
Amel mundur beberapa langkah, menjauhkan tubuhnya dari Rendi, sambil menyilangkan kedua tangan ke tubuhnya saat dia ditatap tajam oleh Rendi. “Karena aku ingin berenang, makanya aku makae baju renang ini,” jawab Amel asal.
“Aku tahu itu. Yang aku tanyakan kenapa ku mengenakan pakaian renang yang terbuka sekali? Apa nggak ada yang lebih tertutup?” Rendi berusaha untuk mengalihkan pandangannya saat berbicara dengan Amel. pikirannya sama sekali tidak bisa fokus setelah melihat penampilan Amel yang mengenakan pakaian renang.
“Sofi yang pilihkan baju renang itu, Kak. Lagian, nggak ada yang salah dengan baju renang yang dipakai kak Amel, kecuali Kak Amel memakai untuk pergi ke mall, baru kakak berhak marah.” Kali ini Sofi yang menjawab pertanyaan kakaknya.
Rendi mengalihkan pandangan ke adiknya, saat mendengar ucapan Sofi. “Kamu jangan membawa pengaruh buruk untuk pacar kakak. Kamu nghak lihat tubuhnya hampir terekspos semua? Gimana kalau ada orang yang melihat?” Rendi menatap kesal pada adiknya.
“Disinikan tidak ada siapa-siapa, kecuali Kakak. Lagian, Kakak nggam pernah marahin aku kalau aku memkai baju renang seperti? Kenapa Kakak marah dengan kak Amel cumaa karena mengenakan baju renang itu?” Sofi melirik kakaknya dengan santai.
Rendi menghela napas, sebelum menjawab pertanyaan Sofi. “Justru karena disini ada kakak, harusnya kamu nggak biarim Amel mengenakan baju renang kayak gitu. Ku dan Amel itu berbeda Sofi. Ku itu adik Kakak, jadi nggam masalah bagi Kakak, beda sama Amel. Kakak nggak bisa lihat dia memakai baju terbuka seperti itu,” ujar Rendi dengan wajah putus asa.
Sofi melipat tangannya di dada sambil menatap kakaknya. “Tapi Kakak juga nggak pernah marahinkak Friska kalau dia pakai baju renang terbuka waktu berenang sama Sofi di sini. Lagian, bukannya Kakak udah biasa melihat wanita berpakaian seksi, bahkan waktu kita diluar negri? Kakak terlihat biasa saja, seperti tidak melihat apa-apa.” ucap Sofi tidak mau kalah.
“Kakak tidak peduli dengan orang lain kalau mereka berpakaian minim. Yang pasti Kakak nggak bisa lihat Amel pakai baju seperti itu. Tapi kalau kamu berpakaian seperti itu juga di tempat lain, Kakak juga bakal marahin kamu,” jelas Rendi dengan raut wajah yang masih kesal. “Udaah. Kakak malas debat sama kamu.”
Amel dari tadi hanya berdiri menatap perdebatan kakak-beradik itu. Rendi mengalihkan pandangannya ke Amel. “Kamu tunggu disitu.”
Amel hanya mengangguk saat melihat Rendi menatapnya. Rendi berdiri, dia berjalan mengambil handuk kimono yang tidak jauh dari tempat mereka berada. Sofi sengaja membawa handuk kimono untuk mereka gunakan nanti setelah selesai berenang. Setelah mengambil handuk kimono, Rendi berjalan mendekati Amel.
“Aku akan menghukummu kalau lain kali kau berpakaian seperti ini lagi. Aku nggak mau kalau sampai ada yang melihatmu dengan pakaian terbuka,” ucap Rendi setelah selesai menutupi tubuh Amel dengan handuk kimono. Dia saja dengan mudah terpancing hanya dengan melihatnya. Bagaimana kalau pria lain melihatnya.
__ADS_1
“Iya, Kak,” jawab Amel sambil merapikan handuk kimononya.
“Kakak so sweet banget sih. Sofi mau juga dong dipakaiin handuk kimono kayak Kak Amel,” ucap Sofi dengan wajah iri saat melihat kakakanya sudah selesai memakaikan handuk kimono pada Amel.
Rendi menoleh ke Sofi. “Cari pacar sana. Jangan jomblo terus biar kamu nggak gganggu Kakak dengan Amel lagi,” ucap Rendi kesal.
