Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Jawaban Tak Terduga


__ADS_3

Tak terasa mobil itu kini sampai di kampus.


"Ini 'kan kampusnya Gita." Angga


"Benarkah?, tapi aku tidak pernah bertemu dengan kak Gita dikampus." Kirana


"Mungkin saking besarnya kampus ini, hehe.." Angga


Angga ikut turun dari mobil, membuat Kirana heran. Ternyata lelaki itu ingin mengantar Kirana sampai ke dalam, bahkan Angga ingin makan sebentar di kantin kampus itu, lagipula jika pulang tidak ada orang dirumah, Baskoro sedang tidur saat Angga tinggal.


"Masih ada waktu kok setengah jam lagi, aku temenin kakak ya?" Kirana


"Boleh, kita nongkrong dulu." Angga


"Iya, siapa tahu ada yang nyantol, hehe.." Kirana


"Apaan yang nyantol? Hahaha.." Angga


"Cewek lah, biar kakak gak jomblo terus." Kirana


"Hmm.." Angga


Mereka berjalan berdampingan menuju kantin, Angga memesan minuman dan juga cemilan, semua orang memperhatikan mereka, mengira mereka adalah sepasang kekasih.


"Tampan ya? Tapi sayang udah punya pacar," ucap salah satu anak kampus wanita.


"Iya, mereka serasi sih, ganteng dan cantik." 


"Udha yu akh, ngapain juga liatin orang pacaran."


Mereka berlalu pergi, kebetulan sekali Gita yang baru istirahat itu baru datang dan mencari tempat duduk.


Angga yang melihatnya, dia melambaikan tangannya, Nisa yang melihat Angga, dia langsung menarik tangan Gita dan menyeretnya ke meja Angga.


"Disini aja Git bareng kakak lo." Nisa


"Males ih." Gita


Gadis itu masih kesal pada kakaknya yang usil itu, untuk berbicara dengannya saja dia sangat enggan. Namun karena Nisa sudah terlanjur duduk disana, terpaksa Gita ikut duduk dan bergabung.


Saat mereka ingin memesan makanan, datanglah Kirana yang sudah kembali dari toilet.


"Eh ada kak Gita juga." Kirana


"Loh, kamu mahasiswi sini juga?" Gita


"Iya kak, aku kebetulan dateng bareng kak Angga, berhubung ada kak Gita, aku izin masuk kelas ya?" Kirana


"Kirana, disini aja dulu, bentar lagi minuman kamu aja belum habis..!" Angga

__ADS_1


Nisa yang memperhatikan mereka, kini merasa patah hati, belum juga dikejar, eh hatinya sudah patah, dipatahkan Kirana yang jauh lebih cantik darinya.


Sudah tidak ada harapan lagi. Pikir Nisa


"Ok deh, sampe minumannya habis." Kirana


Gadis cantik itu duduk kembali, ikut bergabung dengan mereka.


"Bukannya kakak masih sakit? Jangan bilang kalau kakak keluar gak bilang mamah dulu?" Gita


"Hehe.. iya kakak jenuh, kakak anterin Kirana ke kampus aja deh, eh ternyata kampusnya sama dengan kampus kamu." Angga


"Alasan, bilang aja kakak suka sama Kirana." Gita


"Hahaha.. gak mungkin lah." Angga


"Apanya yang gak mungkin, kalian sama-sama single kok." Gita


"Gak mungkin Kirana suka sama kakak, gitu maksudnya," ucap Angga dia sengaja mencari alasan.


"Siapa bilang? Aku mau kok jadi pacar kakak, kak Angga ganteng, baik juga." Kirana


"Apa?" Angga, Gita, dan Nisa berteriak serempak, mereka benar-benar tak menyangka dengan jawaban Kirana.


Angga yang kaget dengan pernyataan adiknya itu, mana mungkin dia berpacaran dengan adiknya sendiri, begitulah isi pikirannya.


Gita kaget karena awalnya dia hanya bercanda dan menilai jika Kirana wanita pemalu, dan ternyata menjawab dengan sangat lantang menerima Angga.


Nisa kaget jika candaan Gita dianggap serius oleh mereka berdua, membuatnya lemas seketika. Patah sepatah patahnya menyaksikan lelaki yang dia suka resmi mempunyai pacar di depan matanya.


