Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Kekesalan Reza


__ADS_3

"Nona, anda masih disini? Biar saya saja yang membuatkan kopinya." Ucap Surya pada Gita yang membuat OB wanita itu seketika berwajah pucat.


"Tidak usah Pak Surya, ini sudah beres ko, aku ambil sekalian aja ke atas." Gita mengambil kopi yang berada di depan OB wanita itu, sementara sang OB hanya tertunduk tak bersuara.


Dengan kejadian tadi, OB tadi pun menyebar berita secepat kilat, bergosip sambil mengantar minuman dan makanan untuk staf kantor hingga kini semua karyawan tahu bahwa wanita yang datang dengan penampilan biasa saja dan terkesan tomboy adalah bos besar mereka.


"Apa benar? Kalau iya berarti dia anak pak Baskoro dong?"


"Sepertinya begitu, aku mendengar dengan jelas tadi pak Surya memanggilnya nona muda."


"Wah.. sepertinya karena Pak Baskoro sakit maka anaknya yang akan menggantikan posisinya, hmm kita harus bersikap baik nih pada bos baru kita."


"Iya.. tapi menurutku wanita tadi tidak mirip dengan pak Baskoro atau bu Hanna."


"Kamu ini jangan sembarangan kalau ngomong, mungkin memang dia cuek dengan penampilannya, kalau dipermak dikit mungkin mirip, bu Hanna kan cantik."


Mereka menyudahi obrolan, saat pak Surya melewati ruangan kerja mereka.


Pak Surya orangnya tegas dan disiplin, maka dari itu para karyawan segan dengannya.


***


Reza yang berniat menjemput Anggita, dia sama sekali tak melihat wanita itu disekitar kampus bagian depan, lalu dia mengirim pesan dan menanyakan keberadaannya.


Saat pesan itu mendapat balasan, seketika Reza kesal.


"Ya ampun kenapa dia baru bilang sekarang, kalau dia pulang dijemput sopir keluarga.. gue dikerjain dia lagi.. Arrgghhh." Ucap Reza sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Niat mengerjai tapi akhir-akhir ini malah Reza lah yang dikerjain.


Reza akhirnya kembali menuju kantornya lagi, terpaksa membungkus makanan dan makan di kantor sambil menyelesaikan tugasnya yang menumpuk.


***


Anggita begitu menikmati kopinya, tiap seruput membuatnya tenang dan senang, apalagi setelah berhasil membuat Reza kesal.


Dia mulai berpikir, apakah penampilannya begitu biasa? Atau terkesan norak?


Menurut gue baju gue stylish kok, stylish cowok maksudnya, tapi ini baju gue bersih, wangi juga kok, bahkan rapih, cuman wajah gue aja yang gak pernah tersentuh bedak, OB tadi aja yang lebay. Pikir Gita


Saat pak Surya masuk dengan membawa setumpuk dokumen lainnya. Kepala Gita langsung pusing seketika.


"Pak.. kenapa ditambah lagi, ini aja belum beres." Keluh Gita

__ADS_1


"Hmm.. saya hanya membawanya, besok nona bisa menyelesaikan sisanya..!"


"Apa? Besok aku harus kesini lagi dan membaca semua ini? Semuuuuaaaaa ini?."


"Iya nona."


Astaga, kepala gue bisa-bisa pecah ini. Gumamnya


"Ah iya pak Surya, apa menurut bapak penampilan saya bermasalah?"


"Emm.. kalau dipakai ke kantor, ya memang salah nona. Besok nona pakai baju yang sesuai saja biar enak dilihat dan nona bisa langsung bekerja disini."


Gita hanya diam, memikirkan apa yang dikatakan orang kepercayaan papanya ini. Sebenarnya Gita ingin menolak, tapi jika dia mengingat papanya yang sedang sakit dan membutuhkan bantuannya, membuat Gita harus bisa melakukannya.


Sore harinya Gita memilih pulang, dia merasa penat, mata dan kepalanya mulai sakit karena terlalu lama membaca, bahkan banyak yang ia tidak mengerti.


Di dalam mobil saat perjalanan pulang, dia melihat abang-abang tukang rujak, dia memesan satu porsi dengan kepedasan tinggi, berharap bisa merasa segar kembali.


