
Vanessa dkk segera menuju ke perusahaan karena kali ini mereka turun tangan untuk meeting. Karena kali ini mereka akan meeting membahas pembangunan hotel dan BL COMPANY mendapatkan keuntungan lebih banyak, karena itu 4V curiga dan terpaksa untuk turun tangan langsung.
"Lo semua ngerasa aneh gak sih dengan perusahaan yang kerjasama dengan kita." Ucap vinda
"Mangkanya gue ngajak kalian berangkat cepat karena ada yang mau gue tunjukkin." Ucap vanessa yang masih fokus dengan kemudinya.
Mereka pun hanya mengangguk, karena semua teman-teman vanessa tau bahwa vanessa sudah memiliki rencana dan cara menghentikan kerjasama perusahaan. Mereka yakin kalau keputusan vanessa sudah menjadi yang terbaik untuk ke depannya.
Vanessa dkk sudah sampai di perusahaan, 4V memakai jubah dan topeng andalannya sedangkan adis dan irene hanya memakai topeng saja. Karena 4V sendiri yang akan meeting jadi tidak ditemani tangan kanan/sekretaris pribadinya.
Sampai di ruang presdir, vanessa menunjukkan bukti-bukti bahwa perusahaan yang akan bekerja sama dengan BL COMPANY adalah milik abigail ayah kandung daniar. Abigail menggunakan nama samaran untuk perusahaannya, ia sengaja memberikan keuntungan besar untuk perusahaan yang kerjasama dengannya agar lebih mudah baginya untuk menjatuhkan perusahaan lawan dengan tuduhan pemerasan dalam pembangunan yang ia lakukan sehingga perusahaan yang lebih banyak untungnya akan mudah bangkrut.
"Oh jadi dia adalah ayah kandung daniar." Ucap vinda yang masih melihat berkas tentang kebenaran perusahaan abigail.
"Ya, maka dari itu gue mau jatuhin dia sampai tidak bisa bangkit kembali." Ucap vanessa datar
"Jadi perusahaan pertama yang dijadikan korban adalah milik ayah gue,tapi itu semua di gagalin kak dean." Ucap vanessa
"Wah beraninya orang itu,belum tau apa kalau viola marah bisa menggetarkan bumi." Ucap viola
"Gaya lo berlebihan dasar kulit ayam." Ucap vinda ketus
"Dih iri kan lo sama gue, btw kulit ayam enak loh apalagi kalau ayam crispi emm nyam nyam. Laper gue." Ucap viola sambil memegang perutnya.
"Vio lo ngomongin makanan, gue ikutan laper sumpah. Duh enak kali ya kalau ada cowok kesini bawain kita makanan terus suap-suapan hemm mesranya." Ucap vinda yang mulai berkhayal vanya pun mengambil roti di hadapannya dan menyuapkan ke mulut vinda karena vinda menutup matanya dengan mulut menganga.
"Simpan impian lo itu untuk masa depan lo sendiri." Ucap vanya ketus sambil memasukkan roti ke mulut vinda.
__ADS_1
"Umm amm tega banget lo van, dasar ice girl sinting." Ucap vinda datar lalu memakan roti yang diberikan vanya.
"Udah-udah sekarang kita cek berkas-berkas ini numpuk banget gila." Ucap vanessa.
Vanessa mulai berkutat dengan berkas dari V'LI CORPORATION karena ia sudah mulai bertanggung jawab penuh di perusahaan mamanya, sedangkan di BL COMPANY ia dibantu teman-temannya jadi ia tidak terlalu memikul beban terlalu berat.
Mata vanessa terhenti di perusahaan milik vebranza, bahwa presdir vebranza group ingin bertemu dengan pemilik V'LI CORPORATION di halaman berkas paling belakang.
