Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
BAB 89 Kembali, season 1 tamat


__ADS_3

Pagi hari tiba, pemakaman pun dilakukan, Rizad menjadi satu-satu nya orang yang nampak sedih. Sementara yang lainnya hanya memasang ekspresi biasa saja, bayi kecil yang kini kehilangan ibu nya pun nampak gelisah, sepanjang malam dia kerap sekali menangis meski dirawat oleh pelayan yang biasa memberinya ASI.


Bayi perempuan itu seakan tahu kalau dia telah kehilangan orang yang telah melahirkannya.


Ratu dan Raja ikut melihat pemakaman selir Mey, untuk melepas semua yang mengganjal yang ada di hati mereka, Raja yang akan melepaskan semua kenangan bersama Mey dimasa lalu. Ratu yang merelakan dan memaafkan kesalahan Mey padanya.


Sementara Ibu Suri menunggu bersama pangeran kecil, entah kenapa perasaan Ibu Suri tidak melunak pada Mey, masih tetap membencinya meski kini telah tiada.


"Cucuku… jika sudah besar nanti, tumbuhlah menjadi pangeran yang gagah, tampan, jujur, adil, dan berbakti pada kedua orang tuamu, dan jangan lupa terus sayangi nenek cantikmu ini…! Emm… gemasnya.." Ucap ibu suri sambil menggendong pangeran kecil.


Sani yang melihat tingkah Ibu Suri pun tersenyum, bersyukur karena pangeran memiliki banyak orang yang begitu menyayanginya. Sani berharap kedepannya tidak ada yang berani mengganggu ketentraman keluarga kecil Nyonya nya, Ratu Anggrek.


***


"Sayang, ayo kita pulang..!"


"Hmm.. iya, lagi pula aku begitu merindukan bayiku.. ayo cepat Deon..!" Ucap Ratu, lalu dia berlari


"Bukankah aku yang duluan mengajaknya pulang, kenapa aku yang malah ditinggal pergi? Huhh.." Keluh Deon.


Raja tidak mau ikut berlari, lagi pula dia tahu kecepatan lari istrinya itu, dia membiarkan Ratu menikmati harinya, setelah sembuh pasca melahirkan Ratu mulai aktif lagi, bisa berlari dan melakukan semua hal yang dia inginkan, Raja tersenyum melihat tingkah istri bar-bar nya itu.


Kini Raja pun lebih merasa tenang, tidak mengkhawatirkan sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya, ya… karena Mey memang telah tiada.


Sesampainya di paviliun, Deon dapat melihat dua perempuan dan satu laki-laki yang ia sangat sayangi itu sedang bersenda gurau. Bayinya yang kini menginjak usia dua bulan sudah lebih aktif, tangan dan kakinya bahkan sering bayi itu gerakan dengan sangat lincah, membuat mereka yang melihat seakan merasakan kebahagiaan.


"Ibu.. ibu masih disini?."Tanya Deon


"Tentu saja, ibu masih merindukan cucu ibu, apakah kamu mengusir ibu?."


"Tentu saja tidak bu, kalau begitu bagaimana kalau kita makan bersama saja?."


"Baiklah, lagipula hari ini ibu sedang ingin disini seharian."


Sementara ibu dan anak itu mengobrol, Ratu bergegas menggendong dan memberi ASI pangeran kecilnya, ditinggal sebentar saja membuat bayi itu nampak kelaparan, sebegitu rakusnya bayi itu minum ASI. Hehe


"Wah.. anak ayah pintar sekali, ayah minta dong? Hehe.." Ucap Deon yang tiba-tiba datang menghampiri.


"Syyuttt.. kau ini Deon."


"Aku hanya bercanda."


"Tapi bagaimana kalau ibumu mendengarnya, aku malu." Ucap Ratu.


"Hehe.. aku lupa, maaf ya.. jika sudah selesai sebaiknya kita makan bersama, Ibu juga akan makan bersama kita."

__ADS_1


"Baiklah, aku ingin makanan berkuah dan pedas."


"Iya baiklah, tapi jangan banyak-banyak, aku tidak mau melihatmu seperti kemarin, yang terus saja kentut, apa kau tau betapa tersiksanya aku? Hmm.."


"Hahaha.. kalau merasa terganggu harusnya kau pergi, kenapa malah menikmatinya?"


"Astaga, aku bukan menikmatinya, hanya saja aku sedang mencoba bersabar karena aku mengantuk sekali, aku kira itu tidak akan terjadi berulang-ulang, tapi kau sungguh menguji kesabaranku."


"Hehe.. sudahlah bukankah itu sudah berlalu, tidak perlu kau bahas lagi. Ayo kita makan, aku akan menidurkan bayi gemoy ku ini terlebih dahulu."


