Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Terusik Lagi


__ADS_3

Jika biasanya Meta akan meneror semua mantan-mantan Reza, kali ini berbeda.


Dia menghubungi mereka dan memberitahu keberadaan Reza jika lelaki itu sedang ada di luar, entah itu bertemu klien bisnis, atau keluar bersama Gita.


Gue gak perlu capek-capek, kan mereka yang aku jadikan boneka. Haha… pikir Meta


***


Semenjak menjalin hubungan dengan Reza, Gita mulai memperhatikan penampilannya, dia mau mendapat pujian terus menerus dari pacarnya.


Cantik, satu kata yang membuat hati gadis itu berbunga-bunga. Sedikit demi sedikit dia merubah penampilannya.


Mulai dari rambut yang digerai, dan baju-baju yang berwarna cerah dan terkesan feminim digunakan.


"Git penampilan lo makin hari makin meningkat. Hehe.." Ucap Nisa


"Beneran? Entahlah, gue kalau ketemu Reza selalu was-was dengan penampilan gue, gue takut dia malu punya pacar jelek, makanya gue berubah sedikit demi sedikit." Jawab Gita


"Hahaha.. iya, kelihatan tuh hari ini lo pake bedak ya?." Goda Nisa


"Serius kelihatan? Belepotan gak sih?, soalnya gue bedakan sendiri, biasanya didandanin sama nyokap gue." Gita lalu mengambil cermin kecil di dalam tas nya.


"Astaga, dunia mau kiamat kali ya, baru kali ini gue lihat isi tas lo ada cermin kecilnya."


"Berisik lo..!" Ucap Gita


"Nyantai kali Git, gitu aja ngambekkan.. udah cantik, gak belepotan kok.. kalau udah suka dandan begini, pasti mau dong ya gue ajakin belanja pulang dari kampus?he.."


"Boleh, gue mau beli baju-baju baru yang feminim gitu, trus mau nyalon rambut gue, kuku gue juga mau dicat ah, sama apalagi ya?."


"Hmm.. hmmm.. lo tuh ya bener-bener berubah, biasanya anti, nah sekarang malah udah dibayangkan, sudah di absen mau ini mau itu pula. Hahaha."


Percakapan mereka berakhir saat jam menunjukan pukul 08.30 karena mata kuliah akan segera dimulai.


Denis yang memperhatikan Gita dari jauh, mengagumi gadis itu dari hari kehari yang semakin cantik, namun dia tidak bisa mendekatinya lagi, karena sempat mendapat tonjokan dan gadis itu pun sudah tahu niatnya tidak baik.


"Ina.. kenapa lo jarang nongkrong lagi sama kita-kita?." Tamara


"Hmm.. gue gak diizinin sama bokap gue."


"Jadi anak rumahan nih? Hehe.."


"Haha, iya terpaksa gue, salah gue juga sih dulu ngeremehin orang."


"Maksud lo?." Tanya Tamara tidak mengerti.


Akhirnya Ina menceritakan tentang Gita yang sebenarnya orang kaya yang berkuasa tentunya, dia juga menceritakan kesalahannya yang kemarin yang hampir membuatnya masuk penjara.

__ADS_1


Tamara begitu terkejut, dia tidak menyangka sama sekali jika Gita mempunyai status yang cukup istimewa, terlepas dari penampilannya yang sederhana, bahkan terkesan tidak modis itu.


Karena Tamara begitu senang bergosip, akhirnya semua cerita itu sampai di telinga semua mahasiswa, termasuk teman-teman Wina yang sering memperlakukan Gita dengan kasar.


Mereka tidak percaya akan gosip yang beredar, dan masih mempunyai niat untuk mengganggu gadis itu.


Saat waktu menunjukan pukul 11.00 Gita dan Nisa keluar dari kelasnya menuju kantin karena perut mereka yang sudah protes.


Imelda yang sengaja membuat kaki Gita tersandung dan hampir jatuh, seketika ia tertawa.


"Hahaha.. makanya kalau jalan tuh liat-liat, pake tuh mata lo..!" 


"Astaga, lo bener-bener ya, lo yang nyelakain Gita juga, lo tuh punya kaki digunain yang bener, rese bener jadi orang." Nisa membela temannya.


"Yu ah kita makan aja laper gue." Ucap Gita, dia sedang malas berdebat.


"Tapi.. dia kurang ajar Git."


"Waktu gue hilang percuma dan sia-sia jika berdebat dengan cewek rese ini Nis, mending makan lah." Ucap Gita.


"Lo tuh ya, udah miskin belagu pula." Ucap Imelda


"Astaga ada juga lo tuh yang belagu, nyari gara-gara mulu." Jawab Gita.