Gak penting banget ngapain dia minta bertemu gue. Batin vanessa
Setelah berkutat dengan beberapa berkas, mereka mulai sedikit bersantai karena 10 menit lagi akan meeting dengan GA Group atau lebih tepatnya perusahaan milik abigail, ia menjalankan bisnisnya dengan sangat licik. Tetapi ia tidak bisa mengelabui BL COMPANY karena presdir BL COMPANY bukan orang yang mudah untuk dibodohi.
TOK..TOK..TOK..
Ceklekk..
"Bos ini berkas-berkas yang akan dipakai meeting nanti." Ucap kevin formal
"Vin apa lo gak tau kalau perusahaan yang akan meeting bersama kita ini milik tuan abigail." Ucap vinda santai mata kevin langsung terbelalak karena ia dan alvian tidak tau.
"Jadi GA GROUP ini milik abigail." Ucap kevin yang mulai mengepalkan tangannya.
"Santai woy, vanessa udah nyiapin cara buat gagalin kerja sama ini kok, karena abigail sangat licik bila dengan rekan kerja nya." Ucap viola, kevin mulai mengendorkan kepalan tangannya.
"Lo dan alvian nanti bakalan masuk ruang meeting saat udah gue panggil." Ucap vanessa datar
"Apa gue boleh memukulnya terlebih dahulu sebelum kita kirim dia ke pihak kepolisian." Ucap kevin dengan penuh harapan karena ia ingin memukul abigail karena dendamnya.
__ADS_1
"Itu terserah pada kalian berdua, polisi tidak akan berani berbicara lebih selain menangkap abigail." Ucap vanessa.
"Tapi nes gimana dengan pengacara milik abigail itu orang yang paling terkenal di negara ini." Ucap vinda yang mulai khawatir akan gagal menjebloskan abigail ke dalam sel tahanan.
"Gue yang akan urus pengacara itu, karena dia ada hubungannya dengan pertengkaran orang tua gue." Ucap vanya, vinda pun hanya bisa mengangguk.
"Nes saat nya meeting abigail sudah ada di dalam ruangan." Ucap kevin yang melihat pergelangan tangannya.
"Lo sabar aja oke, nanti lo akan ikut kok." Ucap vanessa menepuk pundak kevin.
"Iya sayang." Ucap kevin menggoda vanessa.
"Mual gue vin." Ucap vanessa
"Sayang setelah meeting kita kencan ya, aku mau kembali ke ruanganku dulu. Dadah sayangku." Ucap kevin lalu meninggalkan ruangan 4V. Kevin benar-benar puas melihat wajah vanessa yang cemberut.
"Jijik gue lihatnya." Ucap vanessa yang mulai merinding karena tingkah kevin.
"Punya tangan kanan gaada 1 pun yang gak godain kita." Ucap viola
V4 pun segera menuju ke ruang meeting dengan jubah kebesarannya dan topeng pribadinya. Abigail datang ke BL COMPANY dengan anak buahnya, tetapi saat anak buah abigail melihat 4V nyali mereka mulai menciut karena dihadapan mereka bukan wanita biasa melainkan ketua dari BLS yang terkenal kejam dalam membunuh musuhnya.
Begitu pula dengan abigail yang sedikit takut kepada 4V, ia benar-benar bingung bagaimana jika 4V mengetahui rencananya.
Duh aku lupa kalau BL COMPANY di pimpin langsung oleh ketua BLS, bisa hancur ditangan mereka aku nanti. Batin abigail
Tuan anda membawa kami untuk berhadapan dengan mereka, lebih baik kami menghadapi buaya kelaparan daripada harus bertemu dengan 4 iblis cantik. Batin anak buah abigail.
__ADS_1
"MAAF LAMA MENUNGGU TUAN ABIGAIL." Ucap 4V serempak, abigail bingung karena dirinya tidak pernah menyebutkan nama aslinya ia hanya akan menggunakan nama samaran yaitu doni.
Prediksi abigail kali ini salah karena dihadapan mereka bukan hanya ketua mafia yang terkenal keji tapi juga pintar dalam menghadapi musuh. Nyali abigail semakin menciut dan suhu di ruangan itu mulai berubah sangat dingin.