Hot Family

Hot Family
Sebuah tusukan


__ADS_3

"Der, mulai kapan otakmu lemot begini?" Beyza melirik saudara kembarnya itu dengan kesal.


"Kalian berlebihan. Disuruh mama ya? Tanpa kalian jaga pun, aku tidak akan bertemu dengan Inez. Aku menepati janjiku, pada mama dan juga pada diriku sendiri." Derya tampak kesal saat mengucapkannya.


"Stttt, diam, Der! Ada mobil yang mengikuti kita. Kali ini, kita tidak tahu rencana mereka apa." Genta menoleh ke belakang sekilas sembari menyuruh driver untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tetap. Menambah kecepatan, hanya akan membuat musuh lebih agresif.


Derya juga menoleh ke belakang. "Siapa sih?"


"Itu suruhan orangtua Inez. Percayalah, Der. Inez bukan lagi Inez yang dulu. Sejak dia datang menyusulmu dengan alasan dijodohkan, perempuan itu adalah boneka orangtuanya. Jangan merasa kasihan! Inez punya pilihan untuk menolak," tegas Beyza.


"Jadi kenapa sampai perlu seperti ini? Aku jadi berasa punya dua pengawal pribadi,"


Beyza melirik Genta. Memberikan kode agar Genta menjelaskan semua pada Derya dari awal hingga akhir.


"Tadi Inez datang ke bandara untuk menjemputmu. Tapi niatnya tidak baik, dia ingin membuat drama kejahatan di tengah jalan. Tentu kamu akan menolong dan menenangkannya bukan? Setelah itu dia akan menguras ibamu lebih dalam, saat kamu terlena, dia ingin mengulang melakukan kesalahan terlarang lagi. Inez ingin memastikan diri, dia bisa hamil. Karena itu yang akan digunakan untuk mempertahankanmu di sisinya, dan juga untuk menekan Mama Senja," jelas Genta.


Derya mengernyitkan kening hingga menyatukan dua alis tebalnya, sedikit tidak percaya mendengar penjelasan Genta.


"Percayalah, Der. Tapi sepertinya mereka juga mempunyai rencana cadangan. Kita waspada saja. Target Angelica adalah mama, kita harus melindungi mama,Der. Dan pastikan, kamu menguatkan hatimu dari godaan Inez, sekarang atau ke depannya. Aku dan Genta tidak mungkin terus mengawasimu. Jangan kecewakan mama lagi," tegas Beyza dengan sorot mata tajam.


Derya hendak menjawab, tapi mobil yang tiba-tiba berhenti mendadak membuat fokusnya kini teralihkan. Mereka baru menyadari, kalau mobil berhenti tepat di jembatan yang sepi dan tidak banyak mobil yang melalui jalan itu.


Mobil mereka kini berada di antara dua mobil Nissan Evalia hitam. Satu di depan mereka, dan satunya lagi di belakang. Belum ada satu orang pun yang keluar dari sana.

__ADS_1


"Jangan keluar dulu, tenang orang-orangku sudah di sekitar sini." Genta memerintahkan drivernya untuk tetap menyalakan mobilnya.


"Ish, menjijikkan. Mereka mainnya preman. Kalau sampai masalah ini sampai ke telinga daddy, seujung kuku pun, tidak akan ada ampun untuk keluarga Inez," dengus Beyza.


Derya masih mencerna setiap informasi yang diberikan oleh saudara kembarnya dan juga Genta. Bukan karena otaknya yang tidak pintar, tapi karena memang dia masih belum bisa percaya kalau Inez sanggup melakukan semua itu padanya.


Perasaan cinta, kadang sanggup menggoyahkan penilaian seseorang. Apalagi jika rasa itu sudah berhasil mengalahkan logika, maka akan sulit untuk menerima kenyataan dan kebenaran. Sekuat apa pun buktinya.


Setelah beberapa saat tidak ada pergerakan. Akhirnya pintu mobil di depan mereka bergeser. Muncullah tiga orang dari sana. Badan mereka tinggi besar dan tegap, tapi pakaian mereka tidak menunjukkan bajwa mereka adalah tukang pukul sewaan. Kemeja rapi dan celana jeans yang dikenakan, membuat mereka seperti orang yang sedang ingin jalan-jalan pada umumnya.


