Hot Family

Hot Family
Kehamilan Inez


__ADS_3

Beyza, Baby De, dan Genta sudah tiba terlebih dahulu di Jakarta. Ketiganya naik jet pribadi bersama Aleandro. Sementara Darren dan Senja melakukan perjalanan dengan menaiki kereta api dikarenakan kekhawatiran Zain pada kehamilan mamanya. Meski bukan dokter spesialis kandungan, Zain menyarankan Senja tidak melakukan penerbangan sebelum memastikan kondisi kehamilannya kuat.


Dasen mencari-cari keberadaan mama dan daddynya begitu melihat Beyza dan Baby De melewati ruangan santai di mana dia sedang bermain play station empat sendirian.


"Mama sama daddy naik kereta api." Beyza yang paham arti raut wajah Dasen memberikan jawaban sebelum kakaknya itu bertanya.


"Aneh-aneh saja, selalu ada cara dan alasan untuk berdua," dengus Dasen.


"Ini bukan sekedar ingin berdua, Das. Kita mau punya adik lagi. Beyza dan Derya gagal bontot." Baby De menjatuhkan bokongnya di samping Dasen.


"Adik? Gagal bontot?" Dasen mengernyitkan keningnya karena sama sekali tidak paham arah pembicaraan De.


"Iya. Mama hamil lagi. Entah usia kandungannya berapa. Yang pasti, kita akan punya adik lagi. Padahal, bulan depan Bey dan Genta ingin menikah di kapal pesiar." Beyza ikut duduk di atas karpet bersama Baby De dan Dasen.


Dasen tidak menjawab langsung. Dia memijat pangkal hidungnya dengan pelan-pelan sembari menatap Beyza dan Baby De bergantian. Berharap dia sedang dikerjai atau dibohongi oleh kedua saudaranya itu. Tapi tidak ada wajah becanda yang terlihat di raut Bey maupun De.


"Kalian serius?"


Beyza dan Baby De kompak mengangguk mendengar pertanyaan Dasen.


"Astaga, mama sama daddy apa-apaan sih? Bukannya fokus menerima menantu saja. Masak iya sudah sebesar ini, kita harus punya adik bayi? Ribet pula," Dasen mulai menunjukkan ketidak senangannya.


"Seneng gak seneng," sahut Beyza.

__ADS_1


"Aku seneng-seneng saja. Kasihan Mama kan, kalau sudah pada nikah sendirian saja sama daddy. Duh, gak ngebayangin 24 jam hanya bersama daddy. Berasa hidup bersama satpam. Kalau ada anak lagi, mama masih bisa gerak. Tuhan itu adil. Daddy gak bisa deh menguasai mama sepenuhnya."


"Halah, tetep saja bisa. Darren Mahendra selalu punya cara untuk menciptakan suasana agar bisa berdua saja dengan Senja." Dasen benar-benar kesal saat mengatakannya.


Baby De ingin menjawab, tapi Wati tampak berjalan masuk mendekati mereka.


"Di luar ada tamu, nyari Den Derya. Sudah saya katakan tidak ada. Tapi tidak percaya," ucap Wati dengan sangat hati-hati.


Baby De yang belum tahu masalah yang menimpa Derya hanya bisa mengernyitkan keningnya dengan heran. Sementara Beyza yang paham betul segera berdiri dan berjalan ke arah ruang tamu utama. Tempat di mana tamu yang dimaksud Wati sedang berada saat ini. Dasen hanya mengikuti langkah Beyza. Dia juga tidak seberapa paham kasus yang menimpa adiknya itu.


Beyza melempar senyuman sinis pada dua perempuan yang tidak lain adalah Inez dan Angelica Malito. Kedua perempuan itu seperti sedang di atas angin, dagunya naik ke atas menandakan sebuah keangkuhan.


"Di mana Derya?" Tanya Angelica dengan nada suara yang sama sekali tidak ramah.


Dasen dan Baby De duduk tenang di sofa panjang yang sama. Mereka hanya ingin menemani Beyza. Apapun pembicaraan yang akan terjadi, keduanya yakin, Beyza tidak butuh untuk dibantu. Adik mereka itu pasti bisa menghadapi dengan baik.


