I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 141


__ADS_3

Tidak lama kemudian Vanessa sampai di tempat orang yang mencari dirinya, ditengah hutan dan sebuah rumah sederhana terdapat ditengah hutan. Vanessa tetap santai tanpa ada rasa takut sedikitpun, disana sudah banyak orang bertubuh kekar dan berpakaian hitam menjaga di depan rumah itu.


Penjaga itu akan memeriksa Vanessa, ia membawa senjata tajam atau tidak. Belum sempat tangannya menyentuh Vanessa, Vanessa sudah lebih dulu mematahkan tangan itu.


Krekk


Aaaaaakkkhhhhh


"Berani tanganmu menyentuh sedikit bajuku, bisa kupastikan tanganmu akan lebih parah." Ucap Vanessa datar.


"Anda harus dipastikan tidak membawa senjata nona." Ucap salah satu penjaga. Yang tangannya sudah Vanessa patahkan hanya bisa menahan rasa sakit tangannya.


"Bacot. Gue gak punya banyak waktu buat hadapin orang-orang kayak lo." Ucap Vanessa dingin.


Orang-orang yang ada dirumah itu hanya bisa menelan salivanya, karena aura yang Vanessa keluarkan sangat mematikan.


"Anda harus tetap di cek nona." Bentak penjaga itu.


"Jangan berbicara tinggi padaku tuan." Ucap Vanessa dingin.


"Kau hanya seorang gadis jangan


melawan kami." Ucap laki-laki itu sambil menunjuk ke wajah Gita.


"Singkirkan tanganmu dari wajahku." Ucap Vanessa dingin.


"Kalau saya tidak mau bagaimana nona. Periksa dia cepat." Ucap penjaga itu dan memerintahkan yang lain untuk memeriksa Vanessa. Tetapi tidak ada satu orang pun yang mau melakukan perintah salah satu teman mereka.


"Kenapa kalian tidak mau memeriksa dirinya hah." Bentak penjaga itu. Sedangkan semua orang sudah menatap ke arahnya dengan melotot. Kemudian penjaga itu pun mengalihkan pandangannya ke Vanessa, tepat di depan matanya Vanessa menodongkan pistol.

__ADS_1


Seketika laki-laki itu pun ketakutan,dia mengeluarkan keringat dingin. Kakinya pun bergetar hebat, tatapan Vanessa benar-benar tajam.


"Ucapkan satu huruf saja, maka peluru ini akan bersarang di kepalamu." Ucap Vanessa dengan tatapan tajam.


Penjaga itu pun menggelengkan kepalanya, lalu beranjak dari depan Vanessa. Ia berjalan sangat pelan karena kakinya gemetar, Vanessa tersenyum miring.


Salah satu laki-laki pun mengantarkan Vanessa untuk masuk ke dalam rumah itu, ditengah ruangan ada seseorang yang duduk di kursi dengan membelakangi Vanessa, vanessa tau siapa orang itu. Ia hanya tersenyum miring, berdiri dengan santai sambil membawa pistol di salah satu tangannya.


"Tuan,saya membawa nona Vanessa." Ucap laki-laki yang membawa Vanessa.


"Drama apa lagi yang kau buat pak tua, apa kau ingin membunuhku dengan bantuan orang-orang ini." Ucap Vanessa datar.


Orang yang duduk di kursi itupun terbelalak karena Vanessa mengetahui jika itu dirinya, bahkan para bodyguard yang berjaga disekitar ruangan itu juga terkejut karena sikap santai Vanessa.


Orang itupun berbalik dan menghadap ke Vanessa, ia lebih terkejut karena Vanessa membawa pistol di salah satu tangannya dan tatapan Vanessa padanya layaknya singa yang siap menerkam mangsa. Orang itu adalah Adi Pratama.


Kenapa putriku semakin menatapku dengan penuh kebencian. Batin Adi Pratama


"Bagaimana kamu bisa tau ini ayah." Ucap Adi Pratama


"Lain kali kau harus membuangnya, karena dia penjaga di rumahmu. Kau bukan ayahku." Ucap Vanessa datar dan menunjuk ke salah satu penjaga yang ia patahkan tangannya, karena penjaga itu yang pernah ia bohongi saat dirumah tuan Adi.


Sial, kenapa Vanessa tidak takut sama sekali padaku. Batin Adi Pratama


"Katakan pak tua apa maumu." Ucap Vanessa datar.


"Jangan kau buat Sinta untuk menjadi tempat balas dendam mu." Ucap Adi Pratama dengan nada serius.


"Wah kau benar sekali." Ucap Vanessa datar.

__ADS_1


"Lepaskan Sinta, dendammu hanya pada diriku Vanessa. Bukan Sinta ataupun Diana, jadi balaskan dendammu hanya padaku jangan pada mereka berdua." Ucap Adi Pratama


"Karena mereka kau membunuh mama. Maka mereka juga harus merasakan penderitaan yang sama denganku." Ucap Vanessa dingin.


"Jaga ucapanmu Vanessa, atau orang-orangku akan menghabisimu." Ucap Adi Pratama. Vanessa pun tertawa dan orang-orang yang ada di sekeliling Adi Pratama pun tertawa, hanya 3 orang saja yang tidak.


"Kau percaya pada orang-orang yang ada di sekeliling mu ini." Ucap Vanessa datar.


"Kenapa kalian tertawa, aku bos kalian." Ucap Adi Pratama.


"Bodoh." Ucap Vanessa ketus


Setelah Vanessa mengucapkan itu, 3 orang yang menjadi anak buah Adi Pratama pun tewas, karena tubuh mereka dipenuhi tusukan.


"Siapa bos kalian." Ucap Vanessa lantang


"Anda bos." Ucap orang-orang serempak. Vanessa pun tersenyum miring.


"Apa maksutnya ini? Berani sekali kalian bermain-main denganku." Ucap Adi Pratama


"Kau meminta bodyguard dari BLS, benar atau tidak pak tua." Ucap Vanessa tersenyum miring.


Bagaimana Vanessa bisa tau. Batin Adi Pratama


"Bagaimana gue tau? Iya juga yah bagaimana gue tau." Ucap Vanessa sambil memikir.


"Hei kau, bagaimana gue tau kalau pak tua ini meminta bantuan pada BLS." Ucap Vanessa sambil menunjuk salah satu seorang laki-laki.


"Tentu saja anda tau bos, karena anda adalah ketua BLS yang pertama." Ucap laki-laki itu.

__ADS_1


"A..ap..apaa.." Teriak Adi Pratama karena terkejut dengan pengakuan anggota BLS.


"Kau dengar pak tua. Because I'M LEADER MAFIA OF BLS." Ucap Vanessa dengan lantang dan tegas.


__ADS_2