
Pagi harinya vanessa dkk sedang malas untuk memasak mereka ingin menuju ke Kevan Resto, mereka ingin menghabiskan waktu di negara F sebelum menuju ke negara A. Dan vanessa juga harus membalaskan dendamnya, karena perusahaan milik Adi pratama sudah di ambang kebangkrutan. Vanessa juga sempat memeriksa butik milik mamanya yang juga sudah berganti nama menjadi V'LI Boutique.
Vanessa melakukan itu karena ia tidak ingin harta milik mamanya jatuh ketangan yang salah seperti keluarga ayahnya. Karena keluarga adi pratama sangat boros,terutama anaknya sinta yang terus menerus meminta kepada adi pratama, terkadang adi pratama berpikir bahwa vanessa tidak pernah meminta yang aneh-aneh kepada dirinya.
Mungkin vanessa hanya akan meminta liburan bersama keluarga, sebab itulah bila vanessa diberi uang oleh ayah adi Dan mamanya akan selalu ia tabung, sehingga ia memiliki kartu debit sendiri. Sehingga sekarang ia sudah lebih pintar menjalankan perusahaan dan mafia nya, sehingga kehidupannya berkecukupan.
"Woy nes ke resto kevan yok." Ucap irene
"Yang lain gimana?" Ucap vanessa singkat
"Mereka ikut, lo mandi sana terus ganti baju. Setelah itu kita harus ke BL COMPANY. Sesekali lo pimpin meeting siang nanti, biar gak alvian atau kevin terus." Ucap irene
"Brisik lo ren, ntar gue pikirin lagi." Ucap vanessa lalu beranjak dari ruang keluarga menuju kamarnya.
Vanessa memakai baju casual karena ia menuju perusahaan akan tertutup jubah dan topengnya. Begitu pula teman-teman vanessa, kecuali adis dan irene mereka cukup pakai topeng khusus tangan kanan.
Vanessa dkk berangkat menuju kevan resto untuk sarapan karena mereka sedang malas memasak. Sampai disana mereka langsung di sambut manager kevan resto, ya kebanyakan karyawan disana adalah BLS sendiri. Vanessa dkk berjalan menuju meja yang biasa mereka tempati,yaitu di dekat jendela.
Makanan mereka telah sampai, mereka menikmati makanan itu. Tidak lama mereka selesai makan dan masih bersantai disana, tiba-tiba mereka di hampiri segerombolan laki-laki. Ya laki-laki itu adalah genta dan teman-temannya. Mereka langsung gabung begitu saja karena duduk vanessa dkk sedikit berjarak dan kursi yang mereka tempati memanjang, genta duduk di dekat vanessa, yusa di dekat viola, gibran di dekat irene, dewa di dekat vinda, revel di dekat vanya, rafhel didekat adis.
"Kita bertemu lagi nona-nona." Ucap genta sambil memandang vanessa, sedangkan vanessa masih sibuk dengan ponselnya.
"Kali ini kalian tidak akan bisa lari lagi." Ucap rafhel yang memperhatikan adis sedang mengaduk-aduk makanannya.
Ini laki-laki urat malunya kemana sih. Batin vanessa
__ADS_1
"Kalian itu siapa sih nyelonong duduk di sebelah kita." Ucap irene ketus.
"Kita pengagum kamu loh cantik." Ucap gibran
"Berhentilah mengganggu kita." Ucap vinda ketus
"Kalau kami tidak mau bagaimana." Ucap para laki-laki itu serempak. Sontak itu semakin membuat vanessa dkk semakin malas. Tiba-tiba ponsel milik vanessa berbunyi, karena sedari tadi ia sedang chat bersama kevin. Agar ia terlepas dari laki-laki itu vanessa berniat menyuruh kevin untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.
Vanya melirik ke arah ponsel vanessa, ia tau bahwa vanessa sedang bersekongkol dengan kevin untuk membantunya agar lepas dari laki-laki itu. Vanya bisa melihat senyum tipis vanessa atau lebih tepatnya tersenyum miring.
Vanessa sengaja mengangkat panggilan kevin dan sedikit mengeraskan volumenya.
"Halo sayang kamu lagi dimana?" Ucap kevin yang membuat genta menahan amarah.
"Lagi makan di kevan resto." Ucap vanessa singkat
"Jadi dong kan kita udah janji buat makan siang bareng." Ucap vanessa. Yang membuat semua teman-temannya menahan tawa. Sedangkan vanya bersekongkol dengan alvian, kali ini agar alvian mengirimkan pesan suara romantis.
"Aku tunggu kedatanganmu sayang. Aku rapat dulu sayang. Kamu pulangnya hati-hati ya. Sampai ketemu di kantor sayang." Ucap kevin lalu mematikan panggilan
Shit, ketawa gue mau pecah vin. Lo sialan sok romantis banget. Batin vanessa
"Siapa?" Ucap genta datar yang sedang menahan cemburu
"Cowok gue. Kepo banget lo." Ucap vanessa ketus.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sebelum ada ikatan pernikahan aku masih bisa merebut kamu darinya." Ucap genta santai.
Sekarang saatnya vanya yang beraksi dengan pesan suara dari alvian. Saat pesan suara itu terkirim vanya sedikit mengeraskan volume nya. Sedangkan revel yang melihat vanya chattingan dengan alvian harus menahan cemburu.
'Sayang kamu kemarin kemana aja, aku khawatir sama kamu, jam 9 kita bertemu di tempat biasa ya, karena aku sudah rindu sama kamu. Oh iya besok kita harus pergi ke luar negeri dan aku mau ngajak kamu sayang, disana kita bisa berduaan dan aku akan ajak kamu ke tempat paling romantis. Aku mau ketemu client dulu See you sayang.' Isi pesan suara alvian
Cih alvian buat gue merinding. Batin vanya
Vanya pun mengirimkan pesan suara kembali dan sedikit manja.
"Maaf aku kemarin ketiduran, yaudah aku tunggu kamu jam 9 nanti ya. Semangat kerjanya yah. Dahh" Ucap vanya dengan nada manja. Revel pun hanya bisa menahan amarah.
"Cowok kamu ya? Prinsipku sama seperti dia sebelum ada ikatan pernikahan masih ada peluang untuk mendapatkan kamu." Ucap revel sambil menunjuk ke arah genta.
DASAR MUKA TEMBOK. Batin vanessa dkk
"Gue risih dengan kedatangan kalian." Ucap adis ketus
"Ganggu sarapan orang." Ucap viola datar
"Kita gak ganggu kok, cuma ingin bertemu kalian saja mumpung sama-sama disini." Ucap gibran
Sedangkan vinda dan irene sudah membuat rencana agar mereka bisa dijauhi para laki-laki itu. Mereka berniat untuk pura-pura menjadi suka sesama jenis.
"Eh lo bisa minggir gak? Gue gak mau jauh dari sayang gue." Ucap irene menunjuk ke arah dewa.
__ADS_1
"Maksut kamu apa." Ucap gibran
"Lo minggir sana,gue masih mau berduaan sama sayang gue." Ucap vinda ketus. Karena dewa dan gibran tidak paham maksut irene dan vinda.