Cewek Tomboy Jadi Ratu

Cewek Tomboy Jadi Ratu
Rasa Penasaran


__ADS_3

Maya bingung harus menjawab apa.


"Tante tidak melihat proses persalinan mamah kamu, karena waktu itu Jani ada di luar negri. Kamu diperkenalkan pada keluarga yang ada di Indonesia saat usiamu 1 bulan sayang."


"Benarkah? Berarti Kirana harus menanyakannya langsung pada mamah."


"Hmm, biar tante aja nanti yang tanyain, siapa tahu cuma hanya kesalahpahaman yg berlarut-larut." Maya


Kirana mengangguk pelan, dia menyetujui apa yang dikatakan tantenya itu, dia juga merasa ingin tinggal dirumah om tantenya sampai benar-benar sembuh, dia takut jika pulang ayahnya sibuk lagi dan mengabaikannya, lebih baik dia berada dirumah itu.


***


Reza yang mengantar Gita pulang ternyata ikut masuk dan ingin menggoda Angga dulu. Kebetulan juga saat malam Angga memang sedang bersantai di rumahnya.


Gita pergi ke kamarnya, mengganti baju terlebih dahulu, sementara Reza mendekati calon kakak iparnya itu, dia merasa sudah dekat dengan Angga hingga tidak ada kata canggung lagi.


"Kak…" Reza menepuk punggung Angga dari belakang, membuat Angga kaget dan tersedak karena dia sedang ngemil


 makanan ringan sambil memainkan Handphonenya, bahkan Hp nya pun terlempar tak sengaja.


"Uhuk… uhuk… air, air.." Ucap Angga


Reza yang ikut kaget melihat keadaan kakak Gita itu, dia segera berlari membawa segelas air.


Air itu disambar dengan cepat oleh Angga hingga air itu habis tak tersisa, dia mulai mengatur nafasnya.


"Alhamdulillah…" ucap Angga


"Innalillahi.." Angga berucap lagi.


"Siapa yang meninggal kak?" Reza merasa bingung.


"Meninggal, meninggal, Hpku Za, gara-gara kamu tuh sampe retak begini." Angga Mengambil handphonenya yang sempat terlempar.


"Astagfirullah.." ucap Reza


"Jangan sok kaget kamu Za, kamu senang ya ngerjain orang yang lebih tua, apa kamu mau tidak dapet restu dari calon kakak mu ini?." Tanya Angga.


"Ampun kak, aku beneran gak sengaja."


"Jelas-jelas kamu sengaja bikin aku kaget." Angga kesal


"Itu sengaja, kalau hp yang jatuh dan kakak tersedak itu yang gak sengaja." Reza berkelit.


"Sama saja ini semua gara-gara kamu, aku gak mau tahu, kamu harus bisa benerin itu hp dan data-datanya harus lengkap, gak boleh ada yang hilang." Angga benar-benar serius tentang Hp itu.


"Iya kak." Reza mengambil Hp Angga, dan akan berniat memperbaikinya.

__ADS_1


"Ingat besok harus sudah beres, data-data itu sangat penting."


"Astaga, besok? Kakak yang kejam." Ucap Reza pelan, namun masih bisa didengar Angga.


"Iya besok, kamu tuh adik durhaka." Angga meninggalkan Reza yang masih mematung disana.


Gita keluar dari kamarnya, dia sudah memakai baju rumahannya itu, dia memakai baju tidur lengan pendek namun celana panjang.


"Kamu udah mau tidur aja yank?." Tanya Reza saat melihat baju Gita.


"Iya, ini kan udah malam, ya pake baju tidur lah masa mau pake baju pesta." Ucap Gita


"Hehe.. ya udah aku pamit ya?."


"Loh, gak main dulu sama kak Angga? Main game gitu."


"Gak, aku ada urusan mendadak, tadinya sih pengen tapi.. "


"Tapi Reza mau benerin Hp kakak dulu, cepet sana benerin..!" Ucap Angga yang kebetulan lewat.


Membuat Reza pergi dengan cepat, dia tidak langsung pulang, dia menghubungi salah satu temannya yang ahli dalam memperbaiki alat elektronik dan juga mengembalikan data di dalamnya.


Sementara Angga sibuk menceritakan kejadian tadi pada adiknya itu. Sampai-sampai Angga meluapkan kesalahan Reza pada Gita.


