Hot Family

Hot Family
Resepsi


__ADS_3

Senja berjalan memasuki resto cruise, di mana acara puncak pernikahan Beyza dan Genta akan dilakukan. Siapa yang menyangka, wanita yang kini terlihat cantik dan segar itu sedang menyembunyikan rasa sakit. Seperti yang sudah diucapkan Dasen sebelumnya, anak kesayangan Senja itu selalu berada di samping sang mama. Tangannya dengan posesif mengamit lengan Senja. Dareen sendiri, sedang sibuk menyapa beberapa tamu yang sedari berada di Cruise belum sempat disapa secara intens.


Semua sudah berada di ruangan yang sama dengan Senja. Kecuali Beyza dan Genta. Keduanya akan memasuki ruangan beberapa saat lagi.


Derya duduk di sisi lain, memutari meja bundar yang sama dengan baby De, si kembar Bianca-Karina, Zain, Sekar, Denok. Delia, Nando, dan Mecca. Bisik-bisik tipis pun dilakukan oleh Sekar dan Baby De. Keduanya kompak membicarakan Mecca yang diperkenalkan Derya secara mendadak sebagai temannya. Semua menaruh prasangka pada Derya karena Mecca langsung di ajak bergabung di meja yang seharusnya hanya khusus untuk orang terdekat.


Sementara di sisi meja lain, Sarita, Mahendra, Bae, Arham, orangtua Rangga, Aleandro dan Chun Cha terlihat berbincang hangat. Meski Al dan Chun bercerai, hubungan keduanya justru menjadi lebih akrab dan kompak.


"Kak ... Kakak lihat sesuatu yang aneh nggak sih sama Kak Senja? Sepertinya Kak Senja lebih diam. Lihat, deh! Biasanya kalau acara begini kan tangan Darren Mahendra bakalan gak mau lepas sama istrinya. Ini kok satu duduk, satu jalan kemana-mana." Chun berbisik lirih di dekat daun telinga Aleandro.


"Mungkin mereka sedang berselisih paham. Senja kalau marah, suka gak mau dekat-dekat Darren," timpal Al dengan santai.


"Bukan! Sepertinya bukan itu," sahut Chun.


"Sudahlah! Mereka lebih pintar dalam menghadapi masalah."


Jawaban Aleandro itu mengakhiri perbincangannya dengan Chun Cha. Bersamaan dengan itu, pemandu acara menyampaikan agar seluruh undangan kembali menempati kursi sesuai dengan yang sudah ditentukan. Acara akan segera dimulai.


Tidak lama setelah dipastikan semua orang menempati posisi masing-masing, alunan musik mulai terdengar. Wedding Entrance song yang dipilih Beyza dan Genta adalah lagu yang sama dengan pilihan Senja saat sesi dansa di pernikahannya dulu. Mendengar intronya saja, membuat ingatan Darren begitu nyata kembali ke masa itu. Senja dan Darren saling melempar pandang dan menggenggam tangan.


"I love you, Ask," Dareen mengucapkannya tanpa suara. Tatapan mata keduanya jelas menyiratkan cinta yang begitu dalam.


"I love you more, Ask." Senja membalas sembari mengecup lembut punggung tangan Darren.


Chun Cha dan Aleandro yang kebetulan menangkap adegan tersebut menarik napas lega. Dugaan mereka ternyata salah. Senja dan Darren masih semesra dulu. Diamnya Senja, mungkin hanya perasaan Chun saja.


Undangan dan keluarga berdiri menyambut kemunculan Beyza dan Genta. Kedua mempelai tersebut terlihat begitu serasi. Genta yang tampan berbalut setelan tuxedo kekinian warna putih tulang. Detail lipatan di lengan tuxedo yang dikenakan, memberi kesan gagah dan begitu modern.

__ADS_1


Tidak kalah mempesonanya, Beyza menggunakan gaun bermodel A line berbahan brokat pilihan. Begitu menempel dan cocok di tubuhnya. Lekuk tubuh anak kesayangan Darren itu sungguh sempurna. Pembawaan dan karakter wajah Beyza yang elegan, menambah kesan mewah yang tidak sengaja ditampilkan.


Semua mata sedang dimanjakan dengan senyuman menawan yang terus ditebar oleh kedua mempelai. Sesekali, keduanya saling bertukar pandang, menguluum senyuman penuh makna cinta.


Nuansa putih dengan taburan bunga dan cahaya remang dalam ruangan, membangun suasana begitu romantis. Sejauh mata memandang, kilatan air laut karena memantulkan cahaya bintang-bintang, sungguh sebuah bonus pemandangan luar biasa yang sayang untuk dilewatkan dari kaca tembus pandang yang mengelilingi dua sisi resto cruise.


Semakin mendekati pelaminan, pemandu acara semakin bersemangat memberikan arahan agar tepuk tangan semakin riuh. Alunan musik romantis pun menjadi tertutupi dan nyaris tak terdengar.


Tidak sampai di pelaminan, pemandu. acara menghentikan langkah Beyza dan Genta. Keduanya berhenti tepat di sisi yang memang sudah sengaja disiapkan oleh pihak WO. Rupanya, setelah wedding entrance acara langsung dilanjutkan dengan wedding dance.


Genta menggenggam satu tangan Beyza, mengajak istrinya itu berjalan menghampiri Darren, dan alunan musik lembut Marry your daughter pun terdengar. Genta meraih satu tangan Darren, dan menyatukannya dengan tangan Beyza.


"Silahkan, Dadd." Genta meminta Darren untuk menggantikan posisinya untuk berdansa dengan Beyza.


Darren menerima dengan perasaan yang campur aduk. Beyza tersenyum lebar, meski matanya berkaca-kaca. Senja langsung menganggukkan kepalanya begitu sang suami menatap dengan tatapan seolah menantikan sebuah persetujuan. Genta pun menggantikan posisi Darren berdiri di samping Senja.


Sebelum musik pengiriing dansa dinaikkan volumenya, pemandu acara meminta hadirin untuk kembali duduk.


Dasen kembali menggenggam erat tangan Senja. Dia tidak mau Genta mengambil kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari sang mama.


Seluruh penerangan diredupkan. Pencahayaan hanya menyorot sosok Beyza dan Darren. Keduanya mulai menggerakkan kaki mengikuti ritme atau alunan musik live dengan vokal yang begitu lembut. Meresapi arti lirik lagu, menuntun Darren dan Beyza tenggelam dalam keharuan yang luar biasa.


Can marry your daughter


Bisa menikahi putri Anda


And make her my wife

__ADS_1


Dan jadikan dia istriku


I want her to be the only girl that I love for the rest of my life


Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku


And give her the best of me 'till the day that I die,


Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


"Kamu mencintai pria lain terlalu cepat, Bey," bisik Darren di tengah dansa mereka.


"Daddy tidak akan kehilangan, Bey. Hanya tanggung jawab Daddy yang diambil Genta. Bukan sayang dan cinta Bey pada Daddy," timpal Beyza begitu meyakinkan Darren.


Keduanya saling menatap, kilatan bening sama-sama menggenang di pelupuk mata keduanya.


"Apa ada wedding kiss?" Tanya Darren dengan konyolnya.


"Tentu saja ada, Dadd. Bukan dengan Daddy juga tentunya. Berikan kesempatan pada Genta untuk menggantikan Daddy." Beyza menjawab dengan becanda.


Seyum keduanya mengembang begitu hangat. Hampir seluruh mata yang menyaksikan, bisa ikut merasakan apa yang ada di benak Darren dan Beyza.


"Jadi pengen nikah," bisik De pada Denok.


"Sama, Kak. Tapi saya nggak mungkin banget dansa-dansa begini. Bapak bisanya dangdutan sama campur sari." Denok menimpali De dengan suara normal.


"Jangan sampai bapakmu minta didatengin biduan pantura, Nok. Bisa-bisa Daddy pingsan," sahut Sekar yang duduk di sisi kanan Denok.

__ADS_1


Denok sedikit memaksakan senyumnya. Apa yang dikatakan Sekar, bukanlah sebuah ketidak mungkinan, malah sangat mungkin terjadi. Denok masih mengingat dengan jelas nazar dari Mbah Gondrong. Jika kelak Denok berjodoh dengan pria yang kaya raya, maka pesta perkawinan akan diadakan secara meriah, selama tujuh hari tujuh malam dengan menghadirkan hiburan yang berkonsep pesta rakyat.


__ADS_2