Ketiga orang itu berjalan semakin mendekati mobil mereka. Derya menoleh ke belakang, dari sana, tidak ada pergerakan apapun.


Seseorang mengetuk kaca pintu mobil. Derya, Genta dan Beyza, saling bertukar pandang.


"Tetaplah di sini, Der. Kalian jangan lengah, perhatikan keadaan sekitar. Sepertinya mereka ingin main ancaman dan kekerasan. Kita akan buat mereka membayar mahal untuk ini." Genta bersiap untuk turun dari mobil, sebelum itu, dia memerintahkan driver untuk mengunci pintu mobil secara central saat dia sudah di luar nanti.


"Ada apa ini?" Tanya Genta dengan wajahnya yang dingin sesaat setelah turun dari mobil.


"Kami mencari laki-laki bernama Derya," sahut salah satu dari ketiga orang tadi.


"Dengan cara seperti ini? Apa kesalahannya? Dan apa hak kalian menghalangi jalan kami seperti ini?" Tanya Genta dengan berani.


Ketiga orang itu menelisik pandang pada Genta, mereka mencocokkan dengan figur di foto yang diberikan oleh seseorang yang menyuruh mereka.

__ADS_1


"Kamu bukan Derya. Jangan banyak tanya. Suruh saja laki-lakibturun dan ikut bersama kami. Sesederhana itu." Seseorang bicara dengan suara berat yang cukup mengintimidasi.


Genta membalas tatapan ketiga orang di depannya satu persatu secara bergantian. "Kalian pikir kalian siapa? Polisi sekali pun tidak bisa berbuat seenaknya sendiri seperti ini. Berapa kalian di bayar? Aku berharap bayaran itu cukup untuk menghidupi anak dan istri kalian selama kalian di penjara."


Sementara itu, di dalam mobil, Derya sudah tidak tahan untuk ikut keluar dan menyelesaikan masalah. Tapi Beyza terus menahanny. Pikiran Derya yang masih bercabang antara percaya dan tidak, malah akan merugikan.


Karena tidak ingin terlalu lama bersilat lidah, salah seorang dari ketiganya langsung menggedor-gedor kaca mobil dan berusaha membuka pintu mobil dengan paksa.


Beyza merekam semua kejadian di luar dengan ponselnya. "Turunlah, Der! Tapi jangan mau di ajak pergi. Usahakan kita pulang tepat waktu, agar tidak membuat mama khawatir. Drama apapun yang terjadi, jangan ikuti."


Derya pun turun melalui pintu mobil dari sisi lain. Driver Genta sebenarnya ingin turun, tapi Beyza melarang. Semakin banyak orang luar yang terlibat malah akan membuat rumit.


"Kalian mencari saya?" Derya berjalan dengan santai mendekati Genta dan ketiga orang yang berdiri tidak jauh dari sahabatnya itu.


Ketiga orang tadi kompak tersenyum sinis. Kelegaan jelas terlihat di raut wajah mereka. Dua orang berjalan langsung mendekati Derya dan memegangi tangan Derya, jelas hal itu membuat saudara kembar Beyza itu melawan. Tentu saja dengan keahlian bela diri yang tidak seberapa dibanding Dasen.


keadaan mulai kacau. Lima orang keluar dari mobil di belakang mereka. Dan orang-orang Genta pun berdatangan. Derya berhasil melepaskan diri.


Baku hantam terjadi antara orang suruhan Genta dan preman yang di sewa keluarga Inez. Jumlah mereka yang sepadan, membuat kedudukan masih seimbang. Genta dan Derya pun ikut beradu pukulan dan tendangan. Driver Genta akhirnya juga turun tangan. Tinggallah Beyza tetap di dalam mobil merekam kejadian itu dengan tangan sedikit bergetar.


Keadaan semakin kacau, ketika satu mobil berhenti tepat di samping mobil di mana Beyza ada di dalamnya. Beberapa orang keluar dari sana mendekati keributan, Beyza seketika menurunkan kaca mobilnya, ketika melihat seseorang mengeluarkan benda tajam dari balik bajunya.


"Awassssss!" Teriakan itu sedikit terlambat, pisau seseorang itu tepat menancap mengenai sisi bahu kanan Genta yang reflek ingin melindungi Derya.

__ADS_1


__ADS_2