"Kenapa kakak malah ngomel-ngomel sama aku?" Protes Gita


"Hmmm…" Gita hanya berdehem lalu pergi meninggalkan kakak yang menyebalkan itu.


Bu Hanna yang menyimak mereka dari tadi tak mampu bicara karena merasa percuma karena pada akhirnya adik kakak itu akan bertengkar.


***


Pagi telah tiba, Gita seperti biasa pergi ke kampusnya, Angga berangkat ke kantornya.


Gita sudah tidak pernah datang ke kantor lagi, mungkin nanti setelah ia diwisuda atau jika saat dia mempunyai waktu luang.


Hari ini Reza bahkan tidak sempat mengantar Gita, semalam dia disibukkan dengan Hp Angga hingga membuatnya kesiangan.


Menjelang hari pertunangan Gita merasa gugup membayangkan dia bersanding dengan Reza, Nisa juga selalu menggodanya, gosipnya juga sudah tersebar membuat gadis itu banyak diperbincangkan oleh orang-orang.


"Cie yang mau tunangan.." Goda Nisa


"Hmm, gak usah ngegoda gue terus, gue malu." Gita


"Astaga, lo punya malu didepan gue? Haha.." Nisa


"Malu ntar didenger orang-orang." Jawab Gita dengan mata melotot.

__ADS_1


"Selow dong Git, lagian orang-orang juga udah pada tahu." Nisa


"Maksud gue, kalau lo ngomongin itu terus tuh seakan gue tuh pamer, padahal kan enggak."


"Oh, ok ok,, eh Git tau gak lo, semenjak gue dianterin kak Angga, bapak gue terus aja nanyain, kapan dibawa ke rumah lagi, astaga padahal pacaran juga belum, pusing gue." Nisa


"Hahaha.. usaha dong..! Lo udah dapet restu tuh."


"Bukan restu lagi ini mah Git, gue dipaksa nih! Lah kalau kakak lo suka sama gue, kalau enggak kan gue yang malu sama sikap bokap gue yang seolah-olah tuh dia nunggu lamaran kakak lo, sampe bilang masa gak jentel katanya. Pusing gue asli deh tiap hari di cerocos bokap gue." Keluh Nisa.


"Hahahaha.." Gita


"Lo kok cuma ketawa aja, solusinya mana?." Nisa merasa kesal.


"Kan udah gue jawab Usaha." Gita cengengesan.


"Bantuin dong, itu kan kakak lo." Nisa


"Gak ah, gue lagi marahan sama dia." Gita


Obrolan mereka terus berlanjut sampai dimana ada anak kecil menghampiri mereka.


"Kakak bisa bantu cariin papaku gak? Papaku ilang." 


"Kamu kali yang hilang.hahaha.." Nisa


"Hus, lo malah ketawa sih, kasian kan"


Gita membantu mencari papah anak kecil itu, namun mata Gita terus saja fokus pada anak itu. Wajahnya yang berusia 6 tahun seakan mirip dengan foto kakaknya waktu kecil. Dan saat melihat papah dari anak itu pun Gita merasa melihat wajah Angga yang menua.


Apa hanya kebetulan? Pikir Gita.


Namun Nisa juga melihat kemiripan itu diwajah ayah dari anak kecil itu. Namun dia tidak mempermasalahkannya lebih jauh, karena Nisa tahu jika Angga adalah keluarga Baskoro.


Semenjak kejadian itu Gita sering melamun, bahkan sampai dirumah pun dia masih penasaran. Dia menuju kamar kakaknya yang memang tidak dikunci memperhatikan foto itu.


"Sama, mirip." Ucap Gita pelan


"Git, kamu lagi apa?." Hanna, menghampiri.


"Ini mah liatin Foto kak Reza, mah ada fotonya yang masih balita gak?."


Seketika wajah bu Hanna menegang. Dia seperti ingin hubungan adik kakak itu normal, natural, dan tidak ada rasa canggung sama sekali, dia juga tidak ingin kehilangan anak lelakinya begitu saja. Dia begitu menyayangi anak itu sepenuh hatinya.


Aku belum sanggup mengungkap kebenaran ini, tapi bukankah Gita sudah dewasa, dia pasti sudah mengerti jika aku menceritakan semuanya. Batin Hana


"Mah… ko malah ngelamun sih." Tanya Gita

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2