
"Sudah berapa lama kenal Derya?" Bae bertanya dengan nada ketus seperti biasa.
"Sudah lama, Oma. Inez, Derya dan Beyza adalah teman satu angkatan," jawab Inez.
Arham mengajak semuanya masuk terlebih dahulu. Bae ingin menggandeng Senja, tapi langkahnya kalah cepat dengan Darren yang tidak mau jauh-jauh dari istrinya.
"Sudah tua, kelakuan tetap saja sama. Dasar," cebik Bae pada menantu dengan pribadi terunik.
Darren tidak peduli, dia malah mengamit pinggang Senja semakin erat.
"Kenapa kemarin tidak datang ke acara Derya?" Bae bertanya pada Inez. Kali ini, perempuan tua itu mensejajarkan langkahnya dengan orang yang sedang ditanyainya.
Inez memilih tidak langsung menjawab. Karena tidak ingin sampai salah berbicara. "Ada video conference yang tidak bisa ditinggal, Oma," kilahnya.
Langkah kaki mereka berhenti. Masing-masing duduk di sofa Berdampingan dengan pasangan. Sebelum makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga terlebih dahulu untuk sekedar bercengkerama hangat.
Sejak semua anak-anaknya menikah, Bae dan Arham tinggal sendiri saja di rumah besar dan megah itu. Sebenarnya semua masih di negara S. Hanya Senja yang tidak beranjak dari Indonesia.
"Mau dibawa kemana hubungan kalian, Der?" Bae kembali bertanya.
Senja dan Darren pura-pura tidak memperhatikan. Keduanya memilih berbincang dengan Arham.
"Tentu saja, kami menginginkan pernikahan. Kami tidak ingin berlama-lama berpacaran," sahut Derya, mengambil alih menjawab pertanyaan Bae.
"Tidak akan ada pernikahan jika tidak ada restu," tegas Senja, akhirnya tidak tahan untuk tidak ikut berbicara.
"Kalau Oma jadi orangtua kalian, jelas Oma tidak akan merestui. Karena iman kita adalah hal yang prinsip. Inez harus mengikuti Derya, atau tidak ada pernikahan sama sekali. Mulailah belajar mengenal keyakinan Derya. Jika kamu bisa mengimani, akan lebih baik," tutur Bae.
__ADS_1
Inez benar-benar tidak bisa menjawab. Masalah iman adalah perkara hati. Seperti cinta, keimanan tidak memilih. Tidak ada alasan yang pasti kenapa seseorang mengimani sebuah keyakinan. Hidayah memang bisa dijemput, tapi tidak seorang pun yang boleh memaksa,apapun alasannya.
"Pilihannya hanya dua, kamu mengikuti keyakinan Derya atau kamu harus benar-benar istimewa supaya kami bisa mengabaikan perbedaan besar di antara kalian. Istemewa dalam hal sifat dan sikap. Karena kalau hanya dari segi fisik, yang lebih cantik dari kamu banyak," ketus Bae.
Senja dan Darren kali ini setuju dengan perkataan Bae. Membangun hubungan di atas perbedaan prinsip yang sangat mendasar, tidak cukup dengan kepribadian yang biasa saja.
Derya menggenggam tangan Inez drngan erat, memberikan dukungan sekaligus kekuatan. Inez mencoba untuk tetap tersenyum tipis. Satidaknya keluarga kekasihnya itu menerima dia masuk ke dalam rumah mereka. Tidak seperti keluarganya, yang tidak mengijinkan Derya masuk ke dalam rumah.
.
.
Hari ini Genta dan Beyza sama-sama tidak masuk kerja. Keduanya memilih menghabiskan waktu bersama di mansion milik Genta.
Rangga yang sedari tadi menjadi pengawas, sesekali terlihat senyum-senyum sendiri melihat kemesraan Beyza dan Genta yang menurutnya masih sangat menjunjung nilai ketimuran.
Tapi menurutnya Genta selangkah lebih berani daripada Aris. Jika Aris, first kiss nya adalah saat sudah menikah dengan Jingga, berbeda dengan Genta yang sudah melakukannya. Hari ini, setidaknya Rangga sudah memergoki sebanyak dua kali.
