I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 38


__ADS_3

Vanilla sudah siap dengan pakaiannya serba hitam, dia juga mengenakan perlindung anti peluru. Tak lama dia ikut dengan yang lainnya keluar dari rumahnya dan menaiki mobilnya bersama yang lainnya.


"Sorry, ma'am kami baru mendapatkan informasi jika scorpione berada disana" padahal Vanilla baru saja keluar dari mobilnya sialan si arsean itu mau apa lagi dia batin vanilla yang sedang memaki arsean.


"Apa yang mereka lakukan disana?" Vanilla menatap sinna dengan tegas "Sepertinya mereka ingin menghalangi kita ma'am" Vanilla berdecih dia berbalik menatap anak buahnya "berada di posisi masing-masing kita akan memulainya" tak lama mereka berpencar, ada beberapa orang yang berdiri didepan vanilla dan mengikuti vanilla.


Perlahan mereka memasuki gudang yang menjadi tempat t*roris itu tinggal, sebaiknya jangan salah menilai dari luar nya saja apapun yang butut dan jelek di luar sana belum tentu dalamnya sama, bahkan gudang butut ini juga sangat bagus dan elit.


Vanilla terlalu mengagumi semuanya sampai dia lupa, suara tembakan mulai bergema, bukan hanya itu ada beberapa yang menyerangnya secara fisik seperti bertarung. sialan vanilla kehilangan beberapa anak buahnya mereka kalah saing dengan t*roris itu.


Tapi sebelum itu menjadi mimpi buruk bagi vanilla scorpione dan arsean maju, mereka bertarung bersama-sama awalnya vanilla juga terkejut dengan apa yang di lakukan oleh arsean apa maksud mereka apa mereka ingin menjadi jagoan dengan membantu vanilla. "Apa yang kau lakukan ?" Vanilla bertanya setelah dia mematahkan tangan lawannya "menjauhkan mu dari kematian" arsean menatap kearah depan sana ada segelombolan orang yang akan datang "br*ngsek" unpat arsean ketika mereka semakin dekat sedangkan mereka hanya beberapa orang lagi.

__ADS_1


"aku berterima kasih tapi aku tidak membutuhkan kamu" arsean berdecih, sombong sekali padahal dia bisa mati saat itu juga. Arsean menembaki orang-orang itu dia sengaja tidak mengarahkan tembakan itu di dada mereka dia hanya menembak kakinya dan ototnya, dia tidak ingin membunuh dia hanya ingin melindungi si bodoh yang sombong di sampingnya.


"aaaaaaaaah" vanilla berteriak saat ada seseorang yang memeluk lehernya dan menguncinya, arsean membalik setengah badannya untuk memastikan sialan Arsean masih saja kecolongan. Saat itu juga semakin banyak orang-orang yang menyerang mereka arsean jadi bingung apa yang harus dia lakukan, berbeda dengan itu vanilla semakin merasakan perutnya semakin mulas dan tubuhnya berkeringat dingin.


Vanilla masih saja mencoba untuk tenang tapi dia tau rasanya perutnya sakit sekali, perlahan cairan bening keluar menerobos celana vanilla, apa mungkin dia akan melahirkan sekarang ? "aaah, ARSEAN" histeris vanilla saat dirinya menyadari hal itu semuanya berhenti ketika vanilla berterikan "TO--LONG AKU" Arsean mendekat pada vanilla, dia menatap air yang di keluarkan vanilla "**** kau akan melahirkan sekarang ?" Arsean menatap situasinya sekarang tidak mungkin mereka akan keluar dengan cepat setelah mengacaukan sarang orang tanpa alasan yang pasti.


"Kau tidak bisa keluar sialan" sudah arsean duga ini tidak akan gampang setelah dia keluar, "baik, Baiklah kita mengaku kalah tapi izinkan dia keluar dia akan melahirkan" Arsean menarik nafasnya, sesekali dia menatap vanilla yang sedang kesakitan "tidak semudah itu, apa itu anak mu ? ke terunan mu ? akan bagus jika dia....." Arsean mengangkat pistolnya dan yang lainnya mengangkat snapan mereka dan mengarahkan pada arsean dan vanilla mereka terkepung.


"diam, kau hanya harus bilang keluar apa susahnya ! kau tidak berhak untuk menyumpahi ku" keduanya menatap dengan tatapan tajam.


"bertahanlah sebentar, kita akan segera sampai di rumah sakit" Arsean terus menggengam tangan vanilla yang tengah terbaring di ranjang ambulan, mereka sedang menuju rumah sakit.

__ADS_1


Arsean memang tidak berekpresi tapi dia juga khawatir, Arsean tidak berkata banyak tapi sampai saat vanilla masuk kedalam ruangan bersalin arsean selalu ada di sana menemani vanilla dan mengenggam tangan vanilla.


Vanilla terus mencoba menarik nafasnya dan berteriak, vanilla memang melahirkan secara normal karena tidak ada waktu untuk mempersiapkan alat-alat ini saja sudah sangat terburu-buru jika saja arsean bukan pemiliknya mereka mungkin akan mengabaikan vanilla.


Arsean mengambil tissue dan menghapus pelu-pelu di pelipis vanilla dengan hati-hati dia melakukannya berulang Kali dan membelai rambut vanilla.


_________________________________________


[Senin, 08 Agustus 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Ig : Sfiranjk341


karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal, maaf tidak bisa panjang-panjang di lanjut besok saja saya ingin turu dulu


__ADS_2