Cinta Untuk Dia

Cinta Untuk Dia
Perpisahan Yang Menyakitkan (END)


__ADS_3

Saat sudah berada di gate penerbang internasional masih ada waktu yang tersisa. Amel berlari kesana-kemari mencari keberadaan Rendi. Sementara Raka juga mencari ke arah yang lain. Mereka sengaja berpisah agar cepat menemukan keberadaan Rendi.


Amel melihat di papan layar jadwal keberangkatan pesawat internasional. Terlihat ada beberapa jadwal yang tertera di situ. Amel tidak tahu Rendi menaiki jadwal keberangkatan ke negara mana. yang Dia tahu kalau Rendi akan sekolah ke Inggris, sehingga dia melihat jadwal pernerbangan menuju Inggris.


Tubuh Amel langsung lunglai saat melihat jam penerbangan menuju Inggris baru saja lepas landas 2 menit yang lalu. Amel terduduk di lantai, tidak bisa lagi menahan tubuhnya. Air matanya langsung keluar lagi, setelah tadi sudah sempat berhenti saat dalam perjalanan menuju bandara.


Suara isak tangisnya terdengar memilukan, terlihat beberapa orang berbisik sambil menujuk ke arahnya, tidak sedikt juga yang hanya memperhatikannya dari kejauhan. Amel terus saja menangisi kebodohannya yang membuat orang yang dicintainya pergi begitu saja tanpa ada ucapan perpisahaan.


“Mel bangun!” ucap Raka saat melihat Amel sedang terduduk di lantai bandara sambil menangis.


Amel langsung menoleh pada Raka. “Dia sudah pergi bang! Pesawatnya sudah lepas landas beberapa menit yang lalu! Aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya!” ucap Amel dengan suara serak dan bergetar.


Raka membantu Amel untuk berdiri, setelah itu mengarahkannya ke tempat duduk tidak jauh dari situ. Dia berusaha menenangkan Amel. Setelah tidak mendengar suara tangis Amel lagi, Raka berkata. “Mungkin ini memang sudah jalannya! Kau harus mengikhlaskannya Mel!” ujar Raka saat mereka sudah duduk. 


Amel menggelengkan kepalanya dengan kuat. “Aku tidak bisa bang! Aku sangat mencintainya!” ucap Amel bercampur dengan suara tangis yang belum reda.


“Amel..! Kenapa kamu bisa di disini! Apa kamu berniat mengantar kepergian Rendi?” Amel dan Raka langsung menoleh ke arah suara yang menyebutkan nama Rendi.


“Kenan!” ucap Amel terkejut saat dia melihat Kenan sedang berdiri menatapnya dengan tatapan heran.


“Kenapa kamu di sini?”


“Aku ingin menemui kak Rendi! tapi pesawatnya sudah lepas landas 10 menit yang lalu,” ucap Amel sambil menghapus air matanya.


Alis Kenan menyatu. “Apa yang kamu katakan! Pesawatnya baru saja lepas landas 1 menit yang lalu menuju Amerika!”


Amel langsung berdiri diikuti oleh Raka. “Apa..?? bukankah dia akan ke Inggris? Dia pernah mengatakan kalau akan kuliah di Inggris,” ucap Amel dengan wajah terkejut. 


“Kamu ini jangan bercanda. Aku baru saja mengantar kepergiannya. Dia memang mau kuliah di Inggris, tapi nanti setelah ke Amerika. Dia harus berjuang untuk hidup dulu baru dia bisa kuliah!”

__ADS_1


Amel maju berjalan mendekati Kenan. “Ap.. Apa maksudmu berjuang hidup? Apa yang terjadi padanya?” tanya Amel dengan panik.


“Apa Rendi tidak memberitahumu kalau dia mengalami cidera otak berat? Kondisinya bahkan semakin parah belakangan ini, jadi dia harus segera dibawa ke Amerika untuk melakukan operasi sesegera mungkin. Keberhasilan operasinya sangat kecil, jika dia beruntung dia akan hidup, tetapi jika operasinya gagal, dia tidak akan selamat kali ini.”


Mata Amel membelalak. Tubuhnya bergetar hebat dan air matanya kembali menetes di pipinya. Dia tidak menyangka kalau selama ini Rendi menyembunyikan sakitnya darinya.


“Ameeell..!!” teriak Kenan dan Raka bersamaan saat melihat Amel sudah tidak sadarkan diri. Belum sempat Kenan menceritakan semua, Amel sudah jatuh pingsan.


Raka kemudian mengangkat tubuh Amel dan menggendongnya menju pos kesehatan yang ada di bandara diikuti oleh Kenan.


*******


Amerika...


Setelah menjalani perawatan selama 2 minggu di rumah sakit terbaik di Amerika. Dokter memutuskan untuk mengoperasinya. Tepat hari ini, semua keluarga berkumpul di rumah sakit untuk memberikan dukungan untuk Rendi, termasuk Kenan yang terbang langsung setelah mengetahui kalau Rendi akan dioperasi.


