I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 136


__ADS_3

"Vanessa." Panggil seorang wanita dan melambaikan tangan ke arah 4V. Dia adalah sinta.


Langkah 4V pun terhenti dan menoleh ke arah seseorang yang memanggil Vanessa, mereka pun mengangkat alisnya sebelah.


"Ngapain nih boneka Annabelle disini." Bisik vinda


"Mancing ikan mungkin." Ucap Vanessa sekenanya.


Sinta berjalan ke arah 4V berdiri, ia terus tersenyum sambil mendekat. Sedangkan Vanessa menatap dengan tatapan tidak suka.


Gue gak peduli tatapan lo benci, tapi gue gak akan nyerah Vanessa. Batin sinta menyeringai.


"Hai. Emm kalian mau kemana." Ucap Sinta sok akrab.


"Apa urusan lo." Ucap viola datar


"Gini, kan temen-temenku lagi di luar negeri. Jadi aku disini sendiri. Emm boleh nggak aku ikut kalian." Ucap Sinta. Vanessa mengerutkan dahinya.


"Bukan kita gak mau, tapi kita akan ketempat gym." Ucap vinda datar.


"Gak apa-apa kok, yang penting aku ada temannya. Karena selama ini aku selalu kemana-mana sendiri." Ucap Sinta sambil membuat wajahnya seolah-olah sedang sedih.


"Terserah." Ucap Vanessa datar karena ia malas jika terlalu banyak bicara pada wanita di depannya.

__ADS_1


"Terimakasih Vanessa, oh iya kita di tempat gym yang mana." Ucap Sinta yang antusias.


"Bukan tempat gym umum, tapi tempat gym pribadi." Ucap Vanya datar.


Ishh kirain tempat gym umum, kalau umum kan pasti banyak cowoknya. Tunggu mereka bilang gym pribadi, ah gue gak salah target. Batin Sinta


"Oh gitu ya, yaudah gak apa-apa deh. Aku juga suka gym kok." Ucap Sinta


Vanessa pun menyeringai, lalu menatap ke arah teman-temannya. Seakan tau arti senyuma Vanessa dan tatapannya mereka pu menganggukkan kepala.


"Baiklah lo boleh ikut. Tapi sorry mobil kita hanya muat 4 orang." Ucap viola datar.


"Aku tadi bawa mobil sendiri." Ucap Sinta.


Kenapa mereka berjalan ke arah parkiran khusus karyawan dan pengelola cafe. Wah aku semakin penasaran sekaya apa mereka berempat. Batin Sinta


Mereka melesat menuju ke apartemen yang sudah mereka khususkan untuk gym mereka, terkadang tempat itu dipakai Fano dan Ilham. Di dalam mobil 4V merencakan sesuatu untuk Sinta. Sedangkan dimobil lain, Sinta merasa jika 4V sudah masuk ke perangkap pertemanannya.


Ternyata mereka sama bodohnya dengan papa, siap-siap kalian akan terkuras hartanya. Batin Sinta tersenyum kemenangan.


Sampai di depan apartemen elite mereka segera turun, Sinta pun tercengang karena apartemen elite mereka jadikan tempat hanya untuk gym saja. Mereka masuk dan diikuti Sinta dari belakang, mereka menjadi tatapan para pengunjung apartemen. Sinta pun memasang mode sok cantiknya, sedangkan 4V sudah tau jika Sinta akan berbuat seperti itu.


Mereka masuk lift untuk menuju ke lantai 14 tempat gym milik 4V. Sinta hanya bisa diam karena ia sedikit canggung gara-gara 4V mengeluarkan aura yang membuat dalam lift itu sangat dingin.

__ADS_1


Sampai di lantai 14 Vanessa segera memasukkan kode untuk masuk ke dalam apartemen, setelah terdapat tanda hijau mereka segera masuk. Sinta lebih terkejut lagi karena perkataan mereka bukan main, semua alat gym terdapat di apartemen elite ini.


4V segera mengganti bajunya dengan pakaian gym mereka, sedangkan Sinta yang tidak ada persiapan pun menjadi bingung.


"Sorry, kita hanya membawa baju 4 saja. Karena tidak tau jika lo mau ikut." Ucap Vanya datar.


"Oh tidak apa-apa, aku pakai ini saja." Ucap Sinta lalu memakai baju gym yang entah itu milik Fano atau Ilham.


Sedangkan 4V sengaja tidak memberikan baju gym mereka, karena itu tersembunyi di salah satu dinding. Tidak ada yang tau, bahkan Fano dan Ilham pun tidak mengetahuinya, karena dinding tempat mereka menyimpan pakaian gym hanya akan terbuka jika tersentuh tangan 4V saja.


Sinta keluar dari kamar mandi dan memakai baju gym laki-laki, celana yang terlalu besar dan kaos tanpa lengan yang lebih besar dari badannya yang kurus.


Vanessa sudah mengangkat salah satu barbel yang beratnya masing-masing 20kg. Sinta yang melihat itu pun jadi sangat ingin mencoba karena baginya itu mudah. Walau sebenarnya ia tidak pernah menginjakkan kakinya di lantai gym, ia lebih sering ke mall atau club malam.


"Vanessa aku boleh nyoba nggak." Ucap Sinta. Vanessa pun menaruh barbelnya ke bawah.


"Kalau lo pertama kali, lebih baik coba yang ringan." Ucap Vanessa datar.


"Eng..enggak kok, aku dulu sering ke tempat gym tapi sekarang tidak pernah karena tidak ada temannya." Ucap Sinta.


Vanessa pun tersenyum miring, lalu membiarkan Sinta mengangkat barbel tersebut. Bukannya terangkat, yang ada Sinta keberatan, bahkan barbel itu tidak terangkat sama sekali. 4V menahan tawanya melihat wajah Sinta yang mulai memerah karena mencoba sok kuat.


Sial, kenapa ini sangat berat. Kalau begini kan ketahuan aku tidak pernah ke tempat gym. Batin sinta

__ADS_1


__ADS_2