Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Bertemu 3 cowok aneh


__ADS_3

Pagi ini Gita bersemangat sekali, ia akan bertemu Nisa sahabat satu-satunya itu.


"Mah aku berangkat dulu ya.. assalamu'alaikum."


"Tumben pagi-pagi banget, wa'alaikumsalam, hati-hati Git..!"


"Iya mah.."


Gita pergi menaiki motor matic nya, meski di bagasi itu berjejer beberapa mobil bagus.


Memang mata kuliah Anggita hari ini mulai sekitar jam 10an, tapi ia kini sudah sampai disana tepat jam 8 pagi, lalu dia duduk dibangku taman kampus.


Nisa mana ya? Apa gue telpon aja ya?


astaga gue lupa jemput dia, aduh gimana dong?


Gue chat aja deh


Nis, maaf ya.. gue lupa jemput lo, gue tunggu di taman kampus ya.. sorry || Anggita


Ah, elo ngeselin.. gue udah nunggu lama tau, ya udah gue kesana, tapi awas lo nanti harus traktir gue sebagai ganti rugi..! || Nisa


Iya , iya.. cepetan gue boring sendirian disini..! || Anggita


Iya bawel.. || Nisa


Tiba-tiba ada laki-laki yang mendekatinya, duduk tepat di sebelahnya.


"Hey.. siapa nama kamu? Aku kayaknya pernah ketemu kamu deh, dimana ya? Hmm.."


"Mungkin kamu salah lihat." Jawab Gita singkat


"Kenalin, aku Denis." Denis nampak mengulurkan tangannya.


"Maaf bukan mahram." Gita pergi meninggalkan laki-laki itu dan berpindah tempat duduk, dia merasa risih dengan orang baru yang so kenal seperti itu.


"Cih, penampilan acak-acakkan begitu saja sudah sombong." Ucap laki-laki itu pelan, setelah Anggita pergi.


Aku pastikan, kamu akan jatuh dipelukanku Anggita anak dari Baskoro.. meski memang kamu terlihat tak menarik, tapi harta keluargamu sangat menarik.


Anggita memang cewek yang tomboy dan cuek, ketika pergi ke kampus dia akan menggunakan kaos sederhana yang terkadang kebesaran, kadang dipadu dengan jaket jeans, celana jeans panjang yang sedikit robek di lutut, tak lupa rambut yang dikuncir dan topi hitamnya yang khas.


Penampilannya memang selalu begitu dengan wajah polos tanpa make up. Dia hanya memakai baju yang nyaman menurutnya, dan tidak mau menjadi perhatian banyak orang.


Setelah setengah jam menunggu, Anggita melambaikan tangannya saat melihat Nisa dari kejauhan.


Tapi malah ada pria berkacamata tebal yang menghampirinya,

__ADS_1


"Kakak manggil aku?" Tanyanya, sepertinya dia memang junior kampus.


"Hmm.. gak kok, maaf ya."


Astaga, udah dua kali ada cowok aneh yang nyamperin gue.. Batinnya


Nisa Pun akhirnya menghampiri sahabatnya itu, "lo kenapa? Ditaksir cowok yang kutu buku itu nih? Cie… uhuy.." goda Nisa


"Apaan sih lo, gue maunya yang ganteng kaya pemeran utama di komik ini nih." Jawab Gita lalu mengeluarkan buku komik yang membuatnya terjebak disana.


"Nih ambil..! Ini kan punya nyokap lo, gue udah selesai bacanya."


"Oh iya, tapi gue emang gak suka baca buku-buku nyokap, tapi kok rasanya bukan buku ini deh yang lo pinjem, judulnya ko beda ya?"


"Perasaan lo aja kali.. udah ah gue laper, yuk kita ke kantin..!"


Akhirnya Nisa patuh mengikuti sahabatnya itu menuju kantin kampus, dengan tangan yang terus ditarik, seakan dia itu anak kecil yang diseret ibunya. Haha..


Kenapa gue ditarik-tarik Gini sih? Batin Nisa.


Memang judul komik itu berubah dari yang tadinya "Ratu hanyalah statusku" kini menjadi "Kisah Raja Deon dan Ratu Anggrek." Hingga membuat Nisa heran, tapi Nisa langsung memasukkan buku itu ke dalam tasnya.


Setelah mereka memesan dan memilih tempat duduk, Gita memilih yang paling pojok, dia merasa ingin makan dengan tenang.


Pesanan Pun datang, Gita gak sengaja menyenggol tempat tisu dengan siku lengannya itu, saat dia ingin membawanya, ternyata ada lengan lain yang lebih dulu mengambilnya.


