
Tanpa bertanya pada Vanessa dan Vanya laki-laki itu sudah memesankan makanan dan minuman untuk mereka. Vanessa dan Vanya masih bingung dengan laki-laki di depan mereka.
"Gak usah basa basi, sekarang lo ngaku aja." Ucap Vanessa ketus
"Santai dulu sweety, nikmati dulu makanannya." Ucap laki-laki itu lembut
"Oh iya sweety sejak kapan kamu punya kembaran." Ucap laki-laki itu karena bingung dengan wajah Vanessa dan Vanya yang hampir mirip.
"HAH." Ucap Vanessa dan Vanya serempak lalu saling pandang.
"Tidak masalah sweety, walau kalian kembar juga tidak apa-apa." Ucap laki-laki itu
"Terserah." Ucap mereka serempak
"Sekarang katakan apa maumu terus meneror ku." Ucap Vanessa datar
"Karena kamu milikku sweety." Ucap laki-laki itu
"Dengar ya tuan, saya tidak mengenal anda jadi berhentilah mengusik ketenangan saya." Ucap vanessa ketus lalu berdiri dan meninggalkan laki-laki itu karena ia mulai muak. begitu pula dengan Vanya.
Sampai di parkiran Vanessa dan Vanya segera masuk ke mobil karena mereka sudah tidak tahan bila harus bertahan disana. sampai didalam mobil Vanessa dan Vanya pun berdebat.
"Nes kok lo gak nunggu dia buka masker aja." Ucap Vanya datar
"Gue muak dengar laki-laki yang selalu bertemu kita akan bicara KAMU HANYA MILIKKU." Ucap Vanessa ketus
"Yaudalah cus markas." Ucap Vanya datar
"Baik tuan putri." Ucap Vanessa ketus. sedangkan Vanya hanya tertawa kecil.
__ADS_1
Mereka pun kembali ke markas walau tidak melihat wajah laki-laki itu Vanessa pun tau dan menganggap dia hanya orang iseng. dengan kecepatan penuh vanessa dan Vanya pun cepat sampai di markas.
Sampai di markas Vanessa menuju ke kamarnya dan segera membuka laptopnya dan memerintah kan seseorang untuk mengintai laki-laki di cafe elite itu. 15 menit Vanessa menunggu akhirnya dia tau siapa laki-laki itu, Vanessa terkejut lalu tersenyum miring.
Dasar, gue udah tau lo siapa. tunggu pembalasan gue. Batin Vanessa
-DICAFE
"Bos apa perlu kami mengejar mereka." Ucap salah satu anak buahnya.
"Tidak. siapa wanita yang satunya tadi." Ucap laki-laki itu
"Dia adalah nona Vanya bos sahabat nona Vanessa. memang banyak yang mengira mereka kembar tetapi sebenarnya tidak bos." Ucap anak buahnya
Vanessa,Vanya sungguh 2 gadis yang cocok. Batin laki-laki itu
-Back to markas
Vanessa tersenyum miring menatap foto laki-laki yang selama ini mengganggunya. tidak lama Vanessa mendapat telepon dari Reno.
Tring...tring...
Kak Reno. Batin Vanessa
"Halo kakaknya Nessa." Ucap Vanessa
"Halo princess. Kamu dimana?." Ucap Reno dari seberang
"Emm..Anu kak.. Nessa lagi diapartemennya Irene." Ucap Vanessa sedikit gugup
__ADS_1
"Bisa bantuin kakak gak princess." Ucap Reno
"Emm bantuin apa kak?" Ucap Vanessa
"Jadi gini nanti malam kakak ada pesta dan harus membawa pasangan kamu bisa bantu kakak gak?" Ucap Reno
Lah jadwalnya bentrok sama misi nanti malam. Batin Vanessa
"Aduh kak, nanti malam Nessa sibuk banget. jadi maaf ya." Ucap Vanessa
"Kamu itu sibuk apa princess, kamu kan cuma bantuin kak dean di perusahaan." Ucap Reno
"Pokoknya gak bisa kak, Nessa beneran sibuk." Ucap Vanessa
"Ayolah princess cuma 30menit disana lalu kamu boleh deh kalau mau pergi." Ucap Reno
"Jam berapa kak?" Ucap Vanessa
"Jam 6 sudah dimulai pestanya." Ucap Reno
"Huh baiklah kak. tapi hanya 30 menit saja ya." Ucap Vanessa seketika Reno pun berteriak.
"Yes.. oke princess, kakak tunggu di depan apartemen kamu aja ya." Ucap Reno
"Iyah." Ucap Vanessa singkat lalu mematikan panggilan sepihak.
"Kalau ada maunya baru sok lembut." Gumam Vanessa lirih
Karena masih jam 1 siang Vanessa berniat untuk istirahat saja, malam ini ia harus melakukan 2 tugas. terkadang Vanessa juga merasa lelah karena harus mengurus 3 perusahaan dan 1 mafia besar, tetapi karena niatnya untuk balas dendam begitu besar maka lelah pun tidak dapat menghentikan tekadnya.
__ADS_1