
"Sinta, ikut mama kedapur ya. Oh iya silahkan duduk dulu." Ucap diana dengan tersenyum. Tetapi 4V tau senyumannya meyiratkan artian yang buruk.
"Kenapa kamu menyuruh mereka duduk." Ucap Adi dengan nada tinggi.
"Mas, bagaimanapun juga mereka adalah tamu di rumah ini. Udah jangan marah-marah, ayo Sinta bantuin mama di dapur." Ucap diana lalu menarik tangan Sinta.
"Tidak bisakah anda sopan terhadap tamu, tuan. Bila disini ada wartawan, apa kabar dengan perusahaan yang memiliki saham di perusahaan anda." Ucap Vanessa datar.
"Karna kau datang dengan sangat tidak diharapkan." Ucap Adi ketus
"Dasar tua Bangka tidak tau diri." Ucap vanessa ketus
"Jaga ucapanmu Vanessa. Aku juga masih ayah kandungmu." Ucap Adi dengan nada tinggi.
"Ayah kandungku sudah mati, sekarang hanya ada ayah samudra saja." Ucap Vanessa dingin.
Kemana kamu yang lugu,polos dan ceria Vanessa. Sikap kamu berubah menjadi sangat dingin. Batin Adi
"Sikapku berubah karena kau yang memantik perubahan pada diriku yang lugu,polos dan ceria." Ucap Vanessa datar.
Apa dia mulai bisa membaca pikiran. Batin Adi
"Aku tidak bisa membaca pikiran, tapi hembusan nafasmu sudah menunjukkan apa yang kau pikirkan." Ucap Vanessa ketus.
Adi pun terdiam mendengar ucapan anak kandungnya yang kini sudah berada di depannya. Anaknya yang ia besarkan, walau ia harus membagi waktu bersama Vanessa dan Sinta. Tetapi ia cukup tau hal yang membuat Vanessa membenci dirinya adalah ia pembunuh mamanya dan itu dihadapan Vanessa secara langsung.
Di dapur
__ADS_1
"Ma, kita ngapain kesini." Ucap Sinta
"Kamu harus bisa menjadi teman mereka Sinta." Ucap diana. Sinta menaikkan alisnya sebelah.
"Dengan begitu kamu selalu bisa meminta bantuan pada mereka, terutama adik dari Presdir Barrack. Kamu harus lebih dekat padanya, agar kamu bisa mendapatkan hati Presdir Barrack. Lalu kamu menikah dengannya dan kehidupan kita pun terjamin tidak akan kesusahan." Ucap diana sambil tersenyum miring. Sinta pun ikut tersenyum miring mendengar ucapan ibunya.
"Lalu bagaimana dengan papa ma." Ucap Sinta
"Huh.. apa kau pikir aku peduli padanya, setelah kamu bisa menikah dengan Presdir barrack, kita langsung saja meninggalkan si tua itu. Apalagi harta miliknya sebentar lagi sudah menjadi nama kamu, setelah semua hartanya menjadi milik kita. Kita usir dia dan biarkan hidup dijalanan." Ucap diana
"Boleh aja ma, lagian papa terlalu bodoh sehingga dengan mudah di tipu." Ucap Sinta
"Sudah sekarang kita buatkan minuman untuk mereka. Dan inga bersikap baiklah pada mereka." Ucap diana
"Baiklah ma." Ucap Sinta
"Maaf tuan, apa anda tau pemilik V'LI CORPORATION dan BL COMPANY." Ucap vinda
" Tentu saja tidak, pemiliknya benar-benar pandai menyembunyikan identitas. Dan bila kalian macam-macam padaku, bersiap saja kepala kalian dipenggal ketua BLS karena hari ini anggota BLS sudah menjaga ketat rumah ini." Ucap Adi dengan percaya diri.
Bahkan ketuanya saja di depanmu pak tua. Batin 4V.
"Bagaimana jika ketua BLS itu adalah kami?" Ucap Vanessa datar
"Apa kalian pikir aku percaya pada ucapan kalian." Ucap Adi dengan matanya menelisik ke arah 4V.
"Baguslah kalau anda tidak percaya." Ucap Vanya datar
__ADS_1
Tidak lama, Diana dan Sinta pun menuju ruang tamu. Diana membawa nampan berisi minuman dan Sinta membawa nampan berisi makanan ringan.
"Kalian minum dulu ya." Ucap diana
"Tidak perlu repot nyonya karena kedatangan kemari hanya sebentar." Ucap viola
"Hanya untuk menegaskan 4 hari lagi kematian tuan Adi segera dimulai." Ucap Vanessa dingin
"Hahaha kalian ini bercanda saja, oh iya Vanessa kamu tinggal dimana, kalau masih bingung. Kamu boleh tinggal disini karena masih ada 1 kamar yang kosong disini." Ucap diana yang mencairkan suasana tegang.
"Iya nona Vanessa, bagaimanapun kamu masih saudara saya walau kita berbeda ibu." Ucap Sinta
"Saya tidak merasa memiliki saudara." Ucap Vanessa dingin. Sedangkan Sinta tersenyum kikuk.
Ternyata susah juga dekati dia, huh bukan Sinta namanya jika menyerah di permulaan. Kamu lihat saja Vanessa, akan aku hancurkan kebahagiaan kamu. Batin Sinta
"Maaf kami tidak bisa berlama-lama disini." Ucap Vanya lalu berdiri dari tempat duduk. Begitu juga dengan Vanessa, vinda dan Viola.
"Loh kok buru-buru minum dulu, kelihatannya kalian sangat lelah." Ucap diana diiringi dengan senyuman.
"Tujuan saya kesini hanya ingin menemui pak tu ehmm.. tuan Adi saja. Kami permisi." Ucap Vanessa datar. Lalu segera melangkah, tetapi baru beberapa langkah saja Vanessa menghentikan langkahnya.
"Dan terimakasih atas tawarannya untuk tinggal disini, tetapi saya masih mampu membeli mansion." Ucap Vanessa ketus lalu melangkah meninggalkan keluarga itu.
Sombong sekali anak itu, Lusi ternyata anakmu benar-benar membuatku geram. Batin diana
Ternyata dia lebih kaya daripada kekayaan papa, baiklah Sinta setelah ini gue harus melakukan rencana gue. Dan akhirnya Vanessa pun menjadi dekat denganku, dengan itu aku lebih mudah untuk menguras harta miliknya. Batin sinta
__ADS_1