"Deon…." Ucap Gita tanpa sadar memanggil nama itu saat menatap pria itu.


"Apaan sih lo, gaje.." Ucap Reza dan berlalu pergi.


Ya ampun tu orang ngeselin banget deh, dingin kaya es, itu sih bukan Deon ku. . Hmm


"Lo kenapa sih Git, malah bengong gitu?."


"Hehe.. gue gakpapa, muka si playboy itu mirip seseorang yang gue kenal."


"Siapa Git? Ko gue gak tau.. cerita dong..!"


"Udah nanti aja, kita makan dulu aja..! Gue laper."


Gita begitu menikmati makan di kantin, dia merindukan masa-masa nya selama di kampus. Dia membeli semangkuk bakso lalu diracik sendiri olehnya, ditambah saus, sambal rawit, dan sedikit kecap, tak lupa sedikit perasan jeruk.


Mmm… nikmatnya, bikin mood gue balik lagi ni bakso. Batinnya


Nisa yang melihat sahabatnya itu makan seperti orang kelaparan membuatnya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Nisa memang tahu kalau sahabatnya itu anak pengusaha kaya, dia tahu ketika kelulusan SMA mereka, karena mereka bersekolah di sekolah yang sama, Nisa memang sahabat yang tulus, dia pun mendukung sahabatnya itu jika ingin menyembunyikan identitasnya.

__ADS_1


Setelah selesai makan, bahkan Gita sampai berkeringat karena kepedasan. Tapi jam kecil dilengannya memaksa mereka pergi menuju kelas, karena mata kuliahnya sudah mulai.


Tiga jam berlalu akhirnya mata kuliahnya hari ini selesai, Gita mengajak temannya itu datang ke rumahnya sekalian menjenguk papanya yang sakit.


Mereka pulang menaiki motor matic yang selalu dipakai Gita setiap hari, dia lebih nyaman menggunakan motor itu daripada mobil yang berjejer di rumahnya, Gita ingin hidup normal dan sederhana, tidak ingin jika terlalu mencolok bahkan banyak teman yang hanya memanfaatkannya.


Saat sampai, Nisa sempat bengong, mengagumi rumah mewah sahabatnya itu, ya.. selama berteman memang ini pertama kalinya dia berkunjung ke rumah Gita.


"Git ini rumah lo?"


"Iya lah, masa rumah tetangga, yu ah masuk, panas nih..!"


Wah.. ini sih beneran kaya, bukan kaleng-kaleng nih, gue mendadak minder temenan sama si Gita. Batin Nisa


Mereka Pun masuk disambut pelayan, karena ibu Gita sedang berada dikamar papanya.


Gita mempersilahkan sahabatnya itu duduk diruang tamu dulu, sementara dia menemui ibu nya.


"Assalamu'alaikum mah?"


"Wa'alaikumsalam, eh anak mamah udah pulang, ganti baju sana, terus sholat dulu gih..!"


"Siap mah, eh iya.. Gita bawa temen mah, dia mau main sambil menengok papah yang sakit."


"Tumben Git, mamah kira kamu tuh gak punya teman. Hehe.. ya udah selesai nyuapin papah nanti mamah samperin kamu."


"Ok.."


Gita Pun kembali menemui Nisa di ruang tamu depan, mengajaknya masuk ke kamarnya untuk beristirahat, sekalian dia mau berganti baju dan melaksanakan sholat dzuhur.


"Wah.. dekor kamar lo bagus Git, gue kira kamar lo bakalan serba hitam dan horor Gitu. Hahaha."


"Astaga, ya nggak lah.. gue bukan rock & roll juga kali.. hmm sebenarnya gue suka warna ungu muda seperti ini, dipadu warna putih itu bikin mata gue adem aja."


"Ternyata temen gue ini punya sisi feminim juga, hahaha…"


"Ekhem.. terus aja .. terus lo ngejek gue, lo tunggu disini ya , gue mau ganti baju trus sholat dulu."


"Rajin bener,  gue sih masih bolong-bolong. Hehe.."


"Gue juga sama kali, cuman gue mau mulai berubah aja sih jadi lebih baik."


Nisa begitu menikmati istirahat di kamar sahabatnya itu, kamarnya yang luas, dekorasi yang memanjakan mata, dan kasurnya yang empuk membuat matanya kini terpejam ke alam mimpi.


Astaga ini anak ditinggal bentar udah tidur aja, dibangunin kasian, ya udah lah mending gue juga tidur siang bareng dia, bukan bareng bayi gemoy lagi.. batin Gita


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2