Sebelum Rendi masuk ruang operasi terlihat Rendi tampak berbicara dengan dokter Jhon dan Kenan. Operasi berjalan kurang lebih selama 3 jam. Semua keluarga tampak cemas. Mereka semua menunggu di depan ruang operasi.


Rendi belum sadarkan diri. Keluarga masih terus menunggu di depan ruang ICU. Mereka ingin tahu perkembangan Rendi.Sampai saat dokter yang menangani Rendi keluar bersama dokter Jhon dan dokter Bianca.


Dokter Jhon tampak hanya diam berdiri dan menunduk, terlihat dokter yang berumur sekitar lima puluhan sedang berbicara serius dengan kedua orang tua Rendi, kemudian menggelengkan kepalanya.


Setelah mendengar semua perkataan dokter itu, seketika mama Rendi jatuh pingsan dan Sofi menangis keras. Sementara papa Rendi mencoba untuk menyadarkan istrinya. Dokter Bianca berusaha tegar dan mencoba menenangkan Sofi yang sedang menagis.


*****


Setelah kepergian Rendi sebulan lalu, sikapnya Amel jadi berubah tidak seperti dulu lagi. Wajahnya selalu murung, tidak banyak bicara lagi, dia lebih sering melamun. Untungnya Devan dan Raka selalu ada di samping Amel, disaat Amel sedang terpuruk setelah kepergian Rendi.


Setelah dia sadar dari pingsan di bandara waktu itu. Kenan memberitahu kalau Rendi pernah terlibat kecelakaan yang menyebabkan dia terluka parah dan mengalami cidera otak berat.

__ADS_1


Kenan tidak menceritakan semuanya, karena dia tidak mau terlalu ikut campur urusan Amel dan Rendi. Dia ingin Rendi sendiri yang menceritakan langsung pada Amel.


Dia hanya menceritakan kalau Rendi mengalami cidera otak berat lagi dan harus menjalani perawatan dan menjalani operasi. Kenan juga menceritakan perjuangan Rendi untuk menemuinya sampai dia harus dikurung oleh ibunya.


Saat mengetahui tentang penyakit Rendi dari Kenan, Amel tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri atas kebodohannya karena dia sama sekali tidak mengetahui tentang kesehatan Rendi. Dia bahkan mengurung dirinya dan selalu menangis sendiri.


Setelah kejadian itu Amel masih terus menangis, saat dia mengingat bagaimana dia mengabaikan Rendi. Saat Rendi tidak memperdulikan dirinya sendiri hanya untuk menemuinya untuk memberikan penjelasan. Amel benar-benar menyesal saat dia mengingat semua perlakuannya pada Rendi ketika kondisi Rendi sedang sakit.


Amel menutup diri dari dunia luar. Dia hanya bersekolah setelah itu dia pulang, mengurung diri, begitu setiap hari. Dia tidak lagi melakukan aktifitas seperti dulu. Selama masa terpuruknya hanya Devan dan Raka yang selalu menemaninya dan memberikan suport pada Amel.


Amel menjadi pribadi yang tertutup. Dia masih menyesali semua yang sudah terjadi. Di dalam hatinya dia masih berharap suatu saat bisa bertemu lagi dengan Rendi.


Dia ingin memperbaiki semuanya walaupun pada akhirnya dia tahu, kalau Rendi mungkin tidak akan memaafkannya. Setidaknya dia ingin memintaaf atas perlakuan buruknya pada Rendi. Bisa bertemu dengan Rendi lagi adalah impian terbesarnya saat ini.


Maafkan aku karena sudah menorehkan luka yang menganga di hatimu. Aku tidak berharap kau bisa memaafkanku. Andai saja aku memiliki kesempatan untuk bertemu denganmu lagi.


Aku ingin menghapuskan semua kenangan buruk tentangku dalam ingatanmu, tapi aku sadar mungkin ini akhir dari kisah kita.


Jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama, aku akan menerimanya, anggap saja ini sebagai karmaku karena sudah menyakiti hatimu. Tetaplah lanjutkan hidupmu walaupun dengan membenciku.


Kau adalah hal terbaik yang pernah aku dapatkan selama hidupku. Aku akan menyimpan semua kenangan ini dalam ingatanku.


Kelak jika kau masih bisa bertahan hidup, aku harap kau bisa melupakan semua rasa sakit yang aku ciptakan. Semoga kau selalu bahagia dimanapun kau berada walaupun tanpa aku di sisimu.


Harapan terbesarku adalah kau bisa tetap hidup dan segera menemukan orang yang bisa menyembuhkan luka di hatimu dan semoga tidak akan ada lagi yang menyakiti hatimu seperti yang pernah aku lakukan padamu.


Sekali lagi, maafkan aku dan terima kasih untuk semuanya. Selamanya aku akan tetap mencintaimu...Rendi Sapta Wijaya.


...END Sesion 1......

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sesion 1 berakhir sampai di sini. Terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan untuk karya author ini. Maaf karena masih banyak kesalahan dalam permbuatan Novel ini.


__ADS_2