“Nggak mau,” tolak Sofi menampilkan wajah cemberutnya. “Kakak mau ngapain?” tanya Sofi saat melihat Rendi berjalan mendekati pinggir kolam renang dan melepaskan bajunya. Amel nampak sudah duduk kursi panjang kolam renang, di samping Sofi sambil memperhatikan Rendi.
Rendi menoleh ke Sofi dengan waja malas. “Mau berenang,” jawab Rendi sambil melakukan peregangan sebelum berenang.
“Katanya Kakak nggak mau berenang tadi?” ucap Sofi, ketika melihat kakaknya berubah pikiran.
“Aku harus berenang untuk dinginim kepala aku yang mulai panas karena ulahmu,” ujar Rendi dengan raut wajah kesal.
Rendi tidak menanggapi ocehan adiknya. Dia langsung menceburkan diri ke kolam Renang. Sofi dan Amel hanya memperhatikan Rendi yang terlihat sudah berenang beberapa kali putaran. Rendi naik ke permukaan dan duduk di pinggir kolam renang sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan.
Asatagaa! Kenapa kak Rendi ganteng banget hari ini? Dia seperti model yang sedang pemotretan di pinggir kolam renang. Dia menggoda imanku dengan tidak memakai baju seperti itu, apalagi, dia terlihat keren sekali saat sedang berenang tadi! Apakah dia benar-benar pacarku? Tentu saja dia pacarku! Dasar bodoh!.
“Ayoook kak Amel kita berenang lagi,” ajak Sofi yang sudah berdiri di dekat kolam renang. Amel mengangguk dan melepaskan handuk kimononya. Mereka berjalan mendekati Rendi, lalu mereka masuk ke kolam renang lagi.
“Kak, ayok kita lomba. Siapa yang menang akan mendapatkan hadiah,” tantang Sofi menatap kakaknya yang terlihat masih duduk di pinggir kolam sambil memadang Sofi dan Amel yang sedang memegang pinggiran kolam.
__ADS_1
“Oke, siapa takut.” Rendi masuk ke kolam renang lagi lalu mendekati Amel. “Kamu tunggu di atas dulu. Aku mau lomba sama Sofi. kalau aku menang kamu harus kasih aku hadiah.” Rendi tersenyum miring.
“Hadiah apa?” tanya Amel penasaran.
“Akan pikirin nanti.” Rendi menjauh dari Amel. Dia menuju start awal untuk memulai lomba dengan Sofi. Amel memutuskan untuk menunggu di pinggir kolam sambil duduk melihat mereka bertanding.
Amel ditungaskan sebagai wasit oleh mereka, Setelah Amel memberikan aba-aba, mereka mulai menceburkan diri ke kolam renang, terlihat Rendi memimpin di depan. Dia denagn cepat meninggalkan Sofi yang terlihat masih jauh di belakangnya.
Mungkin karena dia sudah terlalu lama berenang sehingga dia mulai lelah. Babak pertama di menangkan oleh Rendi, Sofi yang tidak terima karena kalah, menantang kakaknya lagi untuk babak kedua. Tapi hasil akhirnya tetap sama, Rendi yang memenangkan pertandingan kedua.
“Aku lelah. Aku mau istirahat dulu,” ucap Sofi yang sudah mulai naek ke atas.
Melihat Sofi yang sudah duduk di pinggir kolam bersama Amel, Rendi kemudian berteriak, “Mana hadiah untukakak? Kakak sudah menang>”
Sofi tersenyum jahil. “Baiklah, akan Sofi kasih, tapi Kakak harus mendekat ke sini dulu,” pinta Sofi menunjuk ke kolam yang berada di bawah mereka.
Rendi berenang mendekat ke arah mereka. “Apa hadiahnya?” tanya Rendi penasaran saat dia sudah berada di bawah mereka.
“Pasti kakak tidak akan menyesal mendapatkan hadiah dari Sofi” Sofi tersenyum jahat. “Ini hadiah untuk Kakak.”
Sofi mendorong Amel masuk ke dalam kolam renang tepat di depan Rendi. Sofi berlari menjauh saat sudah selesai mendorong Amel.
__ADS_1
Bersambung