"Ayah, mau sampai kapan berdiri di situ?" Genta menoleh pada Rangga yang betah sekali berdiri bersandar di tiang besar menghadap arah ayunan menjalin di mana dirinya dan Beyza berada.
"Sampai kalian duduknya berjauhan. Terlalu rapat, membuat setan lebih mudah berbisik," timpal Rangga dengan seenaknya.
"Sepertinya sudah waktunya, Ayah mencarikan bunda buat Genta. Biar Ayah ada kegiatan sendiri," usul Genta.
"Iya benar. Apa Om Rangga, tidak ingin seperti mama dan daddy?" Beyza ikut menyemangati.
Rangga meringis mendengar Beyza menyebut orangtuanya. Pikiran Rangga langsung jalan-jalan menuju kacamata berenda yang bisa terlepas dan tertinggal di tempatnya.
__ADS_1
"Malah mringis. Ayah kenapa betah sendirian? Genta sudah besar, dulu pas kecil Genta tidak paham kalau ada kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi siapa pun. Selain oleh istri."
Ucapan Genta seketika membuat Rangga tersedak meski tidak sedang memakan atau meminum apapun. Genta benar, anak itu sudah dewasa sekarang. Tapi sayangnya, Rangga tidak berminat. Apalagi diusianya seperti sekarang, sudah tidak ingin yang aneh-aneh. Hasrat masih ada, tapi selagi tangan sendiri masih mampu, tidak akan ada masalah.
"Suruh nikah saja susah, padahal kalau lihat mama dan daddy itu, nikah itu enak bagi sisi laki-laki," ucap Beyza.
"Kenapa hanya laki-laki?" Rangga menjadi penasaran.
"Karena mereka yang membuat aturan. Mama Senja menjadi tahanan rumah belasan tahun. Mama baru bisa kembali bekerja setelah kejadian mama keluar dari rumah karena tidak menyukai sikap daddy pada Genta," jelas Beyza.
Rangga seperti sedang diingatkan, kalau hubungan Beyza dan Derya tidak akan mudah. Meski waktu sudah lama berlalu, jelas kalau Darren Mahendra adalah orang yang pendendam. Tidak akan mudah dan segampang itu membuat pria itu melupakan sebuah peristiwa.
"Pernikahan itu sesuatu yang sederhana. Ayah tidak bisa menikah, hanya karena ingin memenuhi kebutuhan biolois. Ada pengabdian, pengorbanan, pengertian yang harus dijaga seumur hidup. Tetap rindu disaat kecewa dan tidak sanggup membenci meski disakiti adalah level tertinggi sebuah hubungan. Untuk bisa ditahap itu, dibutuhkan cinta yang besar. Cinta Ayah sudah habis." Rangga akhirnya menjawab secara jelas kenapa dia tidak ingin menikah.
"Kok aku jadi penasaran, Bunda Jingga itu bagaimana orangnya. Sampai Ayah Aris dan Om Rangga." Beyza sampai mengernyitkan keningnya, saking herannya dengan Rangga yang bisa mencintai meski tahu cintanya tidak akan berbalas.
"Secara sifat, hampir sama dengan mamamu, Bey. Ramah dan juga baik pada siapa saja," jawab Rangga.
"Itulah mengapa, setiap dekat dengan Mama Nja. Aku merasa dekat dengan Bunda Jingga. Aku benar-benar merasakan kehangatan yang tulus. Aku jadi kangen sama Mama Nja," lirih Genta.
"Besok kita akan ketemu mama," sahut Beyza.
Perasaan Rangga seketika tidak enak, dia sudah membayangkan yang tidak-tidak akan terjadi. Rangga yakin, Darren belum melupakan. Bisa jadi kebencian terhadap Genta semakin bertambah. Karena gara-gara anak itu, Darren harus mengalami hubungan jarak jauh selama berbulan-bulan.
"Aku harap, daddy sudah berubah. Jika daddy menerimamu. Aku ingin cepat-cepat menikah." Beyza terdengar sangat tidak sabar.
"Ngebet nikah banget ya, Mbak?" goda Genta.
__ADS_1
Beyza mengangguk malu-malu.