
Tidak lama Bastian pun menghampiri 4V, ruang tamu lantai dasar hawanya begitu mencekam karena 4V sedang menahan amarah.
GLEK
Kenapa gue dipanggil kesini kalau hawanya mencekam, lebih baik gue lanjutin latihan tadi. Batin Bastian
"Maaf bos. Ada perlu.." Belum sempat bastian melanjutkan bicaranya sudah dipotong Viola.
"Bas malam ini lo pergi ke GM CLUB dan cari gadis ini bawa kesini. bila lo ditanya jawab terserah lo aja, dan bilang bila lo tidak akan bawa gadis ini ke paman dan bibinya." Ucap Viola sambil menyodorkan foto Karina.
"Cantik." Ucap Bastian spontan saat melihat foto karina.
"Jangan berharap lebih, bawa saja di kesini." Ucap Vinda ketus
"Baik bos." Ucap Bastian
Bastian pun meninggalkan 4V dan kembali berlatih sedangkan 4V masih berada di ruang tamu itu. Mereka tidak kembali berlatih karena sudah mulai pusing dengan laporan 2 paruh baya itu.
-Ditempat lain
"Mas sebentar lagi Karina akan kembali ke kita." Ucap sang istri
"Kamu benar, ternyata gampang juga menipu ketua BLS." Ucap sang suami
tidak lama 2 orang perempuan berjalan ke arah sang suami, sang istri sudah biasa dengan kelakuan suaminya yang sering tidur dengan wanita lain. yang paling penting suaminya tidak pernah mengucapkan cerai kepadanya.(Gubluk kan gaes).
"Kamu undang mereka lagi mas." Ucap sang istri
"Iya memangnya kenapa." Ucap sang suami ketus
"Tidak apa-apa mas, kalau begitu aku ke kamar tamu ya." Ucap sang istri. ya mereka sudah dirumah.
-Back to Vanessa dkk
__ADS_1
"Nes lo kapan balas ke negara C." Ucap Viola. Teman-teman Vanessa sudah tau bila Adi Pratama adalah ayah kandung vanessa.
"Secepatnya lah Vi, karena gue udah ucapin itu di depan jasad nyokap gue." Ucap vanessa
"Pokoknya kita ikut. gak ada penolakan." Ucap Vinda
"TERSERAH." Ucap Vanessa datar
Malam hari pun tiba, Vanessa sudah meminta ijin keluarganya bila ia akan tidur di apartemen, karena malam ini mereka harus mengeluarkan Karina dari Club malam. Walaupun yang bertugas Alvaro dan Bastian tetapi Vanessa dkk masih tetap ikut.
Alvaro dan Bastian sudah terlebih dahulu berangkat, sedangkan Vanessa baru akan berangkat. mereka segera melesat dengan mobil Honda jazz modifikasi milik mereka, Ditengah perjalanan mobil mereka dihadang oleh sekelompok begal. Vanessa dkk menghembuskan nafasnya kasar karena mereka malas menghadapi hal seperti ini yang mengganggu perjalanan mereka.
Brak.. salah satu begal menggebrak mobil Vanessa dkk.
"Turun kalian Cepat." Ucap orang itu. Vanessa dkk yang sudah memakai jubah dan topengnya pun segera turun.
Orang itu yang melihat Vanessa dkk turun pun terkejut dan segera lari, tetapi ia tidak bisa lari ke tempat teman-temannya karena Vinda dan Adisya memegang kerah bajunya. sehingga orang itu hanya terus bergerak di tempat saja.
"Maafkan saya nona. Bos tolong saya..." Ucap orang itu lalu berteriak kepada bosnya.
"Pukul saja dia itu dasar bodoh." Ucap ketua mereka
"Sa..saya..ti..tidak sanggup..bos.." Ucap orang itu terbata-bata
"Dasar lemah. HEI NONA LEPASKAN DIA ATAU PISTOL INI MENDARAT DI KEPALA KALIAN." Ucap sang ketua
Tanpa pikir panjang karena mereka sudah terganggu disaat seperti ini. Vanessa mengeluarkan Pisau kecil miliknya, lalu ia lemparkan dan tepat di dada sang ketua itu. semua anak buahnya pun semakin pucat, lalu mereka bersujud agar Vanessa dkk mengampuni mereka.
"Ada yang mau seperti dia." Ucap Vanessa dingin. semua begal pun menggelengkan kepalanya.
"Jangan pernah berulah lagi." Ucap Viola
"Bawa mayat itu pergi dari sini." Ucap Vanya
__ADS_1
"Ett.. Bawa kesini pisau itu." Ucap Vanessa ketus, salah satu dari mereka mengambil pisau yang masih menancap di dada ketua mereka lalu menyerahkan kepada Vanessa dengan keadaan ketakutan.
"Berani banget lo semua ganggu kami." Ucap Irene ketus
"Maaf nona kami tidak tau bila kalian adalah BLS." Ucap mereka serempak
"Oh jadi kalau bukan kami, kalian akan tetap ngelakuin ini gitu." Ucap Adisya ketus
"Ti..tidak nona.." Ucap mereka serempak.
Vanessa dkk mencium bau tidak sedap, lalu mereka menatap ke arah pria yang kerah bajunya ditahan Vinda dan Adisya. Benar saja pria itu saking takutnya hingga kencing di celana. Vinda pun menoyor kepalanya.
PLAKK
"Jijik banget sih lo, sampe kencing di celana." Ucap Vinda ketus, tetapi pria itu malah menangis.
"Hiks...Nona lepaskan saya.." Ucap orang itu
"Kek gini jadi begal, malu-maluin aja lo." Ucap Adisya ketus
"Hiks..hiks... Saya masih baru nona." Ucap orang itu
"Lebih baik lo kerja aja disalon gak usah jadi begal, malu-maluin doang. diginiin aja udah ngompol. pergi sana lo." Ucap Vinda lalu mendorong tubuh orang itu. seketika semua begal itu lari terbirit-birit.
"Jijik ih bau, udah yok lanjut " Ucap Viola. Vanessa dkk menahan hidungnya lalu masuk ke mobil.
"Btw nes ngapain itu pisau lo ambil lagi, kayak gak mampu beli aja." Ucap Irene karena biasanya Vanessa membiarkan orang yang tertusuk pisau lipatnya akan dibiarkan saja.
"Gue salah ambil pisau, ini yang kesayangan gue. ya harus gue ambil lagi dong." Ucap Vanessa datar sambil mengusap-usap pisau lipatnya dengan tissu
"Bisa aja lo Panjul." Ucap Vinda ketus. sedangkan Vanessa tidak menghiraukan ucapan vinda
Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke GM CLUB. Sampai disana mereka hanya berdiam di parkiran dan masih di dalam mobil.
__ADS_1