsung berhambur memeluk pria itu meski Reza berkeringat.


"Kau ini apa-apaan? Lepas..!" Ucap Reza.


"Reza, bukannya kamu bilang mau memulai hubungan kita lagi, bahkan kau menyuruhku datang kesini menyusulmu yang sedang berolahraga." Ucap Widia


"Aku gak pernah menghubungimu."


"Kamu bohong, kalau bukan kamu lalu siapa? Jelas-jelas itu kamu dan buktinya kamu memang sedang berada disini." Ucap Widia ngotot


Gita yang menyaksikannya tentu saja ia merasa cemburu, dia pergi begitu saja tidak ingin menyaksikan pacarnya dipeluk-peluk wanita lain.

__ADS_1


Gita mengira jika Reza masih berhubungan dengan mantan-mantannya.


Keterlaluan, mending gue pulang aja. Pikir Gita


"Git tunggu, jangan gitu dong, kamu cuma salah paham..!" Reza mengejar Gita.


"Hmm.. entahlah gue harus percaya atau enggak." Jawab Gita dengan bahasanya yang mulai berubah. (Gue lo lagi, bukan aku kamu)


"Kamu percaya dong sama aku..! Gimana kalau kita buktikan saja." Ucap Reza memohon


Gita akhirnya memberi Reza kesempatan, mereka menemui Widia lagi bersama-sama, meminta gadis itu menghubungi lagi nomor handphone yang mengaku-ngaku sebagai Reza.


Namun tiba-tiba no itu tidak aktiv, membuat semua menjadi heran dan penuh tanya.


Namun dengan kemampuan Reza, dia bisa melacak terakhir kali posisi orang yang menghubungi Widia.


Dan ternyata lokasi terakhirnya di alamat rumah Meta dan salah satu gedung yang tak jauh dari tempat mereka berada.


Tentu saja Reza dan Gita langsung tahu siapa yang mengacaukan acara mereka. Setelah itu terkadang mereka mengikuti alur cerita yang dibuat Meta, Gita dan Reza akan pura-pura bertengkar namun saat sampai di rumah, mereka saling bertukar pesan dengan penuh cinta.


Flashback off


Bu Jani datang, namun dengan wajah biasa seolah tidak ada rasa khawatir pada anak gadisnya itu.


"Kamu baru datang?" Tanya Maya dengan ketus


"Iya mbak, ini kan perjalanan luar kota, ya perlu waktu untuk datang." Jawab Jani dengan santainya.


"Bahkan anak sendiri celaka saja kau masih tetap tenang, kalau kau tidak mau, biar aku bawa saja Kirana bersamaku." Ucap Maya


"Huss.. mamah ini, jangan begitulah ma.. semua orang tua pasti menyayangi anaknya, mengkhawatirkan anaknya." Ucap Sanjaya


"Habisnya mamah kesal pah, punya anak gadis tapi tidak diperhatikan, kalau saja mamah punya anak perempuan sudha mamah manjakan dia." Ucap Maya


Jani melangkahkan kakinya menuju ranjang pasien, dia melihat Kirana yang kini sedang tertidur.


"Apa kirana sakit parah Za?."


"Tidak ko tante, cuman luka ringan."


"Syukurlah, kalau begitu tante pulang saja, biarkan Kirana istirahat, tante juga menyediakan beberapa pelayan untuk mengurus Kirana."


"Tapi tante?" Reza berusaha menghentikan Bu Jani, karena ia tahu Kirana membutuhkan ibunya.


Maya pun ikut emosi saat melihat adik iparnya bersikap dingin pada anaknya sendiri. Ingin rasanya Maya menghajar Jani yang tidak berperasaan itu.


"Jani.. kamu jangan kejam seperti itu pada Kirana..!" Ucap Sanjaya


"Aku, aku lelah kak, dia juga baik-baik saja kan?"


"Astaga, ibu macam apa kamu?" Sanjaya ikut marah.


Namun Reza menenangkan ayahnya, dan Jani pergi begitu saja.


Bersambung…

__ADS_1


__ADS_2