Cinta Untuk Dia

Cinta Untuk Dia
Mencintaimu Juga


__ADS_3

Raka tampak terkejut. "Aku mohon maafkan aku Raka. Jangan bersikap seperti ini padaku. Jangan mengacuhkanku!"


Raka masih diam. Dia tidak tahu harus berkata apa. "Aku tahu, kau pasti berpikir kalau aku wanita tidak tahu malu, karena bilang mencintaimu setelah menolak berpacaran denganmu berkali-kali," ucap Sofi menunduk. Wajahnya memerah karena malu, baru kali ini dia mengungkapkan isi hatinya kepada laki-laki yang dia sukai.


"Aku cemburu melihatmu datang bersama wanita lain saat pernikahan kakakku, apalagi kau mengacuhkanku." lanjut Sofi lagi.


"Apa kau sudah selesai bicara?" tanya Raka datar.


Sofi mendongakkan kepalanya. "Apa kau sungguh marah denganku sampai kau tidak mau memaafkan aku? Apa kau tidak mencintaiku?" tanya Sofi dengan suara bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca lagi. Dia berpikir kalau Raka sudah tidak peduli lagi dengannya, sesuai ucapannya tadi lagi.


"Jangan mengunci pintunya. Buka dulu pintunya! Apa kau tidak tahu aku sedang mabuk. Apa kau ingin melihat aku lepas kendali lagi seperti tadi?" ucap Raka dengan suara berat.


"Sofi, aku sudah menahan diriku dari tadi. Jangan memancingku terus-menerus."


Sofi mulai terisak. Dia menunduk. "Baiklah. Kalau kau tidak mau memaafkan aku. Aku mengerti." Sofi berjalan menuju pintu dan membuka pintunya. "Pergilah. Maaf karena aku sudah mengganggumu!" Sofi berjalan keluar kamar tanpa memperdulikan Raka lagi. "Kau mau ke mana?" tanya Raka saat melihat Sofi membuka pintu apartemennya.


Sofi tersenyum. "Aku ingin pulang ke hotel."


Raka menghampiri Sofi lalu menariknya lagi masuk ke dalam. "Aku akan mengantarmu. Bersihkan tubuhmu dulu lalu ganti bajumu."


Sofi menggeleng lemah. "Tidak perlu, kau tidak usah repot-repot mengantarku! Aku bisa pulang sendiri."


Raka menatap tajam Sofi. "Jangan membantahku Sofi!" ucap Raka dengan suara tinggi.


Sofi menatap Raka. "Raka, mulai sekarang jangan bersikap baik lagi padaku. Aku bisa salah paham nanti. Pulanglah!"


"Jangan keras kepala. Apa aku harus menyeretmu masuk ke kamar mandi?" Raka tidak memperdulikan ucapan Sofi.


"Sebenarnya apa maumu? jangan mempermainkan aku!" ucap Sofi dengan suara tinggi sambil menitikkan air mata. "Kalau kau tidak mencintaiku. Lebih baik bersikap acuhlah padaku supaya aku tidak berharap lebih padamu," lanjut Sofi lagi. Dia mencoba menghapus air mata yang keluar dari matanya.


Dia bingung dengan sikap Raka, dia tidak mengatakan apa-apa setelah dia mengungkapkan perasaannya.


Raka meraih tubuh Sofi lalu memeluknya. "Maafkan aku. Jangan menangis lagi!" ucap Raka dengan suara lembut.

__ADS_1


Sofi memukul dada Raka. "Kau jahat sekali padaku!" ucap Sofi pelan diiringi suara isak tangis.


"Maafkan aku. Aku hanya kesal karena kejadian tadi pagi. Aku cemburu dengan Willy. Aku takut kau akan kembali dengannya. Maafkan aku Sof." Sofi masih menangis. "Jangan menangis lagi!" bujuk Raka dengan suara lembut. "Aku mencintaimu Sof." Sofi langsung menghentikan tangisannya


Dia mendongak menatap Raka. "Benarkah kakak mencintaiku?"


"Hhmm," gumam Raka sambil mengangguk. Bukankah kakak mencintai kak Amel?" tanya Sofi lagi.


“Aku pikir juga begitu, tapi setelah aku melihatmu bersama Willy. Aku marah dan cemburu. Aku belum pernah merasakan ini ketika melihat Amel bersama dengan kakakmu. Kedatangan Willy, menyadarkan aku kalau aku mencintaimu.” ungkap Raka.


Dia tidak mau lagi menyembunyikan perasaanya pada Sofi. Dia tidak ingin kehilangan waniya yang dicintainya karena kebodohannya memendam perasaanya. Seperti dengan Amel dulu.


Sofi tersenyum. “Aku juga mencintaimu Raka,” ucap Sofi dengan wajah memerah.