Imelda tiba-tiba menjambak rambut Gita, seketika Gita membalikan keadaan, membuat wanita itu jatuh ke lantai.


"Udah, lo jangan nyari gara-gara deh mel, lo ga denger gosip tentang dia." Ucap Mona teman Imelda.


"Gue gak percaya, selama ngampus dia cuma pake motor matic nya yang biasa aja, gak pernah tuh bawa mobil sendiri, kalau bawa juga pasti dapet minjem." Ucap Imelda sengaja dengan suara keras agar terdengar oleh Gita.


Namun Gita menghiraukannya dan berlalu pergi menuju kantin.


Nisa sangat kesal, ketika makan terus saja dia mengumpat Imelda, tapi Gita hanya diam, dia malas meladeni orang-orang seperti itu.


Membuang-buang tenaga saja, gue pengen merasakan ketenangan tanpa diganggu orang rese.. pikir Gita


Gita ingin memperbaiki moodnya, dia mengambil handphone dan mengirim pesan-pesan singkat pada pacarnya itu.


Hari ini rasanya dia ingin bertemu Reza dan menghabiskan waktu berdua, namun dia sudah terlanjur janji dengan Nisa. Akhirnya siang itu dia berbelanja bersama sahabatnya, memanjakan dirinya dengan kartu kredit yang diberikan mamanya.


Sore itu mereka masih ada di salon langganan Bu Hanna, bahkan Gita menjadi pelanggan VIP.


Dia memijat tubuhnya agar rileks dan fresh, menghilangkan kekesalannya dengan kejadian kampus tadi. Namun ternyata dia harus kembali bertemu Imelda lagi.


Saat Gita sedang mendapatkan perawatan rambutnya.


"Eh lo lagi, haha.. lo lagi berharap berubah jadi cinderella ya? Nyalon segala, upik abu tetep aja upik abu." Ucapnya

__ADS_1


"Mba, tolong rias saya secantik mungkin namun terkesan elegan ya, jangan khawatir nanti aku kasih tips." Ucap Gita.


"Hahaha.. tips apaan? Paling 2000 Rupiah, kaya ngasih ke tukang parkir."


Namun karyawan salon yang menata rambut dan merias wajah itu terus saja fokus pada Gita, mereka tahu pelanggannya sekarang adalah pelanggan VIP.


"Mba, aku juga mau dong dirias secantik mungkin masa kalah sama si upik abu sih." Ucap Imelda.


"Boleh, tapi apa anda yakin bisa membayarnya?" Tanya karyawan itu.


"Astaga, jadi begini cara kalian memperlakukan pelanggan?." Ucap Imelda dengan suara keras.


Akhirnya Imelda pun dirias dan di make up sama dengan Gita.


Gita keluar dengan mengganti pakaiannya, sangat cantik, benar-benar cantik bahkan bajunya sangat cocok dengan gaya rambutnya saat ini.


"Nona sangat cantik."


"Terimakasih.." 


"Iya Git, lo cantik banget, makanya sering-sering lo nyalon gini. Biar gue juga ikut ditraktir. Hehehe." Ucap Nisa.


"Alah, biasa aja tuh, cantikan juga gue." Ucap Imelda.


Gita masih menunggu Nisa yang belum selesai, sementara Imelda berjalan menuju kasir. Namun sepertinya dia marah-marah karena merasa tagihannya salah, dan terlalu mahal.


Gita menuju kasir bersama Nisa,


"Hahaha… makanya kalau gak mampu bayar jangan so so an deh lo..!" Ejek Nisa.


"Udah ah, jangan ngajak ribut dia!" Ucap Gita, dia mengeluarkan kartunya dna membayar semua tagihannya, yang bahkan jumlahnya membuat Imelda melongo, ya karena Gita dan Nisa melakukan perawatan full, badan, rambut, wajah, kuku.


Mereka melangkah pergi meninggalkan Imelda yang masih ditahan pihak salon.


"Dahhhh…." Ucap Nisa mengejek Imelda.


"Abis ngerampok kali ya, bisa-bisanya mereka tidak keberatan dengan tagihan super fantastik tadi." Ucap Imelda di depan kasir.


"Mereka memang pelanggan VIP kami, bahkan ibunya nona tadi sudah menjadi pelanggan tetap 2 tahun ini, nona tadi kan pewaris perusahan pak Baskoro, cepetan bayar! Bukannya teman saya sudah memperingatkan jika harga make over seperti tadi mahal." Ucap mba kasir judes itu.


Dengan terpaksa Imelda menghubungi ibunya.


***


Nisa pulang duluan, karena Gita sudah punya janji kencan malam ini dengan Reza.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2