Namun pikiran Kirana lain lagi, dia mempunyai alasan lain mengatakan itu, dia ingin dekat dengan kakaknya itu tanpa dicurigai Gita, dia ingin sering berkunjung ke rumah Angga, dengan begitu rahasia kakak adik mereka pun bisa terjaga.


"Maksud kamu gimana Kirana?" Angga


"Kak Gita kan udah ngelamar aku atas nama kak Angga, ya aku terima aja jadi pacar kakak, memangnya kakak gak mau jadi pacar aku?" Kirana


"Tapi 'kan?" Angga bingung mau mengatakan apa.


"Oh itu, gapapa ko kak, kita kaya taaruf aja, gak ada kontak fisik, aku memang tidak suka pacaran sih, hehe.." Kirana


Namun jawaban apapun yang dikatakan Kirana malah semakin membuat Angga bingung.


Ini anak kenapa sih? Pikir Angga


Kirana memilih segera masuk ke kelasnya karena sudah waktunya dia belajar, meninggalkan mereka bertiga yang masih kebingungan.


"Selamat ya kak, maaf nih Gita gak bermaksud loh buat ngelamar Kirana buat kakak, aku juga kaget kak." Gita


"Udahlah gak usah dibahas Git, kakak masih belum bisa mencerna kejadian tadi, kakak pulang aja ya?" Angga

__ADS_1


"Hmm, oke deh, bawa mobil sendiri?" Gita


"Gak, tenang aja ada pak Asep yang nyupirin." Angga


Lelaki itu berlalu pergi sambil melamun, dia bingung dengan sikap Kirana, bukannya dia tahu kalau hubungan mereka itu saudara kandung.


Pria itu memilih pulang dan minum obat saja, lalu tidur, karena dipikir berulang kali pun dia tetap tidak bisa menebak apa maksud dari perkataan adiknya itu.


Nisa yang patah hati, dia diam tanpa sepatah katapun, makanannya hanya diaduk-aduk tanpa dia makan.


"Nis, makan dong jangan digituin, mubazir tau..!" Gita


"Gue gak nafsu makan Gita, gue pengen nangis selonjoran deh dilantai." Nisa


"Astaga, ya udah sana selonjoran..!" Gita


"Gita, lu mah tega bener sama teman." Nisa


"Kenapa malah marah? Kan tadi lo yang bilang, ya terserah lo aja, asal lo senang." Gita


"Lo tega, tadi juga lo sampe niat ngelamar Kirana buat kak Angga." Nisa


"Gue bercanda tadi, mana gue tau Kirana merespon dengan serius." Gita


"Cepet habisin , terus kita balik ke kelas, kalau enggak, gue duluan aja, dan lo bayar semua makanan ini, termasuk makanan kak Angga dan Kirana!, hemmm.." ancam Gita.


"Iya iya, lo mah sahabat sedih pake diancem segala." Nisa


Akhirnya Nisa terpaksa menghabiskan makanannya yang bahkan sudah tidak jelas bentuknya itu karena diaduk terus dan dipotong sembarang arah karena kesal dan sedih.


***


Angga yang baru sampai, dia langsung diinterogasi oleh bu Hanna, pasalnya anak lelakinya itu keluar saat masih sakit.


"Kerja aja libur, kenapa malah keluar tanpa alasan Angga?" Bu Hanna


"Aku keluar untuk mengantar Kirana mah," jawab Angga.


"Hmm.. yaudah, sekarang kamu masuk, makan dan minum obat..!" Bu Hanna


"Iya mah, aku bukan anak kecil, aku juga sudah makan tadi, tinggal obatnya saja yang belum." Angga


"Hmm, kamu memang anak kecil, buktinya masih suka bertengkar dengan adikmu Gita." Bu Hanna


"Hehe… itu beda lagi mah," jawab Angga berlalu pergi ke kamarnya, dia berniat minum obat dan tidur siang saja.


Setelah obatnya diminum, dia berniat mengirimkan pesan pada Kirana, namun dia ragu takut mengganggunya yang sedang belajar.


Aku kirim pesan aja kali ya? Aku ingin tahu apa maksud perkataannya tadi. Pikir Angga

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2