Raka langsung mencium Sofi setelah mendengar ucapan Sofi. Dia sangat senang saat Sofi mengatakan kakau dia mencintainya. Mereka terus berpagutan sambil menutup mata. Raka melepaskan pagutan mereka setelah beberapa saat. Dia kemudian menatap Sofi. Raka melepaskan pelukannya. "Mandilah! Aku akan menunggu di ruang keluarga!" ucap Raka sambil mengusap lembut pipi Sofi.


Sofi mengangguk kemudian berjalan menuju kamar. Raka berjalan menuju ruang keluarga lalu bersandar di sofa, kepalanya masih pusing akibat dari alkohol yang dia minum. Dia memejamkan mata sejenak.


Setelah makan yang dipesan datang, Sofi membawanya ke dapur lalu berjalan lagi ke ruang keluarga. Sofi memutuskan untuk memejamkan matanya juga di sofa sebelah Raka.


Raka terbangun ketika pukul 2 siang. Dia tertidur selama 1 jam. Dia melihat Sofi tertidur di sebelahnya. Raka memutuskan untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi kamar Sofi. Bau alkohol pada tubuhnya masih tercium menyengat.


Sofi terbangun tidak lama setelah Raka bangun. Dia mulai panik saat tidak melihat Raka tidak ada di sampingnya. Sofi berjalan mencari ke setiap ruangan tapi tidak menemukannya. Sofi berpikir kalau Raka pasti sudah pulang. Sofi mengira kalau Raka masih marah dengannya.


"Kau kenapa?" tanya Raka saat Sofi tampak berjalan lemas.


Sofi langsung menoleh. "Kau dari mana?"


Raka menunjuk kamarnya. "Aku habis membersihkan tubuhku di kamarmu!"


Sofi langsung menghela napas lega. Raka menghampiri Sofi. "Kenapa? Apa kau sudah merindukan aku?" tanya Raka sambil menatap jahil pada Sofi.


Wajah Sofi memerah saat mendapatkan pertanyaan dari Raka. "Aku hanya.. Aku kira kau sudah pulang!" ucap Sofi pelan sambil menunduk. Dia tidak berani menatap mata Raka.

__ADS_1


Raka mengacak pelan rambut Sofi. "Aku tidak mungkin meninggalkan kekasihku sendirian di sini! Aku hanya mandi sayang," ucap Raka sambil berjalan menuju sofa.


Wajah Sofi bertambah merah saat mendengar perkataan Raka. "Aku akan mengambil baju kakakku untukmu," ucap Sofi pelan. Sofi tidak menanggapi ucapan Raka. Dia berjalan menuju kamar Rendi yang di pakai oleh Amel. Sofi kembali ke Raka dengan membawa baju milik Rendi. "Gantilah bajumu!" Sofi meletakkan baju di samping Raka.


Raka mengangguk lalu mengambil baju kemudian mengganti pakaiannya di kamar Sofi. Dia duduk di samping Sofi setelah mengganti pakaiannya. "Kau mau ke mana?" tanya Raka saat melihat Sofi berdiri.


"Aku mau mengambil makanan, aku belum makan, kau juga pasti belum makan." Sofi langsung mengambil makanan yang dipesannya tadi lalu membawanya ke ruang tamu.


"Ayo makan!" Sofi meletakkan makanan di depan Raka.


"Terima kasih calon istriku," goda Raka. Dia tersenyum saat melihat wajah malu Sofi. Mereka menyelesaikan makannya dengan cepat.


"Jangan minum lagi! Aku tidak suka!" ucap Sofi ketika dia sudah selesai makan.


"Baiklah sayang!"


"Berhenti menggodaku!" ucap Sofi dengan wajah memerah.


"Aku tidak sedang menggodamu!" ucap Raka enteng.


"Oiaa, Bagaimana kau bisa menemukan keberadaanku di hotel itu?" tanya Sofi, sebenarnya dia ingin menanyakannya pada Raka tadi pagi tapi tidak sempat karena perdebatan mereka pagi tadi.


"Bagas yang bilang padaku, kalau kau dibawa oleh seorang laki-laki. Lalu aku mencarimu diluar dan melihatmu dibawa pergi oleh Willy. Aku mengikuti kalian dari belakang. Saat tiba di hotel, aku meminta bantuan pihak hotel untuk membuka kamar kalian. Awalnya mereka menolak, aku kemudian mengancam mereka akan membawa masalah ini ke media jika terjadi apa-apa denganmu. Akhirnya mereka mau membantuku."


Bersambung..


Mohon dukung juga karya Author yang lainnya. Yaitu "Jangan sakiti Aku"



Dan juga yang berjudul "Cinta Sesungguhnya"


__ADS_1


__ADS_2