Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 83 baby blues


__ADS_3

Ternyata berita itu sampai kepada Ratu, karena memang dia sengaja ingin tahu semua kejadian yang menyangkut selir Mey.


"Apakah dia terkena baby blues, seperti yang pernah gue baca dulu." Pikir Ratu.


Baby blues syndrome atau sindrom baby blues adalah perubahan suasana hati setelah kelahiran yang bisa membuat ibu merasa terharu, cemas, hingga mudah tersinggung.


Sindrom blues disebut juga sebagai postpartum blues yang biasanya dialami oleh sekitar 80 persen atau 4-5 ibu baru.


Kondisi ini dapat membuat ibu jadi tidak sabaran, mudah marah, khawatir dengan masalah ibu menyusui, hingga khawatir dengan kesehatan bayi. Bahkan tak jarang, ibu juga bisa merasa lelah tapi sulit tidur dan terus menangis tanpa alasan yang jelas.


"Gue bahkan sempet denger berita deh ibu muda yang membunuh bayinya karena penyakit baby blues ini, ada berbagai macam faktor, ada yang karena omongan tetangga mengatai bayinya kurus karena tak diberi ASI.


Sedangkan si ibu memberinya susu Formula karena memang ASI nya tidak keluar, lidah memang tak bertulang tapi bisa berakibat fatal, padahal seorang ibu pasti telah berusaha memberikan yang terbaik untuk anakknya." Gumam Gita dalam hati.


"Ada juga kasus ibu baby blues karena kelelahan jarak usia anak yang berdekatan, mempunyai 3 anak balita, sebenarnya kondisinya bisa stabil asal ada yang mendukung, tapi kalau suaminya saja cuek,


membiarkan istri stres mengurus rumah dan ketiga anak balita, tidak ada perhatian dan canda tawa dari sang suami, akhirnya dia membunuh ketiga anaknya itu. miris bukan? dan yang lebih miris lagi yang disalahkan adalah ibu nya saja."


Jika memang kini baby blues yang dialami selir Mey, tentu saja mengacuhkan anaknya adalah salah satu tanda dari penyakit tersebut. Ratu merasa bimbang, bukankah harus ada penanganan lebih lanjut dan harus ada orang yang benar-benar setia mendukungnya, yang nantinya akan sangat baik untuk kesembuhan selir Mey.


Disaat seperti ini, Ratu merasa hati nuraninya tidak memperbolehkannya menjatuhkan hukuman penggalan itu untuk saat ini.

__ADS_1


"Sani, aku harus bagaimana?"


"Biarkan saja dulu Ratu, kita lihat dulu apakah dia benar-benar sakit atau hanya pura-pura."


"Kenapa kau bisa berpikir dia hanya pura-pura?"


"Entahlah, aku selalu waspada dengan orang jahat seperti itu Ratu, dan aku meragukannya."


***


Tabib istana segera memberikan pertolongan pada selir Mey, Rizad yang baru sampai disana pun merasa kaget dengan keadaan selir Mey dan juga bayi yang sudah ada di hadapannya itu.


Disatu sisi dia senang anaknya kembali, disatu sisi dia sedih melihat ibu bayi itu sepertinya mengalami stress yang berlebihan.


Sementara untuk saat ini, Rizad hanya ingin menemani selir Mey dan juga bayinya memastikan semuanya baik-baik saja.


Dia memang merasa aneh dengan bayinya yang hilang dan tiba-tiba kembali, tapi menurutnya yang terpenting bayinya sudah kembali, menatapnya lekat-lekat.


"Kamu membuat ayah khawatir sepanjang hari nak.."


Selir belum sadar juga, setelah sekian lama menunggu, matanyanya pun terbuka.

__ADS_1


"Rizad.."


"Kamu sudah bangun Mey? Makanlah dulu, tubuhmu lemas karena belum makan, dan juga jangan terlalu banyak pikiran..! Itu tidak baik untuk kesehatanmu."


"Bukankah kau tahu beban pikiranku terlalu banyak dan terlalu berat, mana mungkin aku mengabaikannya."


"Hmm.. makna dulu, biar aku yang menyuapimu."


"Kenapa kau selalu baik padaku? Padahal aku sering memanfaatkanmu saja, tanpa memahami perasaanmu."


"Sudahlah jangan banyak bicara, perutmu pasti sudah sangat perih karena tidak diisi makanan. Ayo buka mulutmu..!"


Akhirnya suapan demi suapan masuk ke mulut Mey. Membuat perutnya menjadi lebih baik dan pusing yang ia alami hilang.


Pelayan yang tadi menyusui bayi selir masuk, dia berniat mengambil peralatan makan. Dia melangkah pelan dan sedikit gugup, dia masih merasa takut dengan kejadian tadi yang menimpanya.


"Kenapa kau gugup seperti itu?" Tanya selir


"Tidak apa-apa nyonya."


"Ternyata nyonya tidak sadar dengan apa yang telah dia lakukan padaku, atau dia hanya pura-pura lupa? Ah sudahlah lebih baik aku segera pergi." Pikirnya

__ADS_1


Pelayan itu buru-buru meninggalkan kamar selir, Rizad sebenarnya tahu kekacauan yang terjadi dan dia juga tahu pelayan tadi korbannya selir, tapi dia juga merasa heran dengan sikap Mey yang seakan melupakan kejadian tadi.


Bersambung...


__ADS_2