Setibanya dirumah, dia disambut orang tuanya dengan senyuman, apa lagi Pak Baskoro yang memandang dengan senyum bangga, karena hal yang mustahil kini bisa dia lihat, melihat Gita mau pergi ke kantornya bahkan mau bekerja disana.


"Akhirnya anak papah pulang juga, gimana pengalaman kamu di kantor hari ini?"


Gita mulai duduk, dan membuka bungkusan yang ia bawa. "Pusing pah.. masa aku disuruh baca tumpukan dokumen. Aku lebih suka belajar dengan cara mendengarkan dan diberi contoh pah..!" Keluh Gita


"Kalau begitu besok mamah akan menunjuk satu orang untuk memberi mu pelatihan secara langsung agar bisa dengan cepat  memahami dunia bisnis papamu."


"Iya mah, dan satu lagi.. sepertinya Gita butuh pakaian yang pas deh mah saat ke kantor, soalnya kalau penampilan kayak gini Gita disana tidak terlihat seperti bagian dari mereka."


"Haha.. kamu merasa bagian dunia lain gitu Git? pakaianmu itu kan terlalu santai dan modelnya suka-suka kamu juga jadi gak pantes dibawa ke kantor, besok mamah sediain trus dandanin kamu deh, lagian gak ngampus juga kan?."


"Ih mamah emang Gita hantu, masalah baju.. ya terserah mamah aja, kali ini Gita menurut, karena Gita sayang sama papah."


Baskoro terlihat tersenyum memandang anak Gadisnya yang kini mulai berpikir dewasa.


Gita memegangi bibirnya yang kini memerah, keringat bercucuran dari wajahnya, dia berlari menuju dapur untuk mengambil air karena merasa kepedasan.


Seketika Baskoro menggelengkan kepalanya, "Ternyata dia memang masih anak-anak, yang terkadang membuatku tertawa karena tingkahnya." Ucap Baskoro pelan pada istrinya.


"Bener pah, mamah harap dengan perjodohan kali ini pun bisa membuat Gita menjadi lebih baik, lebih dewasa dan bisa merubah penampilannya meski sedikit."


"Haha… iya mah, nanti juga kalau dia udah jatuh cinta dia akan berubah menjadi wanita cantik dan sedikit centil bukan?."


"Ah.. mamah begitu senang membayangkannya."

__ADS_1


***


Reza yang masih dikantor, dia memang memilih lembur menikmati pekerjaannya dengan fokus.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ternyata ada yang menelponnya, telepon dari wanita yang sengaja ingin bertemu Reza, karena dia sedang sedikit bad mood karena Gita, dia memilih pergi bersama wanita itu.


Mereka janjian di salah satu cafe, di sana sudah terlihat wanita seksi dengan baju yang sangat pas membuat lekukan tubuh si wanita terlihat.


"Hai.. za."


"Hai.. mau pesan apa?"


"Emm, samain aja deh sama kamu Za, tumben nih mau aku ajak keluar."


"Gue lagi bete aja, mending kita ngobrol kan."


Reza pun memesan 2 porsi makanan yang sama dan 2 porsi minuman yang sama pula.


Mereka begitu asyik mengobrol hingga makanan yang tersaji pun habis, wanita itu memandang Reza dengan intens.


"Ada apa, gue ganteng ya?"


"Hahaha.. iya in aja deh."


"Meta.. Lo kerja dimana sekarang?."


"Belum Za, masih ingin bermain-main, lagi pula orang tuaku memberi kartu ATM yang bisa digunakan setiap hari kok."


"Meta.. Meta.. masih saja begitu, dasar anak manja." Ejek Reza.


"Kamu juga masih terus aja kerja, obsesi mu itu nanti bisa bikin wajah kamu cepet tua loh..hahaha bahkan kini terlihat jelas kerutan dibawah matamu.."


"Benarkah?"


Reza lalu berlari menuju toilet, memastikan kerutan di wajahnya. Dan seketika wajah itu berubah kesal.


Sial… Meta ngerjian gue nih, kenapa sekarang gue selalu dibodohi oleh wanita. Pikir Reza


Dia bertambah kesal saat kembali ternyata Meta sudah pergi, meninggalkan surat kecil yang membuat Reza makin kesal.


Dia harus membayar semua makanan tadi, meski dia mampu membayarnya, tetap saja dia kesal karena ditinggalkan begitu saja setelah dikerjai dan belum sempat memarahi gadis manja itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2