Hot Family

Hot Family
Ceo baru Mahendra Corp


__ADS_3

Enam tahun kemudian


Gedung perkantoran Mahendra Corp sedikit mengubah tampilannya. Dari lobby hingga sampai ke puncak gedung terdapat standing flower dan ucapan selamat yang diletakkan di samping pintu lift.


Tidak hanya di dalam gedung saja yang meriah, sepanjang jalan menuju gedung pun, berderet papan bunga berbagai ukuran yang berisi ucapan selamat dari relasi, bank-bank, hotel ternama dan beberapa perorangan yang merasa memiliki keterkaitan dengan Mahendra Corp.


Hari ini, Dasen Kyun Mahendra resmi diangkat menjadi CEO Mahendra Corp, menggantikan Darren Mahendra yang memang sejak lama ingin sekali menikmati masa tua dengan berjalan-jalan keliling dunia bersama Senja.


Meskipun dia adalah cucu buyut dari pemilik pertama Mahendra Corp, tidak serta merta membuat langkah Dasen menjadi mudah. Dia harus magang di perusahaan keluarga itu kurang lebih satu setengah tahun sebagai asisten Darren, setelah di uji dengan berbagai masalah yang dihadapi dan harus bisa diselesaikan tanpa campur tangan Darren, Dasen pun lulus ujian dan dinyatakan layak menduduki kursi utama pimpinan perusahaan itu.


Raut lega, bahagia dan bangga, jelas terlihat di wajah Darren dan Senja. Dasen mewarisi hampir setiap hal yang dimiliki daddy-nya. Ketampanan, kecerdasan, kharisma dan juga sifat casanova tanggungnya.


Di luar prestasi dan kepiawaian dalam berbisnis, hanya satu hal yang membuat Senja khawatir pada anaknya itu. Apalagi kalau bukan kebiasaan Dasen yang gemar membawa teman gadisnya ke rumah.


Tentu saja gadis yang di bawanya akan merasa melayang. Mengira hubungan mereka dibawa ke arah yang serius karena diperkenalkan pada keluarga Mahendra. Nyatanya, itu hanya trik Dasen untuk membuat perempuan bertekuk lutut padanya.


Selain Dasen, wajah-wajah baru pun banyak ditemui di Mahendra Corp. Yanes sudah tidak ada lagi, dan digantikan oleh Mike--sahabat Dasen saat kuliah di UK.


Amar sudah digantikan oleh Brenda, sekretaris muda belia, keturunan Indo-Jerman, pilihan Dasen. Memiliki dada menonjol yang melimpah dan selalu berpakaian sangat menarik dengan dandanan seksi elegant. Tidak mini, tapi lebih ke pres body. Sesuai standart Dasen.


"Daddy dan Mama pulang dulu ya, mulai hari ini, maju tidaknya Mahendra Corp bergantung padamu." Darren menepuk bahu putra keduanya itu.


"Terimakasih, Dadd. Das, tidak akan mengecewakan, Daddy," ucap Dasen.


"Sebisa mungkin, harus lebih baik. Ingat kamu memiliki tanggung jawab pada keluarga karyawanmu juga," tambah Senja.


"Terimakasih, Ma. Dasen akan melakukan yang terbaik dan membuat Mama bangga." Dasen memeluk Senja sekilas, lalu segera melepasnya, sebelum karyawan melihat dirinya masih sangat anak mama.


"Selamat ya, Das. Harus lebih baik daripada Daddy. Ambil baiknya, buang yang buruk-buruk." Zain melirik Darren yang juga sedang meliriknya.


"Kakak benar, tapi semua yang ada pada Daddy, patut ditiru," jawab Dasen.


"Kata siapa? Awas saja kamu jadi buaya kayak Daddy-mu?" sahut Sarita, langsung tidak terima kalau sampai cucunya itu meniru Darren tanpa mencampuri sedikit dengan sifat Senja yang bersahaja.

__ADS_1


"Nja, gambarkan bagaimana Darren dulu dalam satu kata." Mahendra menepuk lengan menantunya itu.


Senja tersenyum begitu manis. "Menyebalkan."


Sarita dan Mahendra terlihat puas dengan jawaban Senja, Sedangkan Darren mencebikkan bibir sembari mencubit pinggang istrinya dengan mesra.


"Jika menjadi menyebalkan, bisa mendapatkan istri seperti Mama, maka Dasen tidak akan ragu menjadi orang yang menyebalkan," kilah Dasen, selalu saja ada cara untuk membenarkan kelakuannya yang 11-12 dengan Darren.


Bedanya, Dasen tidak seekstrim Darren yang membayar perempuan untuk memanfaatkan tangan dan mulut mereka demi kepuasan sesaat. Dasen selangkah lebih hemat dan cermat soal itu. Dia memegang asas diberi tidak boleh menolak. Tapi kalau disuruh beli, jawabannya tentu saja tidak.


.


.


Zain, Senja dan Darren pun pulang terlebih dahulu. Mereka menaiki sebuah mobil yang dikemudikan oleh driver Darren yang bernama Ujang. Rudi sekarang benar-benar menjadi milik Dasen.


Ketiganya pulang lebih awal, karena nanti sore, mereka masih akan melakukan penerbangan menuju negara S untuk persiapan acara yang sama, tetapi dengan orang yang berbeda. Besok, Derya juga akan menerima jabatan sebagai CEO DNG Corp, perusahaan milik Appabdan Eomma Senja.


Kini masih ada dua perusahaan yang masih menunggu pergantian kepemimpinan. Deandra Corp yang masih dibawah kendali Senja sendiri dan RSZ yang masih di bawah Raisa.


"Tidak, Dadd. Tidak akan fokus. Lagi pula, menjadi Dokter adalah napas bagi Zain," timpal Zain tanpa ragu.


"Berarti sudah bisa dipastikan Zain tidak akan memimpin RSZ." Senja sedikit memanyunkan bibirnya.


"Terus, Mama sendiri kapan berhenti kerja?" Zain menoleh pada mamanya.


"Nanti, kalau Beyza mau kembali ke Indonesia." Senja sedikit sendu saat mengatakannya.


Beyza, satu-satunya anak perempuan Darren Mahendra. Memilih menjadi staf di sebuah kantor advokat ternama di Aussie. Gadis itu jarang pulang, kecuali saat lebaran atau ada acara keluarga yang mendesak.


Sebagai orangtua yang membebaskan anak-anaknya, Darren dan Senja tidak terlalu memaksa. Mereka hanya bisa berharap, ada hal yang bisa membuat Beyza kembali bersemangat pulang ke Indonesia.


"Seharusnya, kita dulu menambah dua anak lagi, Ask... supaya sekarang, kita tidak bingung siapa yang meneruskan perusahaan." Darren dengan santainya menepuk paha istrinya, padahal ada Zain di sana.

__ADS_1


"Ask...." Senja memelototkan mata sembari menyingkirkan tangan suaminya itu.


"Zain, Sekar bagaimana kabarnya?" Senja mengalihkan pembicaraan.


"Minggu depan dia pulang ke Indonesia, Ma." Suara Zain terdengar sangat malas-malasan saat menjawabnya.


"Ada masalah? Berantem?" tanya Senja langsung menebak penyebab ekspresi berbeda anaknya.


"Biasalah, Ma. Sekar cemburu karena Zain mengantar Airin. Padahal, sungguh Zain tidak ada perasaan apa pun lagi pada Airin. Bukan tipe Zain, bisa berselingkuh." jawab Zain dengan lugas.


"Mama, sangat percaya, anak Mama, tidak akan menyakiti hati perempuan. Airin bagaimana keadaannya?"


"Airin sehat, Ma. Dia bisa bertahan sejauh ini adalah sebuah keajaiban, Ma."


"Tuhan memberikan keajaiban pada siapapun yang IA kehendaki, Zain."


Jawaban Senja, mengakhiri pembicaraan mereka di dalam mobil. Karena kini, mereka sudah sampai di depan latar pintu utama.


.


.


Beyza, buru-buru menuruni anak tangga di kantornya. Resepsionia bawah mengatakan kalau dia mendapatkan paket dari penggemar misteriusnya lagi dan lagi.


Ya, sejak lulus dari kuliah setahun yang lalu dan bekerja di tempat ini, Beyza sering kali mendapat hadiah-hadiah kecil dari seseorang yang tidak pernah mencantumkan namanya.


"Pengantarnya baru saja keluar, memakai baju merah. Dia sangat tampan. Tidak seperti pengantar yang biasanya." Mrs. Gina memberikan paper bag hitam sekaligus informasi pada Beyza.


Gadis itu mengabaikan paper bagnya, dan langsung berlari keluar mencari sosok seperti yang Mrs. Gina sebutkan tadi.


Beyza melihat sosok lelaki berbaju merah berjalan sudah agak jauh dari tempatnya, Karena buru-buru mengejar, dia tidak melihat ada seseorang yang berjalan berlawanan arah sembari asik melihat layar ponselnya. Tabrakan pun tidak bisa dihindari lagi. Ponsel orang itu pun terjatuh.


"Sorry, aku tidak sengaja." Beyza buru-buru mengambilkan ponsel orang yang ditabraknya.

__ADS_1


Saat Beyza hendak memberikan ponsel itu dan menengadahkan wajahnya, baik Beyza maupun orang itu, sama-sama tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.


Beyza menepuk-nepuk pipinya, untuk memastikan apa yang di depannya bukanlah mimpi atau halusinasi.


__ADS_2