"Jadi ada keperluan apa lagi kalian kemari? Apa kurang kalian menyerang Derya di sosial media? Atau kalian mulai merasa kalau yang kalian lakukan itu hanya mempermalukan diri sendiri?" Cecar Beyza dengan nada yang santai, tapi wajahnya sangat tegas dan dingin, sungguh perpaduan gadis itu adalah perpaduan Senja dan Darren yang sangat sempurna.


Inez menyodorkan selembar amplop putih bertuliskan nama sebuah klinik spesialis kandungan di depannya. Beyza segera membuka amplop itu, mengeluarkan secarik kertas di sana, lalu membacanya dengan santai.


"Wow... hebat banget ya, langsung bisa ketahuan hamil secepat ini. Kamu menginginkan Derya bertanggung jawab dengan menikahimu?" Beyza mengembalikan amplop itu pada Inez.


Dasen dan Baby De saling bertukar pandang, keduanya tidak menduga sama sekali kalau masalah Derya ternyata sejauh dan sepelik itu. Baby De mencoba mengambil foto Inez dan Angelica secara diam-diam, lalu mengirimkannya pada Derya.

__ADS_1


"Tentu saja Derya harus bertanggung jawab segera. Pernikahan harus segera dilakukan sebelum perut Inez membesar. Kalau sampai Derya masih mangkir, kami akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Kami akan menuntut secara pudana maupun perdata," ucap Angelica, tetap dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.


Beyza mengambil ponsel dari kantong celananya, lalu mencari sesuatu di dalam galeri album di dalam benda pipih itu dengan santai. Setelah menemukannya, Beyza menunjukkannya pada Inez dan Angelica sekilas.


"Silahkan laporkan Derya ke manapun, kalau perlu ke komnas perlindungan perempuan sekalian. Saya mewakili Derya, akan menunggu tuntutan itu dengan senang hati. Keputusan kami tidak berubah. Kami akan melakukan tes DNA begitu usia kandungan Inez sudah menginjak tiga bulan. Jika itu anak Derya, kami akan bertanggung jawab sepenuhnya, tapi tidak dengan menikahi. Tidak akan pernah ada pernikahan," tegas Beyza.


Angelica dan Inez tidak berani langsung menjawab. Setelah melihat video yang ditunjukkan oleh Beyza, keduanya kini harus pintar-pintar mengambil langkah selanjutnya.


"Silahkan lakukan yang ingin kalian lakukan, kami mengikuti saja arah kalian. Jika kalian ingin jawaban dari Derya langsung juga silahkan. Tentu Inez tahu alamat kami di negara S." Beyza mengatakannya dengan senyuman dan tatapan mata yang sangat licik.


Inez dan Angelica berdiri dengan kesal. Keduanya menatap Beyza dengan tatapan yang penuh kebencian.


"Dasar kalian keluarga licik. Lihat saja apa yang akan kami lakukan," ancam Angelica.


Beyza melemparkan senyumannya yang sangat sinis, lalu berkata, "Licik itu adalah kondisi ketika kita melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu. Apa kami seperti itu? Tentu saja tidak. Kami tunggu rencana kalian selanjutnya. Kami sangat siap."


Kedua perempuan yang merupakan tamu tidak diundang itu kompak menghentakkan kakinya sembari meninggalkan ruangan tamu. Inez dan Angelica menggerutu dengan suara lirih karena mendapatkan perlakuan tegas dari Beyza.


"Bagus, mama hamil dan Derya menghamili pacarnya. Sebentar lagi, Sekar hamil juga. Luar biasa, banyak bayi di rumah ini." Dasen meraup wajahnya kasar.


"Belum tentu Derya yang menghamili. Dan aku yakin, itu akal-akalan keluarga Inez saja. Perempuan tadi mempunyai dendam pribadi pada mama. Selain pengagum daddy, dia juga pernah dipermalukan mama di sosial media," jelas Beyza.


"Astaga, mantan pengagum Darren Mahendra memang selalu meresahkan," ceplos Dasen.

__ADS_1


__ADS_2