Ibu suri begitu menikmati momen makan bersama itu, Ratu juga merasa sangat senang bisa pulih sepenuhnya, dia sudah membayangkan bisa memanah lagi, berkuda, berlari, berlatih pedang dan kegiatan lainnya.


***


Saat kematian selir Mey, Rizad pun mengakui jika anak itu anaknya. Membuat dia mendapatkan hinaan dari teman serta semua pelayan di istana.


Beberapa hari kemudian, rasanya Rizad tidak sanggup hidup seperti itu, dia akhirnya memilih meninggalkan istana, hidup sederhana bersama bayi kecilnya, dan ternyata pelayan yang selama ini menyayangi anak dari selir Mey pun ikut pergi bersama Rizad.


Mereka akan memulai hidup baru, pelayan itu tidak rela berpisah dengan bayi perempuan yang membuatnya teringat dengan anaknya yang telah meninggal. Meski tidak ada cinta diantara mereka tapi ada alasan yang bisa membuat mereka untuk hidup bersama yaitu rasa sayang kepada bayi itu yang sama-sama mereka rasakan.


"Kamu yakin akan ikut denganku?" Tanya Rizad


"Iya, aku ingin memulai hidup baru, aku tidak bisa berpisah dengan bayi itu. Apakah kau tahu? Suamiku meninggal saat aku mengandung, jadi tidak ada alasan bagiku untuk bisa bahagia, hanya bayi itu harapanku."


"Baiklah, aku akan menerimamu sebagai ibu dari anakku.. mari kita membuka lembaran baru, aku yakin pelahan akan tumbuh rasa cinta di hati kita."


"Bagaimana, apakah kamu sudah merasa lega?" Tanya Raja


"Iya aku lega, melepaskan bayi itu bersama orang yang menyayanginya." Jawab Ratu


"Hmm.. kamu memang berhati lembut istriku, sebelum kembali, mari kita berjalan-jalan sebentar, menikmati waktu berdua kita."


"Maksudmu berkencan?"


"Ya bisa dibilang seperti itu, bukankah kau juga perlu dihibur karena telah bekerja keras menjaga bayi kita."


Ratu tak menjawab, dia hanya tersenyum dan berjalan beriringan bersama suaminya itu.


Setelah beberapa langkah terdengar suara terjatuh, ternyata Ratu pingsan dan membuat semua khawatir.


"Ratu bangunlah..!" Ucap Raja


Raja menggendong sang Ratu menuju peristirahatan yang tak jauh dari sana.


***

__ADS_1


Gita membuka matanya perlahan, 


"Pangeran kecil…"


"Kamu kenapa Gita, kamu mengigau? Ini sudah siang, kamu baru bangun? Astaga anak perawan kok malas sekali." Ibu Hanna mengomeli anaknya itu.


"Astaga, gue udah kembali.. huwwaaa…. Mamah… Gita kangen banget sama mamah.." Gita menangis sambil memeluk ibu nya itu.


"Kamu kenapa sih Git?, bangun tidur udah drama aja." Ibu Hanna merasa heran.


"Mah, udah berapa lama Gita tidur?"


"Lama sekali, kamu tidur dari sore hari dan bangun siang hari.. keterlaluan." Ibu Hanna mulai mengomel lagi.


"Sekarang tanggal berapa mah?."


"Ya ampun Gita, kamu ini bangun tidur ko jadi aneh begini. Tenang aja hari ini kamu libur kuliah kan, cepat bangun terus mandi..!"


"Siap mah.." Ucap Gita dia merasa senang telah kembali lagi.


Saat di kamar mandi, dia teringat Pangeran kecilnya.. dia merasa hatinya sedikit hampa tanpa kehadiran bayi gemuk itu.


"Gue udah cape-cape hamil, sampe ngelahirin dia susah payah, tapi gak bisa dibawa pulang. Hiks.. semoga kamu baik-baik saja disana."


"Astaga, aku belum memberi dia ASI, bagaimana kalau punyaku bengkak karena tidak ada yang menyedot ASI ku.. ya ampun."


Gita meraba payu****nya, ternyata dia merasa bahwa tubuhnya normal.


"Astaga gue lupa, itu kan tubuh Anggrek, syukurlah ternyata gue masih perawan atas bawah. Hehehe."


.


.


.


Season 1


Tamat 


Alhamdulillah, terimakasih untuk kalian yang sudah setia membaca sampai akhir.


Untuk season 2 mungkin akan up beberapa hari kedepan ya.. semoga saja masih ada kesempatan untuk melanjutkan cerita ini.


Terimakasih…

__ADS_1


Terimakasih… :)


__ADS_2