
Ting tong...Ting tong...
"Kamu ada janji sama orang sayang?" Ucap Adi yang sedang membaca koran.
"Tidak mas, mungkin itu teman kamu." Ucap diana yang fokus dengan ponselnya.
"Bi.. bukain pintunya." Ucap Adi
"Baik tuan." Ucap kepala pelayan dirumah itu
Kepala pelayan membuka pintunya, karena Vanessa beralasan menjadi temannya sinta. Kepala pelayan itu pun menyuruh 4V segera masuk, mereka menuju ke ruang tamu. Disana ada Adi Pratama dan Diana sedang duduk santai. Vanessa pun menyeringai.
"Siapa yang datang bi." Ucap Adi
"Saya tuan." Ucap Vanessa datar. Adi Pratama pun terkejut karena mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Saat mendongak menatap tamunya, ia terkejut karena Vanessa berdiri di depannya dengan senyuman miring.
"Va..Vanessa." Ucap Adi. Diana pun terkejut karena suaminya menyebut nama Vanessa. Lalu menatap ke arah tamu yang datang dan ia lebih terkejut melihat Vanessa.
"Halo tuan Adi dan nyonya diana." Ucap Vanessa sambil tersenyum lebar.
"Bagaimana bisa kau masuk kesini." Ucap Adi
"Oh tuan Adi, penjaga mu benar-benar mudah untuk di bodoh i." Ucap Vanessa dengan nada meremehkan.
"Untuk apa kau menemuiku." Ucap Adi
__ADS_1
"Anda pasti sudah tau maksut saya datang kemari tuan." Ucap Vanessa
"Kau tidak akan pernah bisa menghancurkan ku Vanessa." Ucap Adi dengan nada tinggi
"Apa yang tidak bisa kulakukan. Meledakkan rumahmu dalam 1 menit saja sangat mudah." Ucap Vanessa tersenyum miring.
"Kau." Ucapan Adi terhenti karena Sinta turun dari lantai 2.
"Ma,pa mereka siapa." Ucap Sinta
"Lihat nes, saudara tirimu keluar dari kandangnya." Ucap Vanya datar.
"Aku tidak pernah merasa memiliki saudara yang bahkan mirip dengan badut sirkus." Ucap Vanessa degan nada meremehkan.
"Wah-wah nona Sinta, ternyata anda cantik juga." Ucap viola
"Jaga ucapan kalian." Bentak Adi. 4V tersenyum miring.
"Nyonya diana atau ibu tiri. Bagaimana bisa anda hidup dengan manusia seperti dia." Ucap Vanessa sambil melipatkan tangan di dadanya.
"Vanessa, ada perlu apa kamu kesini nak." Ucap diana mencoba untuk ramah kepada Vanessa.
"Oh tidak ada, aku hanya ingin menghampiri mantan ayahku." Ucap Vanessa santai
"Keluar dari sini kalian." Bentak Adi
__ADS_1
"Wah beginikah cara kalian menyambut tamu. Sangat tidak sopan." Ucap viola
"Bagaimana jika semua kolega bisnis anda mengetahui sikap anda ini." Ucap vinda
"Dalam 1 hari langsung bangkrut usaha anda tuan." Ucap Vanya
"Mas, jangan begitu. Silahkan duduk." Ucap diana.
"Kalian siapa, datang kesini dengan lagak yang sombong." Ucap Sinta dengan nada tinggi.
"Tutup mulut anda nona, saya memiliki urusan bersama mantan ayah saya bukan menemui anda." Ucap Vanessa dingin. Sinta sedikit takut dengan aura mematikan milik Vanessa.
"Baiklah kami akan memperkenalkan diri. Saya Vanessa Aulia Samudra." Ucap Vanessa datar
"Saya Vanya Saputri Bagaskara. Putri dari tuan Bagaskara." Ucap Vanya
"Saya Viola Anindita Nugraha. Adik dari Presdir Barrack Nugraha." Ucap viola
"Saya Vinda Riswanda Ayu Ramadina. Kedepannya kalian akan tau siapa saya." Ucap vinda datar
"Apa sudah jelas nona Sinta." Ucap Vanessa datar.
"Sudah nona Vanessa, maaf telah berbicara tinggi pada anda." Ucap Sinta sambil sedikit membungkukkan badan.
"Jangan membungkukkan badanmu pada anak haram ini Sinta." Ucap Adi dengan nada tinggi. Sinta pun menegakkan badannya dan memasang wajah sendu karena ayahnya membentak dirinya.
__ADS_1
Jadi mereka dari keluarga terpandang. Jika aku berteman dengan mereka pasti aku akan lebih terkenal lagi. Batin sinta
Aku harus mendapatkan hati mereka, baiklah Diana, bersikap baik